facebook

Sinopsis Drama Thailand 55:15 Never Too Late Episode 11: Terlihatnya Setitik Cahaya

Lintang Larissya
Sinopsis Drama Thailand 55:15 Never Too Late Episode 11: Terlihatnya Setitik Cahaya
Cuplikan drama Thailand 'Never Too Late' episode 11. (Instagram/gmmtv)

Drama Thailand ‘55:15 Never Too Late’ yang digarap oleh sutradara Saranyu Jiralaksanakul melalui rumah produksi GMMTV ini sudah memasuki episode 11. Sebagai informasi, drama ini menceritakan lima orang dewasa berumur 55 tahun yang kembali menjadi siswa umur belasan tahun dalam waktu semalam. Drama ‘55:15 Never Too Late’ dibintangi oleh Nanon Korapat, Khaotung, View Benyapa, Piploy Kanyarat, dan Kayavine.  

Berikut ini sinopsis singkat drama ‘55:15 Never Too Late’ episode 11 yang wajib kamu simak, sebelum menontonnya.

Sinopsis Drama Thailand ‘55:15 Never Too Late’ episode 11

Pada episode 11, kisah dilanjutkan dengan Greyta menepati janjinya untuk membawa Jaya ke perusahaan dan mengenalkannya kepada CEO perusahaan Greyta yang juga mantan atasan Jaya saat itu bermaksud untuk berkenalan sekaligus meminta kesempatan membuat Jaya kembali menjadi penyanyi. 

Ketika bertemu dengan CEO perusahaan, Jaya tidak bisa menahan emosi yang ada pada dirinya ketika melihat CEO itu bersikap baik kepada Greyta sementara tidak dilakukan padanya ketika Jaya kehilangan pamornya sebagai penyanyi.

Bahkan Jaya menyebut CEO itu sebagai seorang penipu, “habis manis sepah dibuang”di mana dia akan bersikap baik kepada artis-artis muda tapi akan dibuaang kala jaman mereka sudah lewat. 

Sementara dalam episode 11 drama ‘55:15 Never Too Late’ juga melanjutkan kisah San dengan Prim. San berkesempatan untuk mengantarkan ayahnya ke peristirahatan terakhir. Melihat Prim yang sudah sangat curiga dengan gelagat San yang sama persis dengan temannya, akhirnya Seksan mengaku apa yang terjadi dengan dirinya yang berubah menjadi anak 15 tahun.

Prim tidak percaya dan mengatakan bahwa San gila, karena tidak mungkin terjadi fenomena aneh seperti ini. San tidak mempermasalahkan itu, tapi ia berjanji akan membuktikan bahwa ia adalah Seksan, teman sekelas Prim di bangku sekolah. San juga mengatakan alasannya datang kembali ke kehidupan Prim yaitu karena dia tidak tega melihat Prim yang terus bersedih dan hidup dengan tidak bahagia.

Sementara itu Pipu dan Paul dicasting untuk main series, mereka datang ke tempat yang ditentukan dan disuruh untuk berakting. Chemistry keduanya menarik perhatian sang sutradara, Pipu dan Paul berhasil mendapatkan peran mereka dalam sebuah series.

Di sisi lain, Kiki melihat perasaan San yang sebenarnya. Ia kira selama ini San mendekatinya karena suka padanya, tapi ternyata San suka kepada tantenya. Kiki sangat sakit hati, tapi ia ingin segera melupakan San. Kiki pun membantu Pangpond untuk mempromosikan akademi tinjunya. 

Akhirnya hari yang ditunggu datang, Thep berkesempatan untuk kembali ke ring tinju dengan mengikuti kompetisi. Tak disangka ternyata lawannya adalah Pruek, siswa yang saat itu ditawari Thep untuk bergabung ke akademi tinjunya. Meskipun sudah hampir 40 tahun berhenti dari dunia tinju, tapi Thep masih bisa membuktikan kemampuannya sebagai seorang petinju yang hebat. Dengan satu kali pukulan, Thep berhasil kalahkan Pruek. 

Sementara itu cuplikan episode 12 ‘55:15 Never Too Late’ yang akan tayang pada Senin (10/1) menampilkan Jarunee mengikuti siswa (yang kini menjadi temannya) yang diduga melakukan sesuatu yang ilegal. 

Ikuti perjalanan kelima anggota geng 55:15 yang kembali berjuang meraih mimpi mereka setelah berubah menjadi anak remaja usia 15 tahun dalam drama Thailand ‘55:15 Never Too Late.’ Drama ini dapat disaksikan melalui YouTube GMMTV dan platform streaming Disney+ Hotstar. Selamat menonton!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak