Harga Sebuah Percaya adalah novel bergenre fantasy yang ditulis oleh Tere Liye. Diawali dengan cerita seorang pemuda yatim-piatu dan miskin yang bernama Jim yang jatuh cinta dengan Nayla, seorang anak keluarga terpandang.
Sekilas, cerita ini mirip Layla dan Majnun atau Romeo dan Juliet. Yakni kisah tentang kasih tak sampai karena tidak mendapatkan restu orang tua oleh karena perbedaan latar belakang keluarga.
Namun yang membuat kisah Jim berbeda adalah tentang perjalanannya mencari makna atas patah hati dan kehilangan mendalam yang ia rasakan. Karena pada akhirnya Nayla, kekasihnya memilih bunuh diri lantaran cintanya tidak direstui.
Dalam situasi yang amat terpuruk karena kedukaan yang mendalam atas tewasnya Nayla, Jim bertemu dengan Sang Penandai. Sosok misterius yang muncul tiba-tiba dengan memberi banyak petuah kepada Jim. Saat Jim ingin mengakhiri hidupnya, Sang Penandai berkata,
"Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri yang datang menjemput dirinya”
Dan inilah yang menjadi premis utama dari novel ini. Tentang perjalanan Jim untuk menciptakan "dongeng" tentang dirinya sendiri. Bahwa apa pun yang terjadi, seberat apa pun masalah yang ia hadapi, ia harus percaya bahwa takdir terbaik pasti selalu mengiringinya.
Berkali-kali kepercayaan Jim mengenai takdir terbaik itu harus diuji lewat beberapa peristiwa mendebarkan yang harus ia hadapi. Tiap kali dalam momen kritis, Sang Penandai beserta seluruh petuah hidupnya selalu muncul tiba-tiba di hadapan Jim.
Sang Penandai terus mendorong Jim untuk menciptakan "dongeng" hidupnya sendiri. Ia menasihati Jim agar mau untuk menyelesaikan cerita yang terjadi di dalam hidupnya dan pantang menyerah sebelum kematian benar-benar datang.
Karena begitulah cara untuk membuat dongeng terbaik tentang dirinya.
Menjadi seseorang yang pantang menyerah walau berkali-kali dihantam perasaan duka, patah hati, dan kehilangan harapan.
Di ujung cerita bersama Sang Penandai, akhirnya Jim berhasil untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Ia memaafkan seluruh luka masa lalu yang pernah terjadi, dan melapangkan hatinya atas kesesakan dan kesempitan. Saat ia telah mencapai titik tersebut, akhirnya janji Sang Penandai mengenai takdir terbaik akhirnya datang.
Di ujung perjalanan menuju Tanah Harapan, ia secara ajaib bertemu kembali dengan Nayla, sang pujaan hati.
Nah begitulah cerita mengenai Harga Sebuah Percaya. Membaca novel ini ibarat mendengarkan seseorang yang sedang berdongeng.
Ceritanya mendebarkan, tapi juga penuh dengan pesan moral dan pelajaran yang bisa diambil. Utamanya mengenai harga dari sebuah percaya, bahwa kita harus senantiasa memegang teguh kepercayaan mengenai takdir terbaik pasti akan selalu datang walau sesulit apa pun hidup yang dijalani hari ini.
Baca Juga
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
-
Pahlawan Ekonomi Kreatif: Tetap Cuan Meski Tanpa Kerja Kantoran
-
Pecandu Buku, Gerak Laku Penuntut Ilmu: Literasi untuk Membangun Peradaban
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
Artikel Terkait
-
Resensi Novel Pengabdi Cilok, Ketika Cilok Berperan Penting Menemukan Cinta
-
Ulasan Novel Days at the Morisaki Bookshop, Kisah Buku yang Mengubah Hidup
-
Sempat Dilarang Beredar, Ini Ulasan Novel Istana Mimpi Karya Ismail Kadare
-
Menguasai Seni Membuat Tipe Hero Cinnamon Roll yang Berkesan dalam Novel
-
A Very Yuppy Wedding: Novel tentang Wanita Karier dan Pernikahan
Ulasan
-
Kumpulan Cerpen Stephen King yang Bikin Merinding di Buku Just After Sunset
-
Lebih Sadis dan Kocak dari Final Destination, The Monkey Bikin Ketagihan!
-
Saat SMA Hyosan Menjadi Kuburan Hidup dalam All of Us Are Dead
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
Mencicipi Rendang dan Ikan Bakar Juara di Rumah Makan Ganto Sori Kuala Tungkal
Terkini
-
Dia Tidak Turun dari Bus Itu, Lalu Kenapa Ada di Rumahku?
-
4 Essence Toner Probiotic, Kunci Kulit Auto Lembap dan Skin Barrier Kuat!
-
Samsung dan Google Siapkan Kacamata AI, Canggih tapi Tetap Fashionable
-
Demam Padel: Akankah Bertahan Lama atau Bernasib Sama seperti Tren Olahraga Sebelumnya?
-
Menakar Ego Donald Trump: Tabuhan Genderang Perang Mengancam Dompet Kita