Petaka keabadian dari sebuah kata bernama cinta. Kata cinta yang begitu agung namanya dalam hiasan pemersatu kehidupan antara laki-laki dan wanita. Begitu sucinya cinta dilontarkan dengan mudahnya saat merangkai kata-kata janji suci sehidup semati.
Apakah hanya ucapan janji suci sehidup semati saja? Tak tahu biarlah cinta sendiri yang menjawabnya. Saat bertemu dengan pasangannya kata cinta penuh romantisme berhias dalam ucapan. Tak jarang sekuntum bunga pun menghantarkan beriringan ucapan kata cinta.
Sekuntum bunga yang harum dengan untaian kata-kata romansa. Yang seakan terbuai dalam candu cinta yang masih merangkul alam pikiran manusia. Namun apakah hanya dengan cinta yang penuh manis saat dipandang membuahkan kenikmatan sejati?
Hanya Tuhan yang tahu arti sebilah cinta. Beriringan cincin tunangan yang menyertai ungkapan perasaan cinta tuk melamar pasangannya. Sebagai langkah awal memulai kehidupan menciptakan keluarga baru. Ikrar janji suci terlontar dari sepasang dua sejoli di depan para saksi.
Raut kebahagiaan nampak berhias pada dua sejoli. Hanyalah nikmat sesaat yang terlihat pada raut kebahagiaan mereka. Petaka cinta mulai menodai ikatan cinta mereka. Berkobarnya api cemburu yang merusak ikatan janji suci mereka.
Tak jarang tamparan demi tamparan melayang pada sang wanita. Rasa sakit hati menghanyutkan melanda sang wanita. Petaka keabadian menghiasi kehidupan cinta dua sejoli. Hingga membawa pada keretakan hubungan suci mereka berujung pada perceraian.