Tim tradisional Liga Primer Inggris, Manchester United dijadwalkan akan menyambangi kawasan Asia Tenggara pada akhir bulan Mei mendatang. Sebagai bentuk show-off kekuatan persepakbolaan regional, induk sepak bola Asia Tenggara, AFF telah menginisiasi untuk membentuk tim ASEAN All Stars yang berisikan para pemain terbaik dari para membernya.
Rencananya, pertandingan antara si Iblis Merah melawan tim ASEAN All Stars sendiri akan berlangsung pada tanggal 28 Mei mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menyaksikan secara langsung tim sekelas Manchester United bertanding tentunya merupakan sebuah kemewahan tersendiri bagi para penikmat sepak bola. Namun ternyata, jika diperhatikan secara lebih mendalam, tak ada alasan kuat yang bisa membuat kita, para pendukung Timnas Indonesia, memprioritaskan pertandingan ini untuk disaksikan langsung.
Setidaknya, ada dua alasan yang membuat para pendukung Timnas Indonesia untuk saat ini tak begitu worth it untuk menyaksikan langsung pertandingan tim Setan Merah ini. Apa sajakah itu? Mari kita bedah!
1. MU Hanya Turunkan Para Pemain Pelapis
Bagi siapa pun penggemar sepak bola, terutama yang membersamai kejayaan Manchester United di era 1990an dan 2000an, menyaksikan pertandingan si Iblis Merah secara langsung adalah sebuah kemewahan tersendiri dalam hidup. Namun tentunya, jika pihak klub memainkan para pemain utamanya.
Yang menjadi permasalahan adalah, untuk laga kali ini, MU berpotensi untuk tak menurunkan skuat terbaik mereka dalam lawatan ke Asia Tenggara nanti. Pasalnya, menyadur laman premierleague.com, Manchester United sendiri masih menyisakan pekan yang padat di akhir bulan Mei ini.
Selain harus bermain di final Europa League melawan Tottenham Hotspurs pada tanggal 22 Mei, mereka juga masih terikat pertarungan pekan terakhir liga dengan melawan Aston Villa pada 25 Mei nanti.
Dan bukan hanya itu, menyadur unggahan akun instagram @seasiagoal, setidaknya ada 15 nama pemain MU yang dipanggil ke Timnas negara masing-masing untuk menjalani FIFA matchday atau memperkuat negaranya untuk lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2026.
Maka, besar kemungkinan Ruben Amorim akan membawa tim usia mudanya ke Asia Tenggara. Itu berarti, siapa pun yang menyaksikan pertandingan tersebut, tak akan menyaksikan tim "original" Manchester United.
2. Berdekatan dengan Pertandingan Timnas Indonesia
Hal kedua yang membuat para penggemar Timnas Indonesia tak worth it untuk menyaksikan laga Manchester United melawan tim ASEAN All Stars adalah karena laga tersebut berdekatan dengan laga penting yang akan dijalani oleh Pasukan Merah Putih.
Menyadur laman AFC, Timnas Indonesia sendiri dijadwalkan untuk menjalani matchday ke-9 grup C babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ronde ketiga melawan China pada tanggal 5 Juni 2025 mendatang.
Itu artinya, jika direntangkan waktunya dengan tanggal 28 Mei yang merupakan waktu pertandingan antara Manchester United melawan tim ASEAN All Stars, maka hanya akan terbentang jarak sekitar sepekan saja.
Dan tentu saja, dengan rentang waktu yang sedemikian singkatnya, para pendukung Timnas Indonesia akan lebih worth it untuk mendukung Timnas kesayangannya bukan?
Akan lebih baik jika nantinya sumber daya yang ada, seperti waktu, tenaga, atau bahkan uang untuk membeli tiket pertandingan MU melawan ASEAN All Stars, dialokasikan untuk menyaksikan pertandingan antara Timnas Indonesia melawan China, yang juga akan menjadi pertandingan nan menentukan bagi langkah skuat Garuda di kualifikasi ini.
Terlebih, laga itu sendiri juga berlangsung di negara tetangga, yang tentu saja memerlukan persiapan keberangkatan yang cukup matang dan akomodasi serta transportasi yang lebih mahal.
Jadi, jika dianalisis lebih mendalam, sepertinya memang untuk saat ini menyaksikan pertandingan MU secara langsung bukan sebuah hal yang perlu diprioritaskan ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Kembali Masuk Daftar Panggil, Akankah Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia?
-
Tak Hanya Comeback, Provisional Skuat Garuda Juga Dihiasi Deretan Pemain Debutan!
-
Piala Dunia 2026 dan Negara Tuan Rumah Penyelenggara Turnamen yang Problematik
-
Bukan Hanya Emil, Sinar Kevin Diks Juga Bikin para Penggawa Asia Jadi Insecure di Bundesliga
-
Pujian ke Liga Indonesia dan Preseden Minor yang Diembuskan oleh Ivar Jenner
Artikel Terkait
-
Rencana Besar Oxford United untuk Marselino dan Ole Romeny Musim Depan
-
Bomber Persib Berbandrol Rp3 M Kirim Kode Siap Comeback ke Timnas Indonesia
-
Makin Tersingkir, Striker Timnas Indonesia Era STY Buka Suara Soal 11 Pemain Asing di Liga 1
-
Dewi Fortuna di Sisi Timnas Indonesia: Lolos ke Piala Dunia 2026?
-
3 Sinyal Kuatkan Elkan Baggott Dipanggil Patrick Kluivert
Hobi
-
Jadwal F1 GP China 2026: Apakah Kemenangan Mercedes Berlanjut ke Shanghai?
-
Kembali Masuk Daftar Panggil, Akankah Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia?
-
Mad Max Mengamuk di Lintasan, Max Verstappen Bangkit dari P20 ke P6
-
F1 GP Australia 2026: Duo Mercedes Raih Podium usai Duel dengan Ferrari
-
Klub Ada, Kompetisi Tiada: Sepak Bola Perempuan Indonesia Ada Masa Depannya Gak?
Terkini
-
"Hidup Hanya Menunda Kekalahan": Jejak Filosofis Chairil Anwar dalam Aransemen Musik Banda Neira
-
Menelisik Satir Horor yang Unik meski Nggak Sempurna dalam Film Setan Alas!
-
Politik Pembangunan dan Marginalisasi Warga Pesisir dalam Si Anak Badai
-
Di Balik Target Khatam: Bicara Jujur tentang Ramadan dan Privilege Ibadah
-
Teka-teki Rumah Aneh: Misteri Kamar Tanpa Jendela dan Pergelangan Tangan yang Hilang