Meningkatkan Kesadaran Diri Terhadap Mental Illness Lewat Novel Persona

Ayu Nabila | Habil Samsuri
Meningkatkan Kesadaran Diri Terhadap Mental Illness Lewat Novel Persona
Novel Persona (DocPribadi/ Habil Samsuri)

Pada zaman sekarang, anak muda lebih sadar akan kesehatan mental. Mereka sudah menyadari bahwa begitu pentingnya mental illness di usianya. Dimana sedang melewati masa transisi menuju dewasa yang tidak mudah dilewati bagi banyak anak muda. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu membaca buku, terutama buku yang membahas tentang mental illness, mulai dari buku motivasi, pengembangan diri, sampai novel

Jika kamu tidak terlalu suka membaca buku pengembangan diri yang mungkin terkesan berat dan sulit dipahami, coba mulai dari baca novel yang kisahnya relate dengan kehidupanmu. Tentu saja dapat memotivasi diri kamu sendiri. Salah satu novel yang mengangkat isu mental illness, yaitu Persona karya Fakhrisina Amalia. 

Novel ini berkisah tentang gadis remaja bernama Azura yang memiliki sifat penyendiri dan termasuk orang yang terbiasa menjaga jarak dengan kehidupan sosial. Kebiasaan buruk Azura yaitu menyayat tangannya menjadikannya hobi dikala dia ingin mendapatkan kedamaikan. Hobi tersebut didapatkannya karena ketidakharmonisan dalam keluarganya, yakni pada kedua orangtuanya. Mama dan Papanya sering bertengkar dan berakhir dengan perceraian.

Hidup Azura sungguh berantakan dan sejak saat itu ia enggan berteman dengan siapapun. Sampai akhirnya, muncul sosok Altair yang merupakan siswa pindahan di sekolahnya. Kehadiran seorang anak lelaki keturunan Jepang itu berhasil membuat hidup Azura membaik, ia tidak lagi menyayat tangannya. Meski awalnya Azura menolak ajakan berteman dari Altair. Cowok itu mampu memahami perasaan yang selama ini terasa sakit bagi Azzura. Tepatnya, keduanya memiliki kisah yang sulit dalam hidup. 

Di sisi lain, Azura menyimpan rasa pada kakak kelasnya, Kak Nara. Perasaan sukanya berawal saat Kak Nara menolongnya saat Azura masuk ke lubang. Namun, sejak saat itu keduanya tidak berinteraksi lagi, Azura hanya memerhatikannya dari jauh saat Kak Nara bermain sepak bola di lapangan sekolah. 

Lagi-lagi sosok Altair dapat merubah kehidupan Azura, salah satunya perasaan cewek itu kepada Kak Nara dan malah beralih kepadanya. Altair menjadikan hidup Azura yang suram menjadi berwarna. Namun, saat keduanya mulai jatuh cinta, Altair justru menghilang begitu saja dari hidup Azura. Tanpa kabar dan tanpa pamit. Kenyataan pahit juga dirasakannya setelah mengetahui rahasia kehidupan orangtuannya. Kebiasaan buruk yang menyakiti dirinya mulai hadir kembali.

Kehidupan semakin berjalan, Azura memasuki dunia perkuliahan. Dia berteman dengan Yara, yang ternyata adik dari Kak Nara. Keduanya membuat kehidupan Azura membaik, meski belum sepenuhnya. Namun, tiba-tiba Altair muncul begitu saja. Alih-alih menyembuhkan luka pada Azura, cowok itu malah meinggalkan luka. Dari sini terkuak lah inti permasalahan yang terjadi pada Azura, si gadis penyendiri.

Novel terbitan Gramedia padaa tahun 2016 ini ditampilkan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami. Alurnya juga rapi dan beruntut serta saling berhubungan dan terdapat plot yang tidak disangka-sangka di setiap babnya. Setiap detail pada cerita disampaikan rinci dan terkesan lues, yang menjadi petunjuk di akhir cerita. Bahkan bisa saja terlewatkan pembaca karena terlalu fokus dan terhanyut dengan kisah miris Azura.  

Novel ini tidak hanya menampilkan kisah romansa, tapi juga makna kehidupan. Dibalik kisah yang menyayat hati ini, ada penulis hebat yang berhasil menyampaikan pesan-pesan kehidupan. Dari tokoh Azura kita dapat belajar bahwa sebagai makhluk sosial tentu kita butuh manusia lain dalam kehidupan. Sebagai teman cerita, susah, dan senang bersama. Jangan pernah merasa kesepian, karena hidup tidak hanya tentang diri sendiri saja. Selain itu, banyak juga pengetahuan tentang psikologi yang mungkin belum kita alami di kehidupan sehari-hari, yang membuat poin plus pada novel Persona ini.

Itulah ulasan singkat novel Persona yang bisa membantumu meningkatkan kesadaran diri terhadap mental illness. Selamat membaca dan semoga bermanfaat, ya!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak