alexametrics

Lelaki Pemanggul Karung

Dream
Lelaki Pemanggul Karung
Ilustrasi lelaki tua (Pixabay).

Lelaki tua berjalan tertatih

Langkah berat yang dipaksa gigih

Memanggul karung berat terisi

Terasa nyeri di sana sini

Kerut kening berkilat oleh peluh

Ditopang tulang renta menyanggah tubuh

Gemetar dalam langkah yang terbungkuk

Sesekali limbung bagai orang yang mabuk

Walau hati ingin terus maju

Namun terkhianati oleh sendi yang ngilu

Otot yang mendadak tak berkompromi

Memaksa seluruh energi terhenti

Lelaki tua terduduk lesu

Ditemani seonggok karung yang membisu

Matanya memandang hampa

Pada jarak yang tak terkira

Entah kapan dirinya akan tiba

Di mana isi karungnya menjadi berharga

Diamati, dipisah lalu ditera

Ditukar Rupiah sesuai nilainya

Matahari semakin tinggi

Memanaskan segala yang ada di bumi

Kecuali semangat lelaki tua ini

Yang memudar pelan lalu berhenti

Lelaki tua masih diam sendiri

Bersusah payah mencoba berdiri

Namun perut mulai bernyanyi

Belum terisi sedari pagi

Lelaki tua melihat ke sana ke mari

Mencari harapan pencerah hari

Yang terlihat hanya sederet ironi

Menorehkan rasa perih dalam hati

Segerombol anak muda  penuh canda

Menari dan tertawa tak kenal duka

Saling menggoda saling mengejek

Tak peduli keluar juga kata-kata jelek

Semestinya mereka tidak di situ

Semestinya mereka bersama buku-buku

Belajar bersama guru-guru

Dan semua pejuang ilmu

Lelaki tua memandang marah

Lupa bahwa ia hampir menyerah

Lelaki tua berdiri dan berteriak

Tak peduli dengan suaranya yang serak

Hei kalian anak muda!

Jangan sia-siakan waktu yang ada!

Lihatlah aku disini menyesali diri

Menangisi waktu yang tak mungkin kembali

Hai kalian anak muda!

Berjuanglah sekarang jangan tunda!

Atau kalian memilih tetap di sini

Melihatku sebagai dirimu di masa nanti?

***

Borneo, Juli 2021.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak