Buku motivasi tentang menulis berjudul Menguangkan Ide, Kaya dari Menulis Artikel, yang ditulis oleh Sudaryanto ini menarik dibaca, khususnya oleh mereka yang ingin berkarier di dunia kepenulisan.
Hal pertama yang harus diperhatikan oleh orang yang ingin menjadi penulis adalah niat. Sudaryanto menjelaskan, “Bila Anda sudah memiliki niat, saya yakin Anda akan berhasil menjadi penulis yang produktif. Karena itu, pertama-tama Anda harus memiliki niat jadi penulis.”
Lalu, setelah niat, apa saja yang harus dilakukan? Sudaryanto menguraikan, setelah niat dimiliki, Anda perlu memiliki kemampuan untuk menulis. Di sini, bila Anda mengatakan Anda tak punya bakat menulis, mungkin perkataan itu saya nilai keliru. Karena, kata Mochtar Lobis, sastrawan dan jurnalis itu, tiap-tiap orang memiliki bakat menulis sebesar 10%, sementara sisanya 90% diperoleh dari latihan serta kerja keras. Jadi, menulis itu lebih terkait pada persoalan latihan.
Artinya, makin sering kita melatih kemampuan menulis, makin baguslah hasil tulisan kita. Meminjam ungkapan Kuntowijoyo (1999): “Bagi penulis, ada tiga langkah yang mesti ia lakukan. Langkah pertama, menulis, langkah kedua ialah menulis, langkah ketiga ialah menulis” (halaman vi).
Selain niat, hal tak kalah penting berikutnya yang harus dimiliki oleh orang yang ingin menjadi penulis adalah memiliki keyakinan yang kuat. Keyakinan tentang apa? Tentu saja tentang keyakinan bahwa setiap orang, siapa pun itu, tanpa terkecuali, bisa menjadi penulis.
Semua orang bisa menjadi penulis! Itulah ungkapan yang kerapkali Sudaryanto katakan di berbagai forum. Artinya, menulis bisa dilakukan oleh siapa pun, tidak terkecuali Anda yang tidak memiliki gelar sekali pun. Dengan demikian, menulis bukanlah kegiatan yang bersifat eksklusif atau bagi segelintir orang. Menulis bisa dilakukan semua orang, dari mulai guru, mahasiswa, dosen, profesor, hingga ibu rumah tangga (halaman 3).
Buku Menguangkan Ide, Kaya dari Menulis Artikel karya Sudaryanto yang diterbitkan oleh Leutika (2010) ini layak dijadikan sebagai penyemangat dan sumber inspirasi bagi para penulis atau orang-orang yang ingin menjadi penulis.
Tentang lampiran daftar media massa (berikut alamat email) yang ditampilkan dalam buku ini, saya rasa harus direvisi kembali. Selain kurang lengkap, juga harus kita pahami bahwa saat ini banyak media massa yang gulung tikar. Sebagian media yang tetap bertahan memilih untuk memangkas sebagian rubriknya, bahkan sebagian media sudah tak lagi memberikan imbalan (honor) apa pun, misalnya koran Suara Merdeka dan Radar Banyuwangi.
Saran saya, pandai-pandailah memilih media massa yang menghargai (memberikan reward berupa fee atau honor) penulis. Ada baiknya kita bertanya terlebih dahulu kepada teman-teman penulis (misalnya tentang alamat email yang valid) sebelum memutuskan mengirimkan karya ke media massa. Semoga ulasan ini bermanfaat.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
Ulasan
-
Drama Spring Fever, Drama Romcom yang Memberikan Banyak Pelajaran Kehidupan
-
Kritik yang Menyentil Keserakahan Manusia dalam Kokokan Mencari Arumbawangi
-
Juicy Luicy Kembali dengan Luka Baru Lewat Gurun Hujan, Apa Maknanya?
-
Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan, Seberapa Nyesek Film Ini?
-
Ulasan Film Gohan: Sajikan Kisah Hidup Anjing Liar yang Menggetarkan Jiwa
Terkini
-
Stylish buat Traveling, Intip 4 Ide OOTD Warna Hitam ala Kazuha LE SSERAFIM
-
Tayang 2027, Anime GATE 2 Rilis Key Visual Baru dan Proyek Lagu Penutup
-
Menanam Cahaya di Negeri Kelelawar
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea
-
iPad Mini Killer? OPPO Pad Mini Bawa Spek Gahar dan Layar AMOLED 144 Hz!