Sikap disiplin sangat penting dimiliki oleh setiap orang yang ingin meraih kemenangan atau kesuksesan. Sikap disiplin inilah yang akan membantu mengontrol segala kegiatan atau usaha kita dalam memperjuangkan cita-cita kita sampai akhirnya berhasil meraih sukses.
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan disiplin? Stephen R. Covey memaknainya demikian: the procces of subordinating today’s pleasure for a greater-longer term good, yakni proses menundukkan kesenangan hari ini demi kebaikan yang lebih besar dan berjangka panjang. Dalam pengertian lain, disiplin tidak lain semacam personal sacrifice, sebuah pengorbanan pribadi dengan menunda segala bentuk kesenangan semu yang bersifat sementara atau temporal agar membuahkan kepuasan, kesuksesan, dan kebahagiaan hidup hakiki di masa depan (hlm. 64).
Selain disiplin, tekun dan sabar dengan proses menuju sukses juga penting untuk kita miliki. Sebab, yang namanya kesuksesan itu akan melewati dengan sederet proses yang panjang, juga diwarnai dengan kegagalan demi kegagalan yang bila kita mampu menghadapinya, maka kita akan lebih kuat dan tangguh untuk melanjutkan impian hidup kita.
Ada sebuah rumus kesuksesan dari Napoleon Bonaparte yang diungkap dalam buku ini. Rumusnya begini: “Kemenangan adalah kepunyaan mereka yang paling tekun, tangguh, dan tabah bersama perjalanan sang waktu.” Tidak sedikit orang cenderung meremehkan ketekunan dan ketabahan untuk mencapai sesuatu yang berharga. Padahal hukum kehidupan berbicara: untuk setiap kemenangan, untuk setiap kesuksesan, dan untuk setiap mahkota kebesaran, Anda harus berani membayar harganya.
Persoalannya, terkadang kebanyakan kita telah mengetahui semua hukum kesuksesan itu, namun enggan menempuh jalan-jalannya. Mayoritas kita telah mengetahui formula-formula kemenangan hidup, tapi tidak berani membayar ongkosnya (hlm. 16).
Dalam memperjuangkan impian hidup, kita harus berusaha meyakini apa yang kita lakukan. Dengarkan suara hati terdalam kita. Apa yang ingin kita gapai dan jangan pedulikan orang-orang yang tak menyukai atau menyepelekan cita-cita kita yang begitu tinggi.
Benar apa kata Dr. Zaprulkhan, M.S.I, bahwa ternyata untuk menciptakan mahakarya kehidupan tidak hanya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, tetapi juga komitmen dan suara hati Anda secara total. Oleh karena itu, ikutilah mimpi-mimpi agung Anda dengan komitmen total—sampai kesuksesan mengunjungi Anda.
Buku berjudul ‘Kesuksesan Autentik, Meniti Jalan Sukses dan Makna Hidup’ karya Dr. Zaprulkhan, M.S.I yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (2016) ini sangat menarik dijadikan sebagai bacaan penyemangat hidup. Selamat membaca.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Lika-liku Menjadi Tukang Ojek Online: Catatan Harian Bang Ojol
-
Unpopular Opinion: Kita Butuh Cancel Culture yang Lebih Kejam untuk Figur Publik Bermasalah
-
Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?
-
Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?
-
Dilema Perayaan Kemerdekaan dan Iuran Besar yang Memberatkan Warga
Artikel Terkait
-
Mengajak Anak Gemar Membaca Lewat Buku 'Reading Parenting'
-
Novel Dan Hujan Pun Berhenti, Kisah Mengharukan Hubungan Toksik Anak-Orang Tua
-
Buku 'Bingkisan Cantik untuk Ibu Hamil', Upaya Mempersiapkan Kehamilan
-
Buku 'Ide Bisnis Makanan Unik dan Kekinian': Belajar Berbisnis Sejak Muda
-
Ulasan Buku The Alchemist, Kisah Filosofis tentang Mengejar Impian
Ulasan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
Terkini
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?