Polewali Mandar merupakan salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Barat (Sulbar). Provinsi Sulawesi Barat, utamanya di Polewali Mandar dikenal dengan adanya rumah adat yang bernama boyang atau yang lebih kerap disebut rumah adat Mandar.
Suku Mandar merupakan salah satu suku mayoritas yang menempati di Sulawesi Barat, terlebih di kabupaten Polewali Mandar. Sehingga, boyang atau rumah adat Mandar ini memiliki arsitektur dan keunikan tersendiri yang dipengaruhi kearifan lokal masyarakat Mandar. Rumah adat Mandar biasanya berbentuk panggung yang terbuat dari kayu terbaik dengan adanya tiang-tiang penopang.
Meski ada banyak rumah adat Mandar yang tersebar di kabupaten Polewali Mandar, namun rumah adat Mandar yang akrab dikenal ‘Boyang Kayyang Buttu Ciping’ menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat setempat maupun pendatang.
Boyang Kayyang Buttu Ciping ini sedikit berbeda dengan rumah adat Mandar yang lain. Mengapa demikian, Boyang Kayyang Buttu Ciping ini memang didesain dengan penampilan yang cukup besar. Sebagaimana dengan namanya dalam istilah bahasa Mandar ‘Kayyang’, yang berarti besar.
Lokasi
Rumah adat Boyang Kayyang Buttu Ciping ini lokasinya berada di Desa Batu Laya, kecamatan Tinambung, kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Rumah adat ini memang sangat strategis karena tempatnya berada di atas bukit di kecamatan Tinambung, dan tentunya telah menyediakan beragam keindahan dan juga jauh dari pusat keramaian.
Bangunan ini dinamakan rumah adat karena bentuknya menyerupai rumah panggung yang berbentuk segi empat dan juga mempunya tiang-tiang penyangga. Rumah adat ini memiliki banyak fungsi, selain sering digunakan untuk acara formal maupun non formal, tempat ini juga kerap menjadi tempat wisata siswa dan juga mahasiswa, terlebih mahasiswa yang ada di kabupaten Majene.
Yang bikin asyik dengan adanya Boyang Kayyang ini karena pengunjung tidak usah khawatir jika bertandang di tempat ini. Pasalnya, ketika berkunjung tidak ada pungut biaya alias gratis.
Makanya tidak heran kalau Boyang Kayyang Buttu Ciping ini selalu ramai pengunjung dari waktu siang sampai sore hari, apalagi kalau hari Sabtu dan Minggu memang selalu menjadi pilihan untuk menikmati akhir pekan bersama keluarga dan juga sahabat tercinta.
Tempatnya yang strategis
Selain sering menjadi tempat mahasiswa untuk kerja kelompok atau sejenak untuk jalan-jalan, alasan lain tempat ini sering jadi pilihan mahasiswa karena telah menyediakan pemandangan yang indah dan nyaman.
Pemandangan yang indah tentunya juga dipengaruhi dengan tempat yang bisa terjaga dari kebersihan. Selain itu, di tempat ini juga telah tersedia WC umum dan juga penjual makanan dan minuman.
Nah, bagi kamu yang berada di kabupaten Polewali Mandar maupun kabupaten Majene, sangat direkomendasikan untuk mengunjungi tempat ini. Selain bisa menambah pengalaman, tentunya juga bisa membuat kamu merasakan keindahannya yang bisa kamu manfaatkan walau hanya sekedar foto-foto.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Eavesdrop: Petualangan dan Tantangan Menjadi Mahasiswa
-
Cikao Park, Cocok Jadi Tujuan Liburan Singkat dengan Keluarga di Purwakarta
-
Terbongkar! Enik Rutita, Dalang TPPO Modus Magang Jerman Ditangkap Saat Liburan di Italia
-
Danau Dendam Tak Sudah Berpotensi Raih Cuan Rp 361 Juta per Bulan
-
Kampus Mengajar: Capaian dan Keberlanjutan
Ulasan
-
Review In Spite of Ourselves: Jatuh Cinta Mudah, Menjalaninya Lebih Rumit
-
Saat Seorang Pelacur Merindukan Surga: Ulasan Mendalam Novel Re: dan peRempuan
-
Ulasan Film Warga Rusun 609: Kisah Hantu Gentayangan di Rumah Susun Tua
-
Harapan Hingga Kehancuran: Kesegaran Unik dalam Resident Evil (2026)
-
Review Reborn Rookie: Ketika Kehilangan Segalanya Membawa Perubahan Baik
Terkini
-
Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem
-
Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam
-
Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo
-
Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat
-
Menakar Karisma Politik: Masuknya Rocky ke Istana Kuak Rapuhnya Warga Sipil