Menjadi ibu baru adalah sebuah fase yang tidak mudah. Terlebih bagi para perempuan generasi milenial yang hidup di tengah gempuran media sosial yang membuatnya sangat mudah membandingkan diri sendiri dengan begitu banyak pencapaian yang dilakukan oleh orang lain.
Terlebih dengan banyaknya interaksi yang kita lakukan di dunia maya tersebut, yang membuat kita dihadapkan dengan perbandingan-perbandingan yang bikin kita insecure dengan keputusan yang telah diambil.
Misalnya fenomena ibu bekerja vs ibu rumah tangga, asi vs sufor, mengurus anak sendiri vs punya baby sitter, dan masih banyak lagi. Kenapa sih fenomena ini kerap terjadi dan bagaimana kita harus bersikap?
Pertanyaan tersebut terjawab dalam buku Empowered ME (Mother Empowers) ini. Rasanya menenangkan sekali membaca tulisan-tulisan dari Puty Puar ini. Segala macam uneg-uneg dan pergolakan batin yang dialami oleh ibu-ibu generasi milenial seolah terwakili.
Kalau dibandingkan dengan generasi boomers atau orang tua dan kakek nenek kita, mereka mungkin nggak mengenal istilah self love, me time, hingga aktualisasi diri.
Bahkan mereka katanya bisa menjadi ibu rumah tangga tulen dengan mengasuh 11 anak. Beda banget dengan ibu-ibu zaman sekarang, yang baru punya 1 atau 2 anak udah ngeluh ini itu.
Tapi ya emang kondisi kita itu beda banget dengan kondisi orang tua zaman dulu. Mereka nggak dihadapkan dengan begitu banyak pilihan, circle-nya terbatas hingga nggak mudah membandingkan, dan tantangan dalam mendidik anak nggak sekompleks sekarang.
Selain itu, kita juga nggak tau persis kondisi mental mereka gimana. Bisa jadi mereka juga punya sisi rapuh yang tidak terekspos.
Jadi, stop membandingkan. Hal yang harus kita pikirkan adalah gimana caranya bisa jadi perempuan yang tetap berdaya meskipun sudah menjadi ibu yang tentu punya tanggung jawab yang lebih dalam mengasuh anak.
Semuanya dimulai dari mengenali diri sendiri. Tahu apa yang jadi core value dari hidup kita sehingga punya kompas dalam menetapkan tujuan. Nggak lagi terombang ambing dengan sesuatu yang di luar prinsip.
Apa pun pilihan hidup kita, entah pengin jadi working mom atau jadi stay at home mom, kita semua benar-benar sadar akan konsekuensi dan menjalaninya dengan sepenuh hati.
Secara umum, buku ini sangat recommended buat para ibu atau mamah muda yang saat ini sedang merasa nggak produktif dan hidupnya gitu-gitu aja. Pemaparan yang relatable, serta ilustrasi yang lucu dan gemesin bikin buku ini sangat menarik untuk disimak!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Disaksikan Siti Atikoh, Kaukus Perempuan Nahdliyin di Lampung Deklarasi Dukung ke Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024
-
Ribuan Ibu-ibu Srikandi Sambut Calon Ibu Negara di Lampung Selatan
-
Istana Muali Persiapkan Peringatan HUT ke-79 RI di IKN, Minta Paskibraka Latihan Sedini Mungkin
-
Ulasan Novel Pengantin Remaja, Realita Menikah Muda yang Tidak Selalu Indah
-
Bikin Terenyuh, Ini Doa Ibu Ivan Gunawan Setelah Putranya Pilih Pamit dari Brownis
Ulasan
-
Drama The Scarecrow dan Potret Kegagalan Sistem Hukum dalam Kasus Hwaseong
-
Ulasan Film Killer Whale: Kisah Teror Sang Penguasa Lautan Yang Mencekam!
-
Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
-
Tarian Bumi: Eksplorasi Nestapa dan Belenggu Kasta Perempuan di Bali
-
Ulasan Novel Rahasia Salinem, Misteri Kotak Kayu dan Masa Lalu Salinem
Terkini
-
Dituding Menunggak Pajak, Agensi Ji Chang Wook Buka Suara
-
Murah tapi Nggak Murahan, Ini Smartwatch Terbaik di Harga Rp2 Jutaan
-
Apocalypse Hotel Raih Best Media dan Best Comic di Seiun Awards ke-57
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Tak Sekadar Game Anak, Roblox Jadi Wadah Kompetisi Musik dan Ruang Berkarya