Halim pernah berkata, jatuh cinta adalah dungu
Karena baginya, itu mampu mengusir jauh semua logika
Sering Halim melihat seorang pencinta banyak termangu
Sering menjadi tak waspada sampai kadang menjadi celaka
Halim sering tertawa melihat pencinta terlihat linglung
Menghabiskan banyak waktu dengan pikiran penuh lamunan
Halim tak mengerti apa isi hati yang sedalam palung
Baginya sungguh bebal memperlakukan kehidupan bak permainan
Halim tak akan percaya bahwa cinta itu sesuatu yang indah
Halim lebih yakin bahwa cinta itu adalah bentuk keegoisan
Sesuatu yang dengan mudah membuat hati merasa gundah
Sesuatu yang tanpa terduga bisa membelokkan kewarasan
Halim memancap tekad dalam kepala dan rencananya
Bahwa ia tak akan pernah diperbudak oleh rasa bernama cinta
Halim akan bertopang kuat pada tujuan dalam hidupnya
Dan berprinsip kuat akan mencencang kuat simpul cita-cita
Lalu suatu hari Halim bersua dengan seorang gadis
Gadis biasa yang tak masuk dalam hitungannya
Berpenampilan biasa tak penuh gaya jauh dari modis
Namun sesuatu membuat Halim penasaran tentangnya
Halim mencari tahu mengapa ia ingin melihat lagi gadis itu
Tapi Halim sama sekali tak menemukan sebuah jawaban
Yang ia tahu hanya rasa demikian kuat untuk bertemu
Dan entah mengapa ia hanya ingin menyampaikan sebuah sapaan
Hari- hari berlalu dan tak ada hal yang berubah
Halim sesekali melakukan siasat untuk berjumpa
Halim mulai berpuisi dan mencoba menggubah
Namun tatkala bertemu ia terdiam tak berani menyapa
Halim diserang kesal harus menelan ujarannya sendiri
Tak ingin mengakui bahwa cinta begitu besar punya pengaruh
Tak pandang seberapa logis isi kepala orang sehari-hari
Sekejap tergila romansa atau bahkan pikiran menjadi keruh
Halim tak pernah lagi menertawakan siapapun
Kini ia dengan segan menyadari satu hal telah terjadi
Bahwa tentang cinta ia sama sekali tak tahu apapun
Dan jatuh cinta bukanlah suatu hal yang tak berbudi
Borneo, Oktober 2021