Ada sebuah dongeng menarik yang mengisahkan seorang pemimpin adil dan begitu dicintai oleh rakyatnya. Dongeng tersebut berjudul Menghidupkan Raja dari Kematian karya Ahmad Ijazi H. Sebuah dongeng yang bagus diresapi maknanya oleh para pembaca, terutama bagi para pemimpin.
Dikisahkan, negeri Mezika dipimpin oleh Raja Fiere, seorang raja yang sangat dicintai oleh rakyatnya. Hal ini tentu sangat wajar karena Raja Fiere mampu memimpin negeri tersebut dengan adil dan bijaksana.
Sayangnya, sebuah kabar tiba-tiba datang begitu mengejutkan. Raja Fiere dikabarkan meninggal dunia. Tak ayal, seluruh penduduk Negeri Mezika pun berduka karenanya. Kabar meninggalnya Raja Fiere yang memerintah di kerajaan Vortele terasa sulit dipercaya karena di hari sebelumnya ia tampak sangat sehat.
Di sebuah kamar khusus, tubuh Raja Fiere dibaringkan dan diawetkan. Ratu Sema terlihat sangat sedih. Perdana Mentri Kim memanggil dayang-dayang untuk menghibur Ratu Sema. Tetapi kedatangan dayang-dayang itu malah membuat Ratu Sema semakin berduka. “Hanya Raja Fiere yang bisa mengobati kesedihanku,” kata Ratu Sema, “seandainya saja Raja Fiere bisa dihidupkan kembali, pasti aku akan sangat bahagia.”
Singkat cerita, berdasarkan penjelasan Habib Lillo, kemungkinan besar Raja Fiere bisa dihidupkan kembali dengan satu syarat ada seseorang yang bersedia mengorbankan nyawanya untuk dipindahkan ke tubuh Raja Fiere. Namun, sayangnya tak satu pun petinggi istana yang bersedia untuk mengorbankan dirinya.
Keesokan harinya, Perdana Mentri Kim langsung mengumumkan kepada seluruh penduduk Negeri Mezika. Tapi tetap saja, tak seorang pun yang mau mengorbankan dirinya. Para prajurit pun dikerahkan. Setelah memasuki perkampungan dan mendatangi rumah-rumah warga, akhirnya para prajurit berhasil membawa seorang lelaki kurus yang bersedia mengorbankan nyawanya.
Lelaki kurus itu bernama Gele yang telah memiliki istri dan lima anak. Tak tampak kesedihan di wajahnya. Justru ia tampak begitu bahagia saat tiba di istana dan mendapat jamuan istimewa. Ada jawaban yang begitu berkesan ketika Gele ditanya satu hal oleh Perdana Mentri Kim, “Kau memiliki seorang istri dan lima orang anak, apakah kau tidak bersedih harus meninggalkan mereka?”
Ini jawaban Gele: “Tentu saja aku sedih, tetapi aku jauh lebih sedih saat mengetahui negeri ini harus kehilangan pemimpin terbaiknya. Raja Fiere terkenal bijaksana dan sangat dicintai rakyatnya. Jangankan menghidupi istri dan anak-anakku, menghidupi rakyat di seluruh negeri ini saja beliau mampu. Semoga kelak beliau diberi usia yang panjang. Sehingga kebaikan-kebaikan beliau bisa terus rakyat rasakan di seluruh penjuru negeri.”
Kisah pun berakhir dengan indah. Ternyata, Raja Fiere tidak benar-benar meninggal dunia. Dari seorang rakyat biasa, Raja Fiere jadi mengerti arti sebuah ketulusan. Buku Menghidupkan Raja dari Kematian (penerbit Sip Publishing, 2021) yang berisi kumpulan dongeng yang ditulis oleh sederet penulis yang memiliki latar belakang beragam ini menarik dijadikan bacaan menarik dan menghibur.
Baca Juga
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Buku Fobia Cewek: Kumpulan Kisah Lucu dari Pesantren hingga Jadi Penulis
-
Cinta Itu Fitrah, Tapi Sudahkah Kamu Menaruhnya di Tempat yang Tepat?
-
Berhenti Takut Merasa Sepi! Ini Rahasia Mengubah Kesendirian Menjadi Penyembuhan Diri
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata
Artikel Terkait
-
Perjuangan Seorang Wanita Panggilan Membesarkan Putrinya dalam Buku Netizen
-
Ulasan Buku Indonesia Sehari-hari, Potret Jenaka Ironi di Sekeliling Kita
-
Ulasan Buku Hidup Apa Adanya: I Decided to Live as Myself
-
Akibat Berpenampilan Terlalu Tomboy, Pasangan Ini Sering Dikira Gay Kemana-Mana Bawa Buku Nikah untuk Bukti
Ulasan
-
Membongkar Sisi Kelam Orde Baru dalam 'Larung': Sastra yang Menolak Dibungkam
-
Novel Misteri Kota Tua, Petualangan Beno Menyusuri Sejarah Kota Tangerang
-
Man on Fire, Series yang Sibuk Jadi Thriller Politik Sampai Lupa Rasa
-
Dibalik Pesona F4: Mengapa Kita Harus Berhenti Mengagungkan Hubungan Gu Jun Pyo dan Geum Jan Di?
-
Menyusuri Jambi Kota Seberang: Saat Rumah Kayu "Mengapung" di Atas Sungai
Terkini
-
Turun Stasiun, Langsung Jalan-Jalan! 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Praktis di Purwakarta
-
Berhenti Merasa Nyaman dalam Ketidaktahuan: Mengapa Istri Wajib Tahu Keuangan Keluarga
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
-
Bukan Sekadar Seni: Bagaimana Teater Jaran Abang Mengubah Remaja Jogja Menjadi Sosok Berdaya
-
Membongkar Peluang Skuad Garuda di Grup F Piala Asia 2027: Ujian Mental Menuju Pentas Dunia