Pernah dengar istilah kemaruk? Barangkali, kita semua sudah familiar dengan salah satu kata sifat tersebut. Meski selalu disandingkan dengan kalimat yang terkesan negatif, tapi kemaruk itu apa sih sebenarnya?
Bila menengok definisi kemaruk dalam KBBI, maka kita akan disuguhi arti:
- Selalu ingin makan, umumnya merujuk pada pasien yang baru sembuh dari sakit,
- Selalu ingin selalu berbuat berlebihan dalam berbagai konteks, umumya menyindir orang kaya baru alias OKB, dan
- Selalu ingin mendapat bagian paling banyak.
Yah, kata lainnya seperti tamak atau serakah barangkali. Intinya, kata kemaruk ini memang mengandung arti negatif ya, meski dibalut dalam kalimat model apapun.
Namun, berbeda kalau kata kemaruk ini sudah digabungkan dalam kesusastraan Bahasa Jawa yakni wangsalan. Wujudnya akan berubah cantik dan estetik, bahkan memerlukan waktu untuk memproses maksud yang hendak dihaturkan. Penasaran? Yuk gas kita bahas!
Lewat buku Pepak Basa Jawa, saya menemukan frasa cantik seputar kemaruk ini dalam bab wangsalan. Fyi, wangsalan sendiri adalah tebak-tebakan tentang keseharian, tetapi kalimatnya lantas bisa berdiri sendiri sebagai majas yang kuat. Frasa yang saya maksud adalah:
- Kembang jambu, kemaruk nduwe sepeda anyar (Kembang jambu, kemaruk - dalam hal ini merujuk ke arah sombong atau pamer - tuh punya sepeda baru).
Lho, apa hubungannya kemaruk sama bunga jambu? Inilah estetikanya.
Masih menurut buku Pepak Basa Jawa dalam bab Tetuwuhan dan sub-bab Arane Kembang, kembang atau bunga dari tanaman jambu disebut karuk.
Sedangkan pada sub-bab Arane Pentil, pentil jambu atau buah jambu muda juga disebut karuk. Baru kalau buahnya sudah masak, sebutannya adalah jambu.
Hal ini nggak terbatas pada jenis maupun spesies jambu ya. Baik itu jambu biji, jambu mete, jambu gelas, jambu kancing, hingga jambu dersono pun sebutannya ya jambu.
Makanya, kata kemaruk dalam frasa tadi sebenarnya mengacu pada inti dari tebak-tebakan yakni bunga atau buah jambu muda tadi. Namun, meski begitu, wangsalan ini nggak terbatas pada satu objek saja kok. Kita bisa memodifikasi kalimat sebebasnya, asalkan katanya mirip. Contohnya bisa seperti:
- Kembang jambu, nganti muntruk aku ngomongi awakmu (Kembang/bunga jambu, sampai berbusa aku bilang padamu),
- Sekar jambu, kula tuthuk mengke biru-biru (Kembang/bunga jambu, kupukul nanti biru-biru/memar).
Itulah tadi pembahasan mengenai kata kemaruk dan hubungannya dengan kembang atau bunga jambu. Mungkin agak tidak nyambung karena perbedaan makna secara harfiah, tetapi kalau sudah digabungkan menjadi frasa dan majas, dijamin estetik abis.
Oh iya, umumya wangsalan model beginian terdapat pada langgam campursari, maupun geguritan atau puisi Jawa sih. So, menurutmu gimana?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Wolf Girl and Black Prince: Saat Si Tsundere Kyouya Sata Menjinakkan Si Pembohong Erika
-
Keserakahan & Egoisme Berkemas Genre Fantasi Vampir dalam Diabolik Lovers
-
Seni Hidup Sederhana dalam Nasi Panas dan Ikan Asin
Artikel Terkait
-
Slamet Wilujeng: Representasi Doa dan Harapan terhadap Sesama Manusia
-
Aku, Kamu, dan Dia Versi Bahasa Jawa: Jelimet, Mumet, Tapi Berkharisma!
-
Turun Temurun, Perempuan Adalah Makhluk 'Karubyung Kabotan Pinjung Sarwa'!
-
Thole, Gendhuk, dan Ngger: 3 Sapaan yang Makin Jauh Ditelan Kemajuan Zaman
-
Filosofi Bocah dalam Bahasa Jawa: Mangane Kaya Kebo Penggaweane Ora Kecacah
Lifestyle
-
Mau Kulit Cerah Merata? 5 Rekomendasi Sabun Batang untuk Atasi Kulit Kusam
-
5 Cleanser Kolagen Korea agar Wajah Tidak Kusam dan Tetap Elastis
-
5 Laptop Core i7 Terbaik 2026: Gaming, Kerja, Semua Bisa
-
Wajah Kusam Polusi? Ini 5 Sheet Mask Charcoal untuk Detoks Kulit!
-
Mau Nonton Bioskop di Jember? Cek 4 Lokasi Paling Hits dan Nyaman Ini
Terkini
-
Ruang Tenang: Validasi untuk Jiwa yang Lelah dan Hati yang Ingin Rehat
-
Kuroko no Basket: Persahabatan, Persaingan Sehat, Pengakuan, & Bola Basket
-
Perempuan Bermata Kelam yang Menjanjikan Kemakmuran
-
Sinopsis We Are Worse at Love than Pandas, Drama yang Dibintangi Ikuta Toma
-
Setelah 5 Tahun Hiatus, Manga GANGSTA. Lanjutkan Serialisasi Mulai 3 Juli