Banyak orang berpikir bahwa kalau motor jarang dipakai, berarti tidak perlu sering-sering diservis. Logikanya sederhana: tidak dipakai, ya tidak aus. Motor lebih sering diam di garasi, hanya keluar sesekali saat ada keperluan penting, jadi rasanya aman-aman saja tanpa perawatan rutin.
Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Motor, sama seperti kendaraan lainnya, tetap mengalami perubahan kondisi meskipun tidak digunakan setiap hari. Justru dalam beberapa kasus, motor yang terlalu lama diam bisa lebih cepat bermasalah dibandingkan dengan motor yang rutin dipakai. Hal ini dikarenakan pada dasarnya mesin dan komponen motor dirancang untuk bergerak, bukan hanya terparkir.
Salah satu hal yang sering dilupakan adalah kondisi oli mesin. Banyak yang mengira oli hanya perlu diganti berdasarkan jarak tempuh, padahal waktu juga berpengaruh. Oli yang terlalu lama berada di dalam mesin bisa mengalami penurunan kualitas. Kandungan aditifnya berkurang dan kemampuannya melumasi komponen mesin tidak lagi maksimal. Walaupun motor jarang dipakai, oli tetap terpapar udara dan perubahan suhu. Kalau dibiarkan terlalu lama, pelumasannya jadi tidak optimal saat mesin dinyalakan.
Selain oli, bahan bakar juga bisa menjadi masalah. Bensin yang terlalu lama mengendap di tangki atau sistem bahan bakar bisa meninggalkan residu. Pada motor tertentu, endapan ini dapat mengganggu aliran bahan bakar. Akibatnya, saat motor akhirnya digunakan, mesin terasa tidak halus atau bahkan sulit dinyalakan. Ini sering terjadi pada motor yang berminggu-minggu atau berbulan-bulan tidak dipakai sama sekali.
Aki juga termasuk komponen yang rentan ketika motor jarang digunakan. Aki bekerja menyimpan daya listrik untuk starter dan sistem kelistrikan lainnya. Jika motor terlalu lama tidak dinyalakan, daya aki bisa perlahan habis. Saat ingin dipakai, motor malah tidak bisa distarter karena aki sudah lemah. Banyak orang baru menyadari hal ini ketika benar-benar membutuhkan motor dalam kondisi mendesak.
Ban pun tidak luput dari dampaknya. Motor yang terlalu lama bertumpu pada satu posisi bisa membuat tekanan ban berubah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, permukaan ban bisa mengalami perubahan bentuk ringan karena terlalu lama menahan beban di satu titik. Memang tidak selalu terlihat jelas, tetapi tetap bisa memengaruhi kenyamanan dan kestabilan saat dikendarai.
Belum lagi komponen seperti rem dan rantai. Debu dan kelembapan bisa memengaruhi performa keduanya. Cakram rem bisa memunculkan lapisan tipis karat jika terlalu lama tidak digunakan. Rantai yang jarang bergerak juga bisa kering dan kurang pelumasan. Saat motor kembali dipakai, bunyi berdecit atau gerakan tidak halus bisa muncul.
Inilah alasan mengapa servis berkala tetap penting meskipun motor jarang dipakai. Servis bukan hanya soal memperbaiki kerusakan, melainkan lebih kepada pencegahan. Mekanik biasanya akan memeriksa kondisi umum motor, memastikan pelumas masih layak, mengecek sistem kelistrikan, serta memastikan semua komponen bekerja sebagaimana mestinya.
Servis berkala juga membantu mendeteksi masalah kecil sebelum menjadi besar. Kadang ada bagian yang mulai melemah, tetapi belum terasa saat digunakan sebentar. Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan bisa diketahui lebih awal. Biaya perbaikannya pun biasanya lebih ringan dibandingkan jika sudah telanjur parah.
Selain itu, motor yang rutin dirawat cenderung memiliki umur pakai lebih panjang. Walaupun jarang dipakai, kondisi tetap terjaga. Jika suatu saat ingin dijual, motor dengan riwayat perawatan yang baik biasanya memiliki nilai jual lebih tinggi. Pembeli pun lebih percaya karena tahu kendaraan tersebut tidak dibiarkan begitu saja tanpa perhatian.
Bukan berarti motor harus diservis sesering motor harian yang dipakai puluhan kilometer setiap hari. Namun, tetap ada interval waktu yang sebaiknya diperhatikan. Misalnya, mengganti oli berdasarkan waktu, bukan hanya jarak tempuh. Menyalakan mesin secara rutin meskipun hanya beberapa menit juga bisa membantu menjaga sirkulasi oli dan kondisi aki.
Kalau motor memang jarang digunakan, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan. Sesekali panaskan mesin sampai suhu kerja tercapai. Periksa tekanan angin ban. Pastikan bahan bakar tidak terlalu lama mengendap. Dan tentu saja, tetap jadwalkan servis ringan sesuai dengan rekomendasi waktu.
Intinya, motor yang jarang dipakai bukan berarti bebas dari risiko kerusakan. Justru karena lebih sering diam, ada bagian-bagian tertentu yang membutuhkan perhatian khusus. Servis berkala bukan pemborosan, melainkan bentuk investasi agar motor tetap siap digunakan kapan saja.
Bayangkan situasi darurat ketika Anda benar-benar membutuhkan motor, tetapi saat dinyalakan malah tidak bisa hidup. Tentu akan merepotkan. Dengan perawatan rutin, risiko seperti itu bisa diminimalkan. Jadi, meskipun motor lebih sering terparkir rapi di garasi, jangan anggap ia tidak butuh perhatian. Mesin tetap perlu dijaga, pelumas tetap perlu diganti, dan sistem tetap perlu dicek. Karena pada akhirnya, kendaraan yang dirawat dengan baik akan selalu lebih siap menemani kapan pun dibutuhkan.