Apakah kamu adalah generasi milenial yang punya cita-cita bangun rumah dan sukses di usia muda, tapi masih ngos-ngosan ngirit demi mencukupkan gaji di akhir bulan?
Atau boro-boro punya passive income, menjaga diri tetap waras ditengah kejaran deadline dan tuntutan klien aja setengah gila.
Penginnya hidup sehat, tapi masih doyan jajan boba, ngopi, dan makan gorengan.
Itulah sederet fakta yang begitu lekat di antara para kaum milenial hari ini.
Melalui buku berjudul 'On The Origin of Sh!tty Generation,' Yanki Hadiat dan Kirana Padmihapsari yang merupakan founder dari akun @millenialsshit membagikan hal-hal yang begitu relate dengan kaum milenial.
Mulai dari bab pertama, tentang siapa itu generasi milenial. Yakni kapan kamu dikatakan tergolong sebagai generasi milenial, bukan boomers atau gen Z.
Kemudian pembahasan bab kedua, tentang tipe-tipe generasi milenial serta segala macam label yang pernah disematkan untuk generasi ini.
Bab ini memang sengaja mengangkat istilah-istilah kocak mengenai generasi milenial.
Contohnya karakteristik tipe pithecorporat slavikus, pithestartupus slavikus, pi-k-pop armius, pithecanhypebeast javanicus, hingga sapiens (golongan paling normal).
Membaca bagian ini memang bikin kening berkerut karena istilah yang digunakan sungguh ada-ada saja.
Pada bab ketiga, pembahasan buku ini mengulik how to survive sebagai generasi milenial.
Tak kalah kocak, bab ini memperlihatkan bagaimana gambaran milenial yang berusaha bertahan hidup di tengah banyaknya tantangan yang mesti dihadapi.
Misalnya dengan mengandalkan promo dan diskon biar bisa bertahan hidup sampai akhir bulan. Atau mungkin belanja di thrift shop biar OOTD tetap kece meski minim budget.
Lanjut di bab keempat, membahas tentang sh!tty instinct. Bab ini kebanyakan memuat quotes-quotes pendek tapi nampol banget.
"Stalking dulu, kenalan kemudian"
"Gaji UMR, gaya hidup DPR"
"Tong kosong, julid bunyinya"
"Dalamnya hati tak bisa diduga, last seen bisa dihide"
"Dulu panjat pinang, sekarang panjat sosial"
"Mohon maaf untuk segala jenis rencana yang masih jadi wacana"
Lalu, di bab terakhir membahas kesimpulan dari keseluruhan isi buku. Bahwa hal menyenangkan dan menyebalkan akan selalu ada di tiap generasi, termasuk milenial itu sendiri. Jadi, enjoy aja selagi masih bisa.
Untuk selanjutnya, kamu bisa baca bukunya secara langsung untuk menertawai kekonyolan yang kerap terjadi di generasi yang katanya berada di rentang usia paling produktif ini.
Disertai dengan ilustrasi visual yang eye-catching, buku ini adalah bacaan menyenangkan yang bisa bikin mood-mu membaik!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
Sharing Literasi Keuangan dari Ayah Milenial di Buku Kamu Tidak Sendirian
-
Buku Perjalanan Menerima Diri, Wujudkan Self Love dengan Latihan Journaling
-
Buku Obat Sedih Dosis Tinggi, Refleksi agar Semangat Menjalani Hidup
-
Buku Home Learning, Belajar Seru Meski dari dalam Rumah
Artikel Terkait
-
4 Cerpen dan Novel Tipis yang Bikin Meringis, Kisahnya Pilu Abis!
-
Ulasan Buku Cry, Heart, But Never Break: Menyelami Kematian Lewat Mata Anak-Anak
-
Auto Jetlag, Ini 4 Judul Buku dengan Cerita yang Buat Pembaca Merasa Hampa
-
Menjadi Ayah di Tengah Luka Masa Lalu dalam Novel 'Papah Bumi dan Bumi'
-
Anti Lipat Buku, Ini 4 Rekomendasi Benda di Sekitar untuk Jadi Bookmark
Ulasan
-
Bagaimana Islam Memuliakan Perempuan? Ulasan Buku Karya Al-Buthi
-
Selangkah Lebih Dekat dengan Anak di Buku Anak yang Penuh Kecemasan
-
Ulasan Film Dead Poets Society: Robin Williams Ubah Pemikiran Siswa Lewat Puisi
-
Menghempas Energi Buruk di Buku Memaafkan yang Tak Termaafkan
-
Mamoru Hosoda Kembali dengan Scarlet: Adaptasi Hamlet yang Memukau