facebook

Dampak Negatif Game Online, Ulasan Buku Gara-Gara Game Online

Untung Wahyudi
Dampak Negatif Game Online, Ulasan Buku Gara-Gara Game Online
Buku Gara-gara Game Online (dok.pribadi/wahyudiuntung)

Tak dapat dimungkiri bahwa kecanggihan teknologi dan informasi saat ini membawa dampak positif bagi perkembangan dan pengetahuan. Dengan teknologi mutakhir, semua orang bisa mengakses berbagai informasi cukup dari gawai di tangan.

Bahkan, saat pandemi Covid-19 melanda dunia, belajar dari rumah dengan menggunakan perangkat teknologi menjadi pilihan utama untuk menekan angka penyebaran virus.

Namun begitu, para orangtua harus bisa memantau anak-anaknya saat menggunakan gawai. Jangan sampai telepon seluler yang sedianya digunakan untuk belajar, disalahgunakan untuk hal-hal negatif.

Salah satunya adalah dampak dari permainan atau game online yang selama ini digandrungi dan marak di kalangan anak-anak. Lewat perangkat telepon pintar, mereka sudah bisa bemain aneka game online.

Kumpulan cerita Gara-Gara Game Online yang ditulis oleh Fery Lorena Yanni mengisahkan bagaimana dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari game online. Dalam cerita Gara-Gara Game Online, Fery Lorena Yanni mengangkat kisah tentang seorang anak bernama Cika yang keranjingan game online. Lewat perangkat handphone cerdasnya, Cika tidak bisa lepas dari hobinya bermain game.

Kebiasaan tersebut terbawa saat Cika dan teman-temannya berekreasi ke suatu tempat yang belum pernah mereka datangi. Sejak awal pemberangkatan, Cika tetap setia dengan game di handphone-nya. Saat teman-temannya turun untuk istirahat, makan, dan buang air kecil, Cika tetap di dalam bis dengan game-nya.

Dari cerita Cika di atas begitu jelas bahwa game online membuat penggunanya lupa waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar bisa terbuang dengan percuma. Bahkan, para pemain game bisa lupa waktu makan, meskipun perut sudah keroncongan.

Cerpen-cerpen lain seperti Rahasia Allah karya Yosep Rustandi, Arti Sebuah Nama karya Yersita, dan cerita lainnya, cukup menginspirasi karena mayoritas bercerita tentang bagaimana memahami kekuasaan sang Maha Pencipta, bagaimana memahami makna persahabatan, dan lainnya.

Dari kisah-kisah yang ditulis para Finalis Lomba Menulis Cerpen Lintang 2019 ini, pembaca bisa memetik banyak pelajaran agar bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Jangan sampai waktu yang ada hanya digunakan untuk hal-hal yang percuma dan tidak mendatangkan manfaat apa-apa.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak