Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai sopan santun, adab, dan etika dalam hidup berbangsa dan bernegara hingga dijuluki sebagai negara yang paling ramah karena masyarakatnya selalu menerapkan budaya murah senyum kepada siapa pun.
Citra baik ini dikenal oleh orang luar negeri karena jarang sekali ditemukan warga negara yang menerapkan budaya tersebut.
Degradasi moral dan etika yang terjadi tentu memiliki dasar penyebabnya masing-masing, entah itu pengaruh lingkungan atau ingin merasa keren sehingga menurut mereka berakhlak mulia bagaikan manusia yang munafik dan bermuka dua.
Padahal, seseorang yang berkepribadian baik akan bisa menularkan kepada teman dan lingkungan sekitarnya karena aura positif yang dimiliki pasti berdampak baik pula.
Sering kali ditemukan penurunan moral pada generasi saat ini, mereka tidak bisa untuk berhenti berkata kasar dan seperti sudah makanan sehari-hari.
Tak hanya dalam situasi panik dan marah, bahasa kasar yang seharusnya tidak baik untuk digunakan tetap saja diucapkan ketika berbicara dan bergosip dengan teman.
Bagi mereka, seseorang yang berkata lemah lembut adalah orang yang cupu. Mereka tidak menyadarinya ketika sedang berbicara kasar kepada orang yang tutur katanya baik, walaupun sebenarnya sakit hati. Tindakan amoral itu dianggap biasa saja karena memang sering dilakukan antara satu orang dengan yang lainnya merupakan sesuatu yang normal.
Menghilangnya moral dan etika dalam kehidupan bermasyarakat tentu sangat berpengaruh dengan keteraturan dalam bernegara.
Bahkan, jejaring media sosial juga yang telah digunakan sebagai interaksi dunia maya pun diketahui oleh berbagai belahan dunia. Komentar dan postingan yang diunggah mudah sekali untuk diakses banyak pengguna.
Indonesia menempati peringkat terendah dalam berkomentar di dunia maya sehingga mendapat julukan netizen terburuk di Asia Tenggara, hal itu terjadi akibat etika tidak dipedulikan.
Komentar dalam menanggapi suatu konten dilangsungi dengan kata kasar yang tidak baik. Masyarakat luar negeri pun bisa menyaksikan komentar buruk tersebut melalui perangkat media sosial sehingga bisa saja mengaksesnya.
Walaupun baru saja terjadi di dunia maya, langkah untuk mengentikan adanya degradasi moral dan etika dapat dilakukan dengan memberikan contoh yang baik kepada orang lain dan lingkungan sekitar serta adanya pendidikan moral yang diajarkan kepada setiap generasi, meski tidak memberikan dampak secara global.
Munculnya akhlak dan moral yang bersimpangan dari ajaran etika dan norma akan memiliki efek yang cukup signifikan dengan ciri khas budaya dalam suatu negara.
Awalnya yang dikatakan masyarakat Indonesia murah senyum atau ramah kepada siapa pun, tetapi nyatanya bila perilaku yang dilakukan buruk akan menimbulkan keterbalikan respons yang tidak baik.
Dengan demikian, degradasi moral yang terjadi memiliki dampak yang buruk, baik efek secara internal dan eksternal. Oleh karena itu, memperbaiki perilaku atau sifat yang baik dalam berkehidupan sosial dengan kesadaran diri sendiri akan membuahkan dampak yang positif bagi yang melakukannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sukses Tanpa Gelar: Bahaya Romantisasi Kemiskinan di Balik Mahalnya UKT
-
Jangan Tunggu Nanti, Ini Trik Jitu Mengatur Waktu Belajar US, TKA, dan UTBK Sejak Dini
-
Epik! Kolaborasi Yura Yunita, Feby Putri, dan Idgitaf Tembus 3 Besar Tren Musik YouTube
-
Matinya Era RPUL: Kenapa Hafalan Nama Pejabat Sudah Tidak Relevan Lagi?
-
Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja
Artikel Terkait
-
Ada Kabar Buruk! Pemain Kunci Shin Tae-yong Terancam Tak Bela Timnas Indonesia di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Viral Jackie Chan Hebohkan Bandara Halim Perdana Kusuma, Banjir Pujian Gara-gara Menolak Ini
-
Berprestasi, Pos Giro Cash Meraih Penghargaan Prominent Awards
-
Sering Jadi Cadangan, Pemain Ini Justru Punya VO2 Max Paling Tinggi di Timnas Indonesia Senior
-
Pindah ke Blackpool FC, Elkan Baggott Harus Bersaing dengan 3 Nama Ini!
Kolom
-
Ironi di Negeri Tropis: Buah Melimpah, Harga Tak Ramah
-
Ibu Rumah Tangga: Karyawan Tanpa Gaji, Tanpa Cuti, Tanpa Bonus
-
Jangan Terlalu Cepat Menyalahkan Guru: Stop Saling Lempar Tanggung Jawab
-
Loud Budgeting: Dompet Selamat, tapi Pertemanan Lenyap?
-
Ketika Banyak WNI Berobat ke Penang, Apa yang Perlu Kita Benahi?
Terkini
-
Ulasan Drama Mother and Mom: Kritik terhadap Obsesi Menjadi Ibu Ideal
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
Review Novel Jejak Langkah: Ketika Pena Menjadi Senjata Perlawanan
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026