Kalau kamu ingin menyelami dunia pesantren dan mitologi pewayangan dengan cara pandang yang berbeda, mungkin Novel Hati Suhita adalah pilihan yang tepat untuk menjadi bacaan.
Novel Hati Suhita berkisah tentang perjodohan dengan orang asing dan berakhir dengan pernikahan. Karangan Khilma Anis ini mengambil berlatar sejarah islam di tanah jawa dan memadukannya dengan kearifan lokal jawa dengan berbagai filosofinya.
Sehingga novel ini menggunakan Bahasa Jawa yang cukup banyak dalam beberapa adegannya. Sehingga bagi pembaca yang tidak akrab dengan bahasa daerah yang satu ini akan dibuat kebingungan.
Namun menurut saya, plot novel ini terbilang unik karena menggunakan latar Jawa yang kental dipadukan dengan pesantren dan pewayangan. Ditambah dengan konflik cinta segitiga yang merupakan thrope romansa favorit saya, novel terbitan Telaga Aksa ft Mazaya Media tahun 2019 ini menggunakan 3 POV (Point of View).
Pertama yaitu POV Alina Suhita. Ia adalah tokoh utama, cantik, ramah, pintar, tapi kesepian. Lalu ada Abu Raihan Albirruni, yang tampan, anak tunggal kyai besar, entrepreneur sukses, aktivis pergerakan, selalu memprioritaskan ibunya, dan sudah dijodohkan dengan Alina sejak di bangku sekolah.
Terakhir ada Ratna Rengganis. Wanita cantik, pintar, mandiri, berprestasi terutama di bidang jurnalistiknya, dan cinta Gus Birru.
Sehingga novel ini didominasi oleh tokoh protagonis dan tidak ada peran antagonis. Meski begitu, ketiga tokoh utama dalam novel ini terbilang unik karena memiliki jalan hidup yang tidak biasa.
Alurnya juga mudah dipahami dan membuat penasaran hingga lembar terakhir. Membaca kutipannya saja sudah membuat saya tersentuh sehingga saya memutuskan untuk membaca keseluruhan kisah Alina, Gus Biru, dan Ratna ini.
Novel ini berhasil mengaduk emosi saya selama membaca. Sampai-sampai saya lupa kalau “Hati Suhita” juga bukan bacaan yang sempurna. Karena saya larut dalam kisah para tokohnya.
Terakhir, kutipan favorit saya di novel ini adalah, “Cinta itu seakan akan tidak ada habisnya untuk dibicarakan, bahkan instansi dari kesempurnaan iman adalah cinta."
Sehingga saya merekomendasikan novel ini untuk kamu yang suka genre romanca untuk menyelami makna ketulusan cinta dalam ketaatan dan pengabdian seorang wanita.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Tak Hanya Sesama Teman, Saat Guru dan Dosen Juga Jadi Pelaku Bully
-
Kisah Relawan Kebersihan di Pesisir Pantai Lombok
-
Viral Tumbler KAI: Bahaya Curhat di Medsos Bagi Karier Diri dan Orang Lain
-
Ricuh Suporter Bola hingga War Kpopers, Saat Hobi Tak Lagi Terasa Nyaman
-
Budaya Titip Absen: PR Besar Guru Bagi Pendidikan Bangsa
Artikel Terkait
-
Menilik Perjuangan Pahlawan Pendidikan Lewat Novel Ki Hadjar Sebuah Memoar
-
Ulasan Novel Minoel, Kekerasan Fisik dan Verbal dalam Jalinan Asmara
-
Review Novel Antares, Kisah Cinta Remaja dan Kenakalan Geng Motor
-
Novel 'Wingit'; Makna Dari Sebuah Mimpi yang Dialami oleh Banyak Orang
-
Ulasan Novel Pagi di Amerika: Mengejar Impian Bukanlah Hal yang Sulit
Ulasan
-
Review Film Utusan Iblis: Saat Kesunyian Menjadi Senjata Horor Psikologis Terbaik
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Nostalgia Film 5 cm: Antara Keindahan Mahameru dan Kekuatan Persahabatan
-
Burung-Burung Rantau: Gagasan tentang Manusia Pasca-Indonesia
-
Dua Dini Hari: Noir Lokal tentang Konspirasi dan Nasib Anak Jalanan
Terkini
-
The Wonderland Candy Bar
-
Publik Figur dan Moral Publik: Sampai Mana Kita Berhak Menuntut Sempurna?
-
Lula Lahfah Sempat Curhat Soal Kesehatan ke Keanu Agl Sebelum Meninggal
-
5 Rekomendasi Film Sambut Akhir Pekan, Sebelum Dijemput Nenek
-
Banjir Jakarta: Ancaman Kesehatan Publik yang Tersembunyi di Balik Genangan