Film komedi sering kali dianggap sebagai hiburan ringan tanpa perlu banyak berpikir. Kita datang ke bioskop, tertawa, lalu pulang dengan kepala kosong. Namun Papa Zola The Movie mencoba menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda. Di balik humor yang absurd dan kadang terasa “nggak masuk akal”, film ini menyelipkan potongan-potongan realita yang justru terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sejak awal film, Papa Zola The Movie sudah menunjukkan niatnya untuk tidak tampil sok rapi. Alurnya santai, dialognya lepas, dan gaya humornya cenderung spontan. Film ini seperti tidak ingin terlihat terlalu pintar, tapi justru di situlah daya tariknya muncul. Penonton diajak tertawa tanpa banyak aturan, tanpa perlu mencerna pesan berat sejak menit pertama.
Kekuatan utama Papa Zola The Movie jelas ada di humornya. Film ini banyak bermain di wilayah absurd, mulai dari situasi yang dibesar-besarkan, karakter yang bertingkah di luar nalar, sampai dialog yang terdengar receh tapi justru memancing tawa. Humor semacam ini mungkin tidak cocok untuk semua orang. Ada penonton yang menyukai komedi cerdas dan penuh sindiran halus, ada juga yang lebih menikmati tawa lepas tanpa mikir panjang.
Film ini tidak malu-malu menyajikan kelucuan yang apa adanya, bahkan terkadang terasa seperti lelucon tongkrongan yang dibawa ke layar lebar. Menariknya, meski absurd, humornya tidak sepenuhnya kosong. Banyak adegan yang terasa berangkat dari situasi nyata, hanya saja dilebih-lebihkan. Dari sinilah sentuhan realita mulai terasa.
Dari sisi cerita, Papa Zola The Movie tidak mencoba menjadi rumit. Alurnya cenderung lurus dan mudah diikuti. Film ini lebih fokus pada rangkaian kejadian lucu yang dialami para tokohnya, ketimbang membangun plot yang kompleks. Namun kesederhanaan ini justru menjadi kelebihan. Penonton tidak dipaksa untuk mengingat detail cerita yang berlapis-lapis. Kita cukup mengikuti perjalanan para karakter dan menikmati setiap momen konyol yang muncul.
Di balik semua kelucuannya, film ini menyelipkan gambaran tentang kehidupan sehari-hari: soal ekonomi, pertemanan, tekanan hidup, dan cara orang-orang kecil bertahan dengan caranya masing-masing. Semua dibungkus ringan, tanpa ceramah, tanpa kesan menggurui.
Salah satu hal yang membuat Papa Zola The Movie terasa dekat adalah karakter-karakternya. Mereka tidak digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Justru sebaliknya, penuh kekurangan, sering salah langkah, dan kadang membuat keputusan bodoh. Karakter-karakter seperti ini mudah ditemui di sekitar kita. Teman yang terlalu sok tahu, orang yang nekat tanpa rencana, atau sosok yang selalu berusaha terlihat hebat padahal sering gagal. Ketidaksempurnaan ini membuat penonton bisa tertawa sekaligus merasa relate.
Meski dominan lucu, Papa Zola The Movie bukan film yang sepenuhnya kosong makna. Ada beberapa momen yang tanpa disadari mengajak penonton untuk berkaca. Tentang bagaimana kita sering menertawakan masalah, padahal sebenarnya sedang berusaha bertahan.
Film ini seperti ingin mengatakan bahwa hidup memang sering absurd. Banyak hal tidak berjalan sesuai rencana, dan terkadang satu-satunya cara bertahan adalah dengan menertawakannya. Pesan ini tidak disampaikan secara gamblang, tapi terasa lewat rangkaian kejadian yang dialami para tokoh. Inilah yang membuat Papa Zola The Movie punya “sentuhan realita”. Di balik semua kelucuan, ada rasa pahit yang dibungkus dengan tawa.
Tentu saja, film ini bukan tanpa kekurangan. Bagi sebagian penonton, gaya humornya mungkin terasa terlalu berisik atau berlebihan. Ada juga adegan yang terasa terlalu panjang dan bisa dipadatkan agar ritme film lebih rapi. Selain itu, karena fokus utama ada pada komedi, beberapa bagian cerita terasa kurang digali lebih dalam. Namun jika sejak awal menonton dengan ekspektasi untuk mencari hiburan ringan, kekurangan ini tidak terlalu mengganggu.
Papa Zola The Movie paling pas dinikmati oleh penonton yang ingin tertawa tanpa beban. Film ini cocok ditonton bersama teman atau keluarga, terutama saat ingin melepas penat setelah hari yang melelahkan. Ia bukan film yang akan membuat penonton berpikir keras atau merenung lama setelah keluar dari bioskop. Namun ia berhasil menjalankan tugas utamanya sebagai hiburan yang jujur dan menghibur.
Sebagai film komedi, Papa Zola The Movie berhasil menghadirkan tawa lewat humor absurd yang dikombinasikan dengan potongan realita kehidupan sehari-hari. Ia mungkin tidak sempurna, tapi justru ketidaksempurnaan itulah yang membuatnya terasa dekat. Bagi penonton yang mencari hiburan sederhana dengan sentuhan kejujuran, film ini layak untuk ditonton. Papa Zola The Movie membuktikan bahwa komedi tidak harus selalu rapi untuk bisa menghibur. Kadang, yang paling jujur justru datang dari kekacauan yang dibuat dengan niat tulus.