Ulasan
Menyusuri Kota Jakarta: Dari Danau Kenanga hingga Kota Tua
Di tahun 2024, setelah masa magangku selesai, aku mengajak ayahku untuk berlibur ke Jakarta sekaligus mengunjungi kerabat di sana. Ini adalah kunjungan pertamaku ke Jakarta. Awalnya aku ingin pergi sendiri, tetapi ayah memutuskan untuk menemaniku karena khawatir, sementara ibu tetap di rumah.
Perjalanan dimulai dengan penerbangan menuju Jakarta, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Depok, tempat saudara dari pihak ayah tinggal. Setibanya di bandara, kami sempat kebingungan dengan sistem pembayaran angkutan bandara. Namun, setelah memperhatikan orang-orang yang menggunakan QRIS, kami pun mengikuti cara tersebut. Sebelumnya, aku juga sudah bertanya kepada abangku tentang cara menggunakan KRL, dan ia menyarankan untuk membeli kartu e-money.
Sesampainya di stasiun, kami dijemput dan langsung menuju rumah paman. Malam itu, kami diajak makan lele goreng di pinggir jalan. Ada satu hal kecil yang cukup membuatku kaget, ketika memesan es teh, yang datang ternyata teh tawar. Sebagai orang Sumatera, aku terbiasa dengan teh manis, jadi pengalaman ini terasa seperti culture shock kecil yang cukup menggelitik.
Keesokan harinya, kami sarapan lontong khas Jakarta yang ternyata berbeda dengan lontong di Sumatera karena tidak menggunakan mi. Hari itu, kami berencana mengunjungi Monumen Nasional. Namun sebelum itu, paman mengantar anak-anaknya les renang di kolam renang Universitas Indonesia. Sambil menunggu, aku dan ayah berjalan-jalan di sekitar kampus, termasuk ke Danau Kenanga dan gedung rektorat yang ikonik. Untuk pertama kalinya, aku merasakan langsung suasana kampus UI yang selama ini hanya kulihat di media.
Setelah sekitar satu jam, paman kembali dan kami pun melanjutkan perjalanan ke Monas. Sayangnya, karena menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia, area Monas ditutup. Kami hanya bisa berfoto dari luar sambil menikmati es krim.
Hari berikutnya, kami melanjutkan perjalanan ke Tangerang untuk mengunjungi keluarga dari pihak ibu. Perjalanan kali ini cukup menantang karena kami sempat bingung dengan rute stasiun, tetapi akhirnya berhasil sampai pada malam hari setelah bertanya kepada petugas.
Kami hanya sempat menginap semalam karena keesokan paginya harus pergi ke gereja di daerah Grogol. Meski sempat terlambat sedikit, kami akhirnya tiba di Posto Dormire. Dalam perjalanan menggunakan KRL, aku memperhatikan betapa banyak orang dengan berbagai latar belakang yang mengandalkan transportasi ini setiap hari. Ada rasa kagum melihat ketangguhan mereka menjalani rutinitas di kerasnya kehidupan Jakarta.
Sore harinya, sebelum penerbangan pukul delapan malam, kami memutuskan untuk mengunjungi Kota Tua Jakarta sebagai destinasi terakhir. Kawasan ini sangat ramai karena akhir pekan, dipenuhi anak-anak muda dan berbagai aktivitas menarik seperti pameran. Meski suasananya hidup dan menyenangkan, kepadatan serta asap rokok dan vape cukup mengganggu, sehingga kami tidak berlama-lama di sana.
Karena waktu yang terbatas dan kondisi jalan yang macet, kami memilih berjalan kaki sebelum kembali naik KRL menuju bandara. Sempat kebingungan mencari gate karena adanya dua terminal, tetapi untungnya kami tiba tepat waktu.
Sebelum benar-benar pulang, ada satu momen kecil yang justru paling membekas. Saat kami berpamitan, anak dari paman tiba-tiba bertanya polos, “Kakak mau ke mana?” Aku menjawab, “Kakak mau pulang ke Medan.” Ia langsung menimpali, “Nggak boleh pulang.”
Aku hanya bisa tertawa kecil, tapi di dalam hati rasanya hangat sekaligus haru. Meski pertemuan kami baru pertama kali, kedekatan itu terasa tulus. Apalagi melihat kondisinya yang istimewa, justru membuat cara ia menunjukkan perasaan menjadi lebih jujur dan tanpa sekat.
Perjalanan ini memang singkat, tetapi penuh cerita dan pengalaman baru dari belajar menggunakan transportasi umum hingga merasakan langsung dinamika kehidupan di ibu kota, dan juga tentang bagaimana pertemuan singkat bisa meninggalkan kesan yang begitu dalam. Jakarta meninggalkan kesan bagiku sebagai kota ternyaman karena saudara dan kenangan yang kubuat di sana.