Induk sepak bola Indonesia, PSSI mengambil sebuah keputusan berani jelang persiapan Timnas Indonesia U-23 mengarungi Piala Asia U-23 di Qatar. PSSI memutuskan untuk menghentikan sementara guliran Liga 1 Indonesia selama perhelatan Piala Asia U-23.
Jika menilik alasan yang dikemukakan oleh Erick Thohir, penjedaan kompetisi Liga 1 Indonesia tersebut sejatinya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan sekaligus menghindari tabrakan kepentingan antara Timnas Indonesia dan klub.
"Karena PSSI paham di saat yang sama klub sedang dihadapkan pada agenda yang sangat ketat. Ada tim yang sedang bersaing untuk masuk babak championship, ada sebagian tim bersaing di papan tengah, dan ada pula yang sedang berjuang dan lolos dari jurang degradasi. Agar tak ada ruang bahwa pemanggilan pemain merugikan klub," terang Erick Thohir dikutip dari laman resmi PSSI pada Selasa (2/4/2024).
Terlepas dari apapun alasan yang dikemukakan oleh Erick Thohir maupun PSSI, sejatinya penghentian Liga ketika Timnas Indonesia bertanding di turnamen selevel Piala Asia U-23 merupakan sebuah keputusan yang sangat tepat.
Pasalnya, dalam sistem kompetisi negara manapun di dunia, liga sepak bola negara yang bersangkutan diadakan untuk memfasilitasi kepentingan Timnas.
Jadi, ketika Timnas sebuah negara membutuhkan jasa para pemain yang dimiliki oleh klub, maka hal tersebut haruslah terfasilitasi dengan baik pula. Namun sayangnya, di Indonesia tidaklah demikian.
Dengan berdalih bahwa event atau gelaran yang diikuti oleh Timnas Indonesia tidak berada dalam naungan FIFA, banyak klub dari liga domestik yang pada akhirnya terang-terangan menolak melepaskan penggawa mereka untuk membela panji-panji Merah Putih di pentas internasional.
Menyadur laman Suara.com, tiga klub Liga 1 Indonesia, yakni Persija Jakarta, PSS Sleman dan Borneo FC bahkan secara tegas menyatakan tak akan melepaskan pemain mereka ke Timnas U-23 dengan alasan kompetisi Liga 1 Indonesia masih berjalan.
Dan kini, dengan dijedanya kompetisi Liga 1 Indonesia hingga penyelenggaraan Piala Asia U-23 usai, ketiga klub tersebut sudah tak lagi memiliki alasan untuk menahan para pemainnya guna membela Pasukan Garuda di Qatar nanti.
Alhasil, mau tak mau, tiga klub yang sempat menolak beserta seluruh klub yang ada di Indonesia, kini harus melepaskan para pemain mereka yang mendapatkan panggilan ke Timnas U-23, karena sudah tak ada lagi alasan logis yang bisa dijadikan pembenaran dari apa yang mereka lakukan.
Jadi, sudah sangat tepat bukan, PSSI menjeda guliran kompetisi di Indonesia demi kepentingan Tim Nasional?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
Piala Asia U-23: Timnas Indonesia Hanya Miliki Kelemahan di Satu Sektor Saja
-
Ditanya Peluang Lolos, Shin Tae-yong Ogah Remehkan Lawan di Grup A
-
Ernando Ari Ungkap Ada Sedikit Konflik Antara Persebaya vs. Timnas U-23
-
Kabar Abroad: Jay Idzes Kena Comeback, Venezia Kalah 2-3 Setelah Sempat Unggul Dua Gol
-
Profil Ranggaz Laksmana, Sosok Pangeran Jaksel yang Terseret Drama Jersey Timnas Indonesia
Hobi
-
Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya, Duel Dua Tim dengan Statistik Nyaris Identik
-
Jadwal MotoGP Inggris 2026: Tiap Poin Berharga untuk Raih Gelar Juara Dunia
-
Bantah Rumor Tak Akur, Marc Marquez Sebut Pecco Bagnaia Rekan yang Baik
-
Pilih Gabung Ducati, Pedro Acosta Ogah Pakai Motor KTM yang Tak Kompetitif
-
Jorge Martin: Aprilia akan Dukung Saya Sepenuhnya Demi Gelar Juara Dunia
Terkini
-
Makna Lagu 'Petal' Ariana Grande: Luka Jadi Bahan Bakar untuk Tumbuh
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
Intip 4 OOTD Y2K Pop-Punk ala Choi Yena, Gaya Lebih Cute dan Rebel!
-
Mengapa The Yellow Wallpaper Dianggap Karya Sastra dengan Kritik Feminisme?
-
Disuruh Jajan demi Selamatkan Negara? Dompet Kita: Giliran Gue Lagi?