Habis Transformers, terbitlah Teenage Mutant Ninja Turtles atau Kura-kura Ninja. Ya, jersey Inter Milan kembali menampilkan logo dari film yang dipilih Paramount+.
Gambar Kura-kura Ninja akan terpampang di jersey kandang Inter Milan saat melakoni pertandingan melawan Genoa pada pekan ke-27 Serie A 2023-2024. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Selasa (5/3/2024) dini hari WIB.
Nantinya, empat karakter Kura-kura Ninja yakni Leonardo, Raphael, Donatello, dan Michelangelo akan hadir dalam laga Inter Milan vs Genoa. Keempat karakter Kura-kura Ninja itu akan menjadi pusat perhatian di pinggir lapangan ketika menyambut pasukan Simone Inzaghi saat mereka keluar untuk melakukan pemanasan.
Dilansir laman Inter Milan, sebelum gambar Kura-kura Ninja, logo Transformers sudah lebih dulu menghiasi jersey klub berjuluk Nerazzurri itu. Logo Transformers dengan ikon Autobots itu menghiasi jersey kandang Inter Milan di dada saat menang 4-0 atas Udinese pada 9 Desember 2023 lalu.
Kala itu, pasukan Transformers Inter Milan menang 4-0 berkat gol Hakan Calhanoglu (penalti 37'), Federico Dimarco (42'), Marcus Thuram (44'), dan Lautaro Martinez (84').
"Setelah jersey yang didedikasikan untuk serial film Transformers, Inter dan Paramount+ kembali merayakan perpaduan antara sepak bola dan hiburan dengan koleksi jersey terbaru (jersey kandang, tandang, dan ketiga) yang terinspirasi dari serial ikonik Teenage Mutant Ninja Turtles," bunyi keterangan resmi Inter Milan, dikutip dari situs resmi mereka, pada Sabtu (2/3/2024).
Munculnya karakter pahlawan Kura-kura Ninja ini di jersey Inter Milan sebagai upaya promosi dari Paramount+, selaku sponsor Nerazzurri.
Paramount+ sebagai penyedia layanan streaming video on-demand asal Amerika Serikat ingin mempromosikan film animasi terbaru garapan Nickelodeon Animation dan Point Grey Pictures berjudul Teenage Mutant Ninja Turtles: Mutant Mayhem, yang akan tersedia di Paramount+ mulai 1 Maret 2024. Selain itu, Paramount+ juga menyatukan dunia olahraga dan hiburan lebih dalam.
"Koleksi Ninja Turtles Special Edition sekali lagi memajukan kolaborasi antara Inter dan Paramount+ dan menyatukan minat para pencinta sepak bola, film, dan kartun, menyatukan dunia olahraga dan hiburan dengan cara yang lebih dalam dan, dengan demikian, meningkatkan hubungan keduanya."
Adapun fans Inter Milan bisa memiliki koleksi unik jersey klub dengan logo Kura-kura Ninja, baik jersey kandang, tandang, dan ketiga. Jersey edisi terbatas Inter Milan tersebut dapat dibeli di toko resmi klub, Galleria Passarella, dan Nike Store di Milano.
Baca Juga
-
Data Bicara: Mobil F1 atau Motor MotoGP yang Lebih Cepat?
-
Profil Sjoerd Woudenberg: Pelatih Kiper Timnas Indonesia Era Kluivert
-
Mengapa Nama Orang Islandia Banyak Berakhiran "-Son"? Ini Alasannya
-
Mengapa All England? Sejarah di Balik Nama Kejuaraan Bulu Tangkis Tertua
-
Kilas Balik MotoGP Argentina 2018: Start Unik Jack Miller yang Jadi Sorotan
Artikel Terkait
-
Beringasnya Inter Milan Musim Ini, Tim Paling Tajam di 5 Liga Top Eropa
-
Klasemen Liga Italia: Inter Milan Unggul 12 Poin dari Juventus
-
Hasil Serie A Italia Semalam: Inter Milan dan Napoli Kompak Menang Besar
-
Hasil Liga Italia: Inter Milan Hancurkan Lecce 4-0, Lautaro Martinez Cetak Brace
-
Jadi Penentu Kemenangan Inter Milan atas Atletico Madrid, Marko Arnautovic Bilang Begini
Hobi
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
-
Marc Marquez Terpuruk, Aprilia Berpesta: Hanya Sementara atau Seterusnya?
Terkini
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
Mampu Bertahan Adalah Prestasi: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengejar Puncak yang Salah
-
GTO Kembali! Takashi Sorimachi Jadi Eikichi Onizuka Lagi Setelah 28 Tahun
-
Jadi "Patrick Otak Besar": Strategi Survival Saat Gaji Habis Ditelan Harga Beras
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi