Asian Games 2022 yang dilaksanakan di Hangzhou, China kurang beberapa hari lagi. Akan tetapi, skuad timnas Indonesia yang akan berlaga di cabor sepak bola hingga hari ini masih belum menemui titik terang siapa saja nama 24 pemain yang akan masuk ke dalam skuad inti timnas U-24 yang akan berlaga di ajang olahraga antara negara se-Asia tersebut.
Salah satu pemain yang kembali dipanggil dalam seleksi dan pemusatan latihan timnas Indonesia untuk persiapan Asian Games adalah Alfeandra Dewangga. Melansir dari laman klub PSIS Semarang (psis.co.id), centre-back berusia 22 tahun tersebut kembali mendapatkan panggilan untuk bergabung ke dalam pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia.
“Kami kembali menerima surat untuk pemanggilan Dewangga untuk Asian Games. Pada prinsipnya seperti pemanggilan sebelumnya kami mendukung, namun ini terlalu banyak karena ada empat pemain dan dua pelatih. Maka dari itu, kami saat ini masih menunggu siapa saja pemain PSIS yang fix berangkat ke China.”, ujar CEO klub PSIS Semarang seperti yang dikutip dari laman resmi klub PSIS Semarang.
Seperti yang telah diketahui, seblumnya PSIS Semarang telah melepas 3 pemainnya, yakni Luthi Kamal, Haykal Alhafiz dan Adi Satriyo guna bergabung ke dalam pemusatan latihan timnas Indonesia yang akan diproyeksikan untuk Asian Games 2022. Masuknya nama Alfeandra Dewangga membuat klub berjuluk “Mahesa Jenar” ini total telah melepas 4 pemainnya ke timnas plus 2 staff kepelatihannya.
Alfeandra Dewangga Menjadi Pemain Paling Sibuk di PSIS Semarang
Dipanggilnya kembali Alfeandra Dewangga ke dalam pemusatan timnas Indonesia menjadikan pemain dengan tinggi 179 cm tersebut telah mengikuti 4 pemusatan latihan timnas Indonesia. Sebelumnya, Alfenandra Dewangga telah masuk ke dalam skuad timnas senior yang berlaga di ajang FIFA Matchday kontra Turkmenistan pekan lalu. Lalu, pemain tersebut juga ikut ke dalam skuad timnas Indonesia U-23 yang melakoni ajang Kualifikasi Piala Asia U-23 di Solo.
Lebih jauh lagi, Alfeandra Dewangga juga tergabung ke dalam skuad timnas Indonesia yang berlaga di ajang AFF Cup U-23 di Thailand bulan Agustus lalu. Hal ini membuat namanya menjadi salah satu pemain tersibuk di dalam skuad PSIS musim ini. Akan tetapi, hal itu tentunya cukup wajar mengingat performanya sangat baik dalam membela PSIS Semarang dalam kurun 3 musim terakhir. Tentunya kita akan melihat bagaimana performa pemain yang dikenal memiliki tendangan kaki kiri yang cukup baik ini di skuad timnas Asian Games nanti.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Misi 'Gila' John Herdman: Tambah Naturalisasi Demi Prestasi Timnas Indonesia
-
Peluang David da Silva di Timnas Indonesia: Solusi Lini Depan untuk ASEAN Cup 2026?
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Beberapa Nama Ini Berpeluang Comeback!
-
Cesar Meylan Punya Gelar Doktor: Bakal Bikin Performa Fisik Pemain Timnas Meningkat?
-
John Herdman Latih Timnas Indonesia, Si Anak Hilang Berpeluang Comeback?
Artikel Terkait
-
Zulfiandi Pilih Rehat dari Dunia Sepak Bola Demi Merawat Ibunya yang Sakit
-
Kelar Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Bek PSIS Semarang Dipanggil ke Timnas Indonesia U-24
-
Tidak Puas, Fans Malaysia Ingin Timnasnya Bisa Meniru Timnas Indonesia
-
Siswa SMAN 1 Maos Cilacap Doni Aditya Febriyanto Dipanggil ke Timnas Indonesia U-17
-
Pratama Arhan Diterjang Kasar oleh Pemain Turkmenistan, Ernando dan Istri Tak Mampu Menahan Emosi
Hobi
-
Misi 'Gila' John Herdman: Tambah Naturalisasi Demi Prestasi Timnas Indonesia
-
Peluang David da Silva di Timnas Indonesia: Solusi Lini Depan untuk ASEAN Cup 2026?
-
Tawari Laga Uji Coba, Ada 2 Alasan yang Bikin Timnas Indonesia Harus Tolak Ajakan Bangladesh!
-
John Herdman Mulai Disenggol para Komentator, Barisan 'Ternak STY' Bakal Berbalik Arah?
-
Nova Arianto Tak Disodorkan Jadi Asisten John Herdman, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
Terkini
-
Kenapa Harga RAM Mahal di 2026? Ini 4 Faktor Utama Penyebabnya
-
Perselingkuhan Artis dan Standar Ganda: Mengapa Kita Gemar Melempar Batu Lewat Jempol?
-
Menyoal Label Eksotis: Warisan Kolonial dalam Standar Kecantikan Modern
-
Ceu Surti: Suara Cempreng dari Kupitan
-
Buku If All the World Were: Refleksi Lembut Soal Kepergian Orang Terkasih