Nguyen Xuan Son dianggap sebagai salah satu pilar paling berbahaya di kubu Timnas Vietnam. Sebagai pemain naturalisasi berkebangsaan Brasil, wajar jika striker berusia 28 tahun itu perlu diberi perhatian khusus oleh Thailand.
Kedua kesebelasan bakal bersua di final Piala AFF 2024. Laga tersebut bukan hanya sebatas pertandingan untuk mengamankan trofi dua tahunan Asia Tenggara, melainkan juga sebuah ajang adu gengsi.
Partai puncak dimainkan dalam sistem home away dua leg. Duel pertama, pasukan Gajah Perang harus bertandang ke Stadion Viet Tri pada Kamis (2/1/2025). Kemudian tiga hari berselang atau Minggu (5/1/2025) giliran tim asuhan Masatada Ishii yang menjadi tuan rumah.
Melansir thethao247.vn, juru taktik berusia 57 tahun ini menyoroti kekalahan yang didapat anak asuhannya saat melawat ke markas Filipina di babak semifinal. Ia bertekad untuk meraih kemenangan sempurna di partai puncak.
“Saya juga tidak bisa membandingkan tim Vietnam pada bulan September dan sekarang. Vietnam telah mengalami kemajuan dan banyak kemajuan. Kalau kita evaluasi pemain mana yang paling penting, mungkin pemain nomor 12 (Nguyen Xuan Son)," kata pelatih Ishii ketika diminta membandingkan kekuatan lawan, Rabu (1/1/2025).
Mengenai situasi dalam tim, diakui bahwa tak hanya Suphanat Mueanta dan Teerasak Poeiphimai yang mengalami masalah. Namun ada pemain lain yang memiliki cedera masing-masing dan akan dikoordinasikan dengan staf pelatih demi melakukan pemulihan.
Meski blak-blakan mengungkap akan mewaspadai Nguyen Xuan Son, Masatada Ishii tak mau membocorkan strategi yang bakal dipakai Thailand dalam meredam bomber Brasil tersebut.
“Setelah semifinal, kami bermain tandang lalu pulang ke rumah. Kami menginginkan kemenangan atau hasil terbaik di laga ini. Soal cara menghadapi nomor 12 (Nguyen Xuan Son), saya kira tidak bisa berbagi karena itu rahasia tim,” sambungnya.
Bentrok ideal Vietnam dan Thailand selalu menjadi laga yang menarik bagi penggemar sepak bola tanah air. Namun atmosfer pengalaman klasik ini belum terlalu dirasakan Masatada Ishii yang baru melatih selama 1 tahun.
“Namun jika masyarakat menganggapnya sebagai pertandingan klasik, maka saya juga berharap ini akan menjadi pertandingan yang atraktif. Mudah-mudahan para pemain bisa tampil baik,” tutupnya.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Catat Tanggalnya! D.O. EXO Bakal Sapa Fans Indonesia Lewat Tur Asia Terbaru
-
Mengulik Desa Les: Saat Tradisi Gerakkan Ekonomi, Anak Muda Siap Warisi?
-
Review You and Everything Else: Saat Persahabatan Jadi Sumber Luka Dalam
-
A Love Other Than Yours Rilis Still Cuts Perdana, Ada Bau-Bau Sad Ending?
Artikel Terkait
-
Final AMEC 2024 dan Ujian Sesungguhnya bagi Kualitas Penyerang Anyar Vietnam
-
Media Vietnam Sombong Sambut Thailand dalam Final Leg 1 Piala AFF 2024
-
Final AMEC 2024: Laga Pembuktian Optimisme Selangit The Golden Dragon Squad
-
Rajai Pencetak Gol Terbanyak AMEC 2024, Kualitas Nguyen Xuan Son Belum Sepenuhnya Teruji
-
Hadapi Vietnam, Gelandang Naturalisasi Thailand Ngotot Ingin Hasil Sempurna
Hobi
-
Indonesia Hadapi Peserta Piala Dunia 2026, Cape Verde Jadi Kandidat Kuat?
-
Erick Thohir Tegaskan Komitmen terhadap Sepak Bola Putri, Ada Buktinya?
-
Saat Kepercayaan Badminton Lovers Diuji: Ada Apa dengan Bulutangkis Indonesia?
-
Tegas! Marc Marquez Bilang Jorge Martin Bukan Calon Juara Dunia MotoGP 2026
-
Skuad Mewah Bertabur Bintang Naturalisasi Gagal Total, Ada Apa dengan Kutukan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Membongkar Dosa Besar Para Anak Rantau Lewat Lagu Sesi Potret
-
Period Poverty dalam Ketimpangan Kelas: Menggugat Hak Dasar Tubuh Perempuan
-
Viral Karena TikTok, Menkes Ungkap Manfaat Luar Biasa Umbi Kimpul untuk Kesehatan
-
HUT ke-81 RI dan Kebebasan Digital: Saatnya Merdeka dari Scroll Tanpa Henti
-
4 Facial Wash Anti-Aging Rawat Elastisitas Kulit, Harga Murah Rp30 Ribuan