Sebagai penikmat tembang-tembang campursari dan genre uyon-uyon sebagaimana lullaby di siang hari, saya kerap terpukau dengan keindahan diksi-diksinya. Baik dengan adanya sisipan pantun Jawa, wangsalan atau slang sehari-hari dalam Bahasa Jawa, hingga peribahasa dan frasa-frasa cantik. Semisal saja kalimat holopis kuntul baris.
Jujur saja, saya enggak ngerti apa maknanya. Kalau kuntul sih saya tahunya adalah bangsa burung bangau, dan itu pun baru saya tahu namanya ketika melihat segerombolan burung di area persawahan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebab, di daerah saya enggak ada sih.
Holopis kuntul baris saya temui dalam dua langgam campursari lawas, yaitu Gugur Gunung karya Tjokro Warsito, dan Kuncung karya Didi Kempot.
Gugur Gunung sendiri menggambarkan situasi gotong royong dalam menyelesaikan pekerjaan, dengan tujuan bijak membangun negara. Pemilihan diksi legowo yang bermakna sukarela pun turut menambah citarasa adat ketimuran, dan identitas masyarakat yang senantiasa hidup. Iramanya yang mendayu-dayu, ditambah dengan energi kesederhanaan yang kuat, seakan menegaskan kedigdayaan gotong royong yang kuat.
Sementara Kuncung menggambarkan kehidupan masa kecil sang maestro campursari, yakni Didik Prasetyo alias Didi Kempot kecil. Kehidupan di pedesaan yang sederhana, bahkan boleh dikata agak kekurangan, tetapi dibalut akan semangat dan gotong royong antar warganya. Hal inilah yang menimbulkan rasa damai, dan selalu berkesan dalam hati. Tentunya, beragam kisah yang bisa disampaikan dari generasi ke generasi yah tentunya.
Mengutip dari laman resmi UGM, holopis kuntul baris menggambarkan sekumpulan burung kuntul yang terbang dan membentuk formasi pola runcing. Hal ini menciptakan filosofi simbol usaha bersama untuk menyelesaikan masalah. Kasarannya ya gotong royong itu sendiri.
Sebagaimana praktiknya yang terus berjalan di masyarakat kita. Filosofi gotong royong ini seakan menjadi identitas masyarakat Indonesia baik sejak dulu maupun hingga kini. Wujudnya pun macam-macam, entah gotong royong kerja baik, bersih desa, membangun rumah, hingga tetek bengek pesta hajatan yang disebut rewang. Yah, macam-macamlah istilah ya.
Namun, bukan hanya sekadar mengeluarkan tenaga, dana, dan kebersamaan yang kuat, gotong royong juga senantiasa dibumbui dengan drama dan informasi. Oleh sebab itulah, dengan berpartisipasi dalam gotong royong, kita kerap mendapatkan informasi gratis seputar banyak hal.
Semisal saja, dalam kegiatan gotong royong yang melibatkan segenap masyarakat, ada berbagai profesi yang ikut andil. Entah pegawai pabrik, petani, blantik atau penjual ternak, sopir, bahkan mungkin aparatur negara. Kita akan mendengar opini mereka, bahkan mungkin informasi mengenai profesi mereka. Semisal tatacara menanam padi, harga jual cabai terkini, harga jual ternak terbaru, ruas jalan yang baru diresmikan, sampai mungkin kisah horor pak polisi kala jaga malam. Apapun itu.
Makanya, gotong royong ini bukan hanya sekadar absensi dan setor wajah saja, melainkan sebagai ajang bertukar pendapat dan informasi juga. So, menurutmu gimana?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Wolf Girl and Black Prince: Saat Si Tsundere Kyouya Sata Menjinakkan Si Pembohong Erika
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
-
Kaichou Wa Maid-sama: Sisi Gelap Kasta Sosial dan Keberanian Siswi SMA
-
Hell University: Saat Enam Sekawan Terjebak di Sekolah Penuh Pembunuhan
Artikel Terkait
-
Maling dan Copet dalam Percakapan Bahasa Jawa, Malah Jadi Speechless!
-
Mengenal Kersa, Frasa dalam Bahasa Jawa yang Nyerempet Sana-sini!
-
Angsal, Kata dalam Bahasa Jawa yang Makin Tricky Kalau Dibongkar!
-
Fenomena Biaya Pendidikan Mahal, Selaraskah dengan Jer Basuki Mawa Beya?
-
Makna 'Asu' dalam Percakapan Sehari-hari, Umpatan atau Pengetahuan?
Kolom
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
-
Pergi Bukan Berarti Gagal: Memilih Diri Sendiri dari Jerat Toxic Relationship
-
Saat Perempuan Dipaksa Masuk Standar yang Sama: Cantik Versi Siapa?
-
Kasus SMAN 1 Purwakarta: Berhenti Menggeneralisasi Adab Siswa karena Ulah Oknum
-
UU PPRT Resmi Disahkan: Jadi Bukti Nyata Perayaan di Hari Kartini
Terkini
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Tayang 6 Mei, Prime Video Rilis Trailer Terbaru Serial Citadel Season 2
-
Triumph Rocket 3 Storm R, Motor dengan Mesin Lebih Besar dari Innova Zenix
-
Hindia dan Dipha Barus Bicara Soal Generational Trauma di Lagu Baru "Nafas"
-
Anime Assassin Reinkarnasi Karya Rui Tsukiyo Umumkan Season 2 Tayang 2027