Joan of Arc merupakan pahlawan wanita Prancis. Joan of Arc merupakan salah satu wanita paling ikonik di dunia. Dia menjadi prajurit termuda dalam sejarah. Setelah 600 tahun berlalu sejak kelahirannya, kisah Joan of Arch masih menjadi insipirasi kepada orang banyak. Dia bertanggung jawab untuk memimpin tentara Prancis menuju kemenangan atas Inggris di Orléans, setelah meyakinkan Charles VII untuk membiarkannya berpakaian seperti pria dan bertarung.
Sejak usia 13 tahun Joan of Arc telah menerima komunikasi dari malaikat agung St. Michael, St. Catherine dari Alexandria dan St. Margaret dari Antiokhia; pesan mereka adalah bahwa dia harus membantu Prancis terbebas dari Inggris. Berikut 5 fakta Joan of Arc, Pahlawan wanita Prancis yang jarang orang ketahui
1.Sempat dianggap terkena penyakit epilepsi dan skizofrenia
Sekitar usia 12 atau 13 tahun, Joan of Arc tampaknya mulai mendengar suara-suara dan mengalami penglihatan, yang ia tafsirkan sebagai tanda-tanda dari Tuhan. Disadur dari discoverwalks.com, selama persidangannya, dia bersaksi bahwa para malaikat dan orang-orang kudus pertama-tama menyuruhnya hanya untuk menghadiri gereja dan hidup saleh; kemudian, mereka mulai menginstruksikannya untuk membebaskan Prancis dari Inggris yang menyerang dan menetapkan Charles VII, pewaris takhta takhta Prancis, sebagai raja yang sah di negara itu.
Pembantu menegaskan bahwa cahaya terang sering menyertai penglihatan dan dia juga mendengar suara-suara lebih jelas ketika bel berbunyi. Berdasarkan rincian ini, beberapa ahli telah menyarankan bahwa Joan menderita salah satu dari banyak kondisi neurologis dan kejiwaan yang memicu halusinasi atau delusi, termasuk migrain, gangguan bipolar dan lesi otak, untuk menyebutkan beberapa saja. Namun teori lain menyatakan bahwa dia tertular tuberkulosis sapi, yang dapat menyebabkan kejang dan demensia, dari minum susu yang tidak dipasteurisasi dan merawat ternak saat masih kecil.
2. Punya banyak nama
Joan of Arc Punya Banyak Nama. Sebelum persidangan pertamanya, Joan of Arc mencatat namanya sebagai "Jehanne la Pucelle" yang berarti Joan si pembantu, mengklaim bahwa dia tidak tahu nama belakangnya. Di kampung halamannya di Domrémy, Prancis timur laut, dia dikenal sebagai Jehanette. Ada juga rekaman Jehanne d'Arc, Jehanne Tarc, Jehanne Romée dan mungkin Jehanne de Vouthon. Diperkirakan bahwa Arc hanyalah adaptasi dari tebakan terbaiknya tentang nama belakang ayahnya: d'Arc
3. Wanita pertama yang membuat potongan rambut “Bob”
Banyak menyuruhnya mengenakan pakaian pria untuk berperang, dan menyuruh Joan untuk memakai rambutnya yang agak pendek. Disadur dari history.com, dia memotongnya sembarangan menjadi bob, dan tetap dalam gaya ini sampai penculiknya mencukur kepalanya sesaat sebelum dia dieksekusi. Kemudian pada tahun 1909 ketika penata rambut paling dicari di Paris, Monsieur Antoine, menggunakan Joan of Arc sebagai inspirasinya untuk mulai memotong rambut wanita menjadi gaya bob. Jika kamu mengikuti tren mode Prancis, kamu tahu bahwa bob sering dikaitkan dengan citra klasik seorang wanita Paris, biasanya dalam hubungannya dengan semacam baret.
4. Tidak Pernah aktif dalam pertempuran fisik
Joan sangat terdepan dalam semua pertempuran, tetapi ini lebih bersifat metaforis daripada fisik. Dia menciptakan strategi, memimpin pasukan, dan menawarkan solusi, tetapi dia sendiri tidak pernah benar-benar terlibat dalam peperangan aktif. Dia akan menemani pasukan ke dalam pertempuran, tetapi memegang spanduk, bukan senjata. Dia, bagaimanapun, mengalami dua cedera serius pada kasus terpisah. Salah satunya adalah panah ke bahu dan yang lainnya adalah panah ke paha.
5. Digambarkan sebagai simbol Prancis dan diangkat sebagai orang suci
Setelah kematian Joan of Arch, Raja Charles VII kemudian angkat bicara dan mengatakan bahwa ada kesalapahaman yang disengaja untuk menyudutkan Joan. Tahun 1486, Paus Callixtus memerintahkan Gereja Katolik untuk menyelidiki lebih dalam tentang dakwaan hakim di persidangan Joan of Arch.
Hakim yang bertanggung jawab untuk mengadili Joan of Arch akhirnya mengakui bahwa pasal pasal yang dituduhkan kepada Joan adalah tuduhan belaka untuk membunuh Joan. Sejak saat itu Joan of Arch menjadi legenda Prancis. Napoleon Bonaparte mendeklarasikan Joan of Arch sebagai simbol Prancis. Disadur dari snippetsofparis.com, pada tahun 1920, Paus Benedictus XV mengangkat Joan of Arch menjadi orang suci bagi Gereja Katolik.
Itulah beberapa fakta dari Joan of Arch, Perempuan legenda Prancis yang menginspirasi dunia.