The Lost Library merupakan buku bergenre teenlit karya Rebecca Stead dan Wendy Mass yang didedikasikan untuk pustakawan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Buku dengan ilustrasi cerah bergambar kucing oranye, seekor tikus, dan sebuah kunci. Namun di balik tampilan manis itu, tersimpan misteri besar yang berlapis-lapis, berakar pada sebuah kebakaran perpustakaan dua puluh tahun silam.
Sinopsis
Cerita diawali dengan tokoh Evan, anak kelas 6 SD, yang pulang sekolah mendaki perbukitan kecil. Tiba-tiba, sedikit demi sedikit, tampak sebuah perpustakaan kecil gratis dengan plang baru bertuliskan ambil buku, tinggalkan buku, atau keduanya. Perpustakaan ini ditunggui seekor kucing manis bernama Mortimer. Evan pun mengambil dua buku yang kemudian menuntunnya pada sebuah misteri besar.
Pada kedua buku tersebut terdapat tulisan kecil: Perpustakaan Martinville. Padahal, perpustakaan itu telah habis terbakar dua puluh tahun lalu. Pada kartu pinjam buku berjudul Cara Menulis Cerita Misteri tertulis nama HG Higgins, seorang penulis misteri terkenal. Sementara satu buku lainnya yang sudah rusak dan ditambal selotip bertuliskan nama Edward McCallens—ayah Evan sendiri. Kedua buku itu tercatat dikembalikan pada tanggal 5 November 1999, hari terjadinya kebakaran.
Berbagai pertanyaan pun muncul. Apakah ada hubungan antara kedua orang tersebut dengan kebakaran perpustakaan? Hal ini mendorong Evan dan temannya, Rafe, bermain detektif-detektifan.
Pencarian mereka membuahkan hasil berupa petunjuk yang mengarah pada ayah Evan saat remaja, ketika ia menjadi pustakawan magang di Perpustakaan Martinville pada tahun 1999, sebagai pelaku kebakaran. Namun Evan berusaha menyangkalnya dengan mencari bukti lain bahwa HG Higgins juga mengembalikan buku pada waktu yang sama. Pekerjaan ayah Evan pun ternyata tidak ada hubungannya dengan buku—ia hanya menyelamatkan tikus-tikus, dalam arti sesungguhnya.
Sudut pandang lain dalam novel ini juga datang dari AL, asisten pustakawan hantu yang menciptakan perpustakaan kecil gratis tersebut. Selain itu, cerita juga berpindah ke sudut pandang si kucing manis yang dulunya tinggal di Perpustakaan Martinville. Setiap kali mengingat kebakaran, kucing itu selalu bergumam bahwa semua itu adalah salahnya.
Akhir cerita menyajikan keadilan bagi semua tokoh, dengan berbagai kejutan dalam plot twist. Terjawab pula penyebab kebakaran: benarkah AL adalah hantu sungguhan seperti yang diyakininya dan bagaimana hubungan HG Higgins dengan Edward—atau mungkinkah mereka orang yang sama?
Kelebihan
Buku ini bebas dari kekerasan, umpatan, maupun ketegangan thriller yang berlebihan, sehingga aman dan nyaman dibaca anak-anak. Kutipan-kutipan dari tokoh besar yang diselipkan di dalamnya perlahan menumbuhkan cinta pada buku dan perpustakaan.
Kekurangan
Pergantian sudut pandang orang ketiga—antara Evan, AL, dan si kucing—kadang membuat alur terasa meloncat-loncat, sehingga pembaca perlu mengulang beberapa bagian. Selain itu, pengulangan adegan keseharian seperti makan, minum teh, dan waktu-waktu senggang terasa berlebih dan dapat dilewati tanpa kehilangan inti cerita..
Identitas Buku
Judul: The Lost Library
Judul Terjemahan: Misteri Perpustakaan yang Hilang
Penulis: Rebecca Stead & Wendy Mass
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2025
ISBN: 978-602-06-7880-1
Kota Terbit: Jakarta