Salah satu karakteristik yang melekat pada karya fiksi terjemahan asal Jepang adalah banyaknya pesan moral yang menyentuh dalam cerita. Hal tersebut akan lebih mudah dijumpai dalam novel slice of life yang mengangkat cerita seputar kehidupan sehari-hari.
Nah, bagi kamu yang menyukai genre slice of life ini, berikut ini 4 rekomendasi novel asal Jepang dengan konflik ringan namun tetap bermakna!
1. Convenience Store Woman karya Sayaka Murata
Rekomendasi pertama adalah novel yang menceritakan keseharian seorang gadis penjaga minimarket bernama Keiko. Di lingkungannya, ia sering kali mendapatkan saran maupun kritik tentang apa yang seharusnya ia lakukan.
Namun ternyata, Keiko memiliki pandangannya sendiri tentang hal yang bernilai bagi dirinya. Ia berhasil keluar dari standar masyarakat menuju keputusan hidup yang ia pilih dan jalani secara sadar.
2. Funiculi Funicula karya Toshikazu Kawaguchi
Rekomendasi kedua adalah novel yang menceritakan kisah tentang kafe yang bisa membawa seseorang untuk menjelajahi waktu ke masa lalu untuk memperbaiki kesalahan yang ia lakukan. Dengan syarat, ia mesti menuntaskan misi sebelum kopi yang ia pesan menjadi dingin.
Bagi kamu yang ingin membaca novel yang ringan dengan sentuhan slice of life namun tetap memiliki plot yang menarik, novel ini menyajikan hiburan sekaligus kaya akan pesan moral tentang arti kehidupan!
3. Pasta Kacang Merah karya Durian Sukegawa
Selanjutnya adalah novel yang menceritakan seorang pemuda bernama Sentaro yang merasa telah gagal dalam menjalani kehidupannya. Ia yang nyaris hopeless tersebut tiba-tiba bertemu dengan Tokue, seorang nenek tua yang mengajarinya tentang cara membuat pasta kacang merah yang lezat.
Tidak hanya tentang pasta kacang merah, rupanya Tokue berhasil mengajarkan banyak nilai-nilai kehidupan kepada Sentaro.
4. Keajaiban Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino
Rekomendasi terakhir adalah novel yang menceritakan kisah tentang 3 orang pemuda yang terpaksa menyembunyikan diri di toko kelontong yang tidak berpenghuni.
Namun tiba-tiba, mereka menemukan surat misterius yang pada akhirnya membuat mereka melakukan perjalanan melintasi dimensi waktu. Bersama novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya, pembaca akan menemukan banyak nilai tentang arti cinta, impian, hingga keluarga.
Nah, itulah tadi 4 rekomendasi novel slice of life asal Jepang. Jika kamu ingin menikmati waktu bersantai dengan bacaan yang ringan namun tetap bermakna, novel-novel di atas bisa menjadi bacaan yang pas untuk menemani waktu istirahatmu!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
-
Kisah Cinta di Kota Tak Pernah Tidur dalam Novel Salju Pertama di New York
-
Petualangan Romantis dan Kuliner di Kota Cinta dalam Novel 'Paris, After The Rain'
-
4 Rekomendasi Buku tentang Hidup Damai Tanpa Memikirkan Omongan Orang Lain
-
Ulasan Novel Ghosting Writer, Kisah Perjuangan Penulis di Platform Daring
-
4 Anime Slice of Life yang Mengajarkan Kita untuk Menghargai Alam
Ulasan
-
Tertipu Gaya Film Perang Serius, Tropic Thunder Ternyata Satir Komedi Paling Pecah
-
Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu Extended: Saat Jeda Waktu Memberi Ruang bagi Makna
-
Ulasan Nice to Not Meet You: Krisis Identitas di Balik Pekerjaan Impian
-
Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
Terkini
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau
-
Dobrak Format Konvensional, Jakal Bookshop Fest 2026 Hadirkan 140 Aktivasi
-
Estetik ala Pinterest Girl, Berikut 5 Trik Pose dan Filter ala Xu Ruohan
-
Kehilangan Binar Masa Kecil: Apakah Menjadi Dewasa Berarti Berhenti Bermimpi?
-
Kucing Merah di Ujung Tanduk: Hutan Kalimantan Terus Kehilangan Penghuninya