Menurut saya, majalah Bobo termasuk majalah yang sangat bagus dijadikan sebagai bacaan yang menghibur sekaligus mendidik untuk anak-anak Indonesia. Bahkan tak hanya anak-anak, orangtua juga bisa meluangkan waktu untuk membaca majalah ini, sebagai bekal untuk menambah pengetahuan sekaligus bekal mendidik anak-anaknya.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengulas majalah Bobo edisi tahun XXXVI (19 Maret 2009). Ada sebuah tulisan (dongeng) yang begitu menarik dan sangat bagus dijadikan sebagai pelajaran berharga untuk anak-anak. Yakni dongeng berjudul Apakah Kebahagiaan Itu? Menceritakan tentang tiga anak gembala yang merasa penasaran dengan arti kebahagiaan. Jadi ceritanya, suatu hari mereka bertiga kedatangan seorang wanita cantik yang ingin meminta air dari sumur yang belum lama mereka gali.
Mereka bertiga pun membolehkan. Setelah wanita cantik itu minum air sumur sampai puas, ia berkata, “Kalian adalah anak-anak yang baik. Saya akan anugerahkan kebahagiaan kepada kalian.” Mereka tak mengerti dengan ucapan si wanita, lantas meminta penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan kebahagiaan tersebut. “Tolong jelaskan pada kami, apakah kebahagiaan itu?” tanya mereka.
Si wanita lalu membuat perjanjian. Intinya, ketiga anak gembala tersebut diminta mencari jawaban sendiri. Ia memberi waktu yang sangat panjang yakni lima belas tahun dan setelah itu mereka dan si wanita akan kembali bertemu di depan sumur tersebut. Singkat cerita, setelah lima belas tahun berlalu, ketiga anak gembala itu kembali bertemu. Mereka sudah tumbuh menjadi pemuda tampan. Mereka bertiga pun menceritakan pengalaman masing-masing.
Anak gembala pertama bercerita, “Sejak kita berpisah, saya pergi ke kota untuk sekolah kedokteran. Akhirnya saya berhasil menjadi dokter. Saya telah mengobati banyak orang. Pada saat saya melihat orang yang saya rawat itu pelan-pelan mengalami kesembuhan, saya merasa sangat bahagia. Saya merasa sangat bahagia pada saat sedang membantu orang lain.”
Anak gembala kedua bercerita, “Saya telah pergi ke banyak tempat dan melakukan banyak pekerjaan. Saya bekerja dengan rajin dan serius. Saya merasa bahagia pada saat saya bisa berguna bagi orang lain.”
Anak gembala ketiga bercerita, “Saya tetap tinggal di desa ini dan bersawah. Menanam banyak gandum dan memberi makan banyak orang. Pada waktu saya melihat orang lain hidup sehat, saya merasa sangat bahagia.”
Pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kisah tiga gembala tersebut yakni: bahwa arti kebahagiaan itu adalah bila kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Benar sekali apa yang disampaikan oleh wanita cantik itu ketika bertemu kembali dengan ketiga anak gembala yang sudah dewasa itu, bahwa “Kebahagiaan itu akan diperoleh saat kita bisa mempergunakan talenta kita untuk melakukan hal yang berguna bagi orang lain.”
Selain dongeng, tentu masih banyak tulisan lain yang menarik disimak dan diambil hikmahnya dalam majalah Bobo edisi 19 Maret 2009 ini. Misalnya, tulisan berupa cerpen berjudul Si Pemalas Miskin yang mengisahkan pemuda bernama Chen yang hidupnya tetap dikungkung rasa malas meskipun sudah diberi sebidang tanah dan seekor sapi oleh Pak Liong, orang kaya yang dermawan. Ada juga tulisan ilmiah tentang peramal cuaca, yang menguraikan tentang hewan-hewan peramal cuaca. Misalnya kelelawar, hewan ini biasanya tak akan keluar dari sarangnya saat cuaca buruk. Namun ketika mereka keluar beterbangan saat senja, biasanya menandakan cuaca sedang baik.