Afifah Afra adalah salah seorang penulis produktif yang sampai saat ini terus melahirkan karya berupa novel atau buku-buku motivasi. Berkarya sejak awal 2000-an, hingga kini sudah ada puluhan karya fiksi dan nonfiksi yang dihasilkannya. Sebelum menerjuni penulis novel, penulis yang kini sebagai direktur sebuah penerbitan di Solo, lebih banyak menulis cerita pendek yang dimuat di sejumlah media seperti Annida, Ummi, Karima, dan beberapa media lainnya.
Cinta Suci Adinda adalah salah satu karyanya yang berkisah tentang dedikasi seorang perawat bernama Adinda. Dia perempuan lugu dan senantiasa setia pada tugasnya sebagai perawat. Loyalitasnya begitu tinggi, terutama saat merawat seorang lelaki tua pengidap skizofrenia bernama Brata Kusuma.
Cukup lama Adinda bekerja dan merawat lelaki tersebut. Dia merawat pasiennya sebagaimana merawat orangtuanya sendiri. Kecintaannya terhadap profesi yang disandangnya membuat dia tak sekalipun bermasalah selama merawat Pak Brata.
Hingga pada suatu waktu, berembus kabar bahwa Adinda ditangkap polisi karena diduga menculik mantan pasiennya tersebut. Kabar itu terdengar di telinga dokter Irham yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa tempat Pak Brata dirawat. Dokter muda tersebut tidak percaya dengan kabar yang beredar. Dia berani bersaksi kalau Adinda orang yang baik. Tidak mungkin dia nekad menculik Pak Brata yang selama ini dirawat dan dijaga.
Dokter Irham mau tidak mau berusaha menyelesaikan yang membelit Adinda. Dia berusaha untuk membebaskan Adinda dari segala macam tuduhan. Meskipun dia tahu, hubungan Adinda dan Pak Brata memang begitu dekat, tetapi Irham tidak mau curiga macam-macam.
Kisah yang begitu rumit ini disajikan penulis dengan bahasa yang menarik dan sederhana. Sebagai novel populer, tentu novel ini bisa dinikmati oleh siapa saja. Tidak perlu mengerutkan kening sebagaimana membaca karya sastra berat, membaca novel ini bisa menjadi hiburan sekaligus informasi yang menarik bagi pembaca.
Ada banyak komentar atau testimoni positif di laman Goodreads tentang novel yang sebelumnya pernah diterbitkan dalam bahasa Melayu dengan judul Kasih Adinda tersebut. Sejumlah pembaca mengagumi sosok Adinda yang begitu loyal dan total sebagai seorang perawat. Pembaca bisa belajar banyak hal dari sosok Adinda yang begitu sederhana, namun sanggup membuat banyak orang kagum, termasuk Irhamudin Prasetya yang akrab disapa dokter Irham.