Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan seolah menjadi ledakan yang sulit dihentikan. Terlebih dengan melesatnya kemajuan teknologi yang semakin memudahkan informasi untuk diakses oleh siapapun.
Segala kemudahan tersebut seharusnya membuat kita menjadi individu yang lebih cerdas. Tapi nyatanya, kelimpahan informasi tidak didukung dengan kemampuan belajar yang baik. Kita sangat mudah terdistraksi dan kehilangan fokus.
Rasanya sayang sekali jika segala privilese yang kita miliki sebagai manusia yang hidup di era kemudahan akses pengetahuan ini tersia-siakan lantaran tidak memiliki kemampuan belajar. Sebaliknya, jika kita bisa belajar lebih cepat dalam bidang apapun yang ingin ditekuni, kita akan mudah meraih keahlian yang diinginkan.
Oleh karena itu, skill untuk bisa cepat mempelajari sesuatu adalah hal yang sepatutnya dimiliki oleh siapapun. Salah satu buku yang membahas hal tersebut adalah 'Belajar Cara Belajar' yang ditulis oleh Syarif Rousyan Fikri, Mohammad Ichsan, dan Aditya Banuaji.
Para penulis merupakan founder dari kanal Youtube Hujan Tanda Tanya. Kanal tersebut menayangkan series Learning How To Learn (LHTL) yang telah ditonton lebih dari 2 juta kali.
Adapun buku ini berisi rangkuman serial tersebut, yang membahas tentang 5 langkah belajar cara belajar. Yakni alasan mengapa harus belajar cara belajar, menetapkan tujuan, memasang growth mindset, membangun sistem yang mendukung untuk belajar, dan berbagai macam teknik belajar yang bisa dilakukan.
Selain 5 langkah belajar di atas, buku ini juga menyajikan fakta-fakta unik seputar belajar. Misalnya pentingnya tingkat stres yang cukup dalam mendukung performa belajar.
Terkait masalah stres ini, saya baru tahu kalau terkadang kita juga butuh stressor dalam porsi yang tepat agar bisa tetap termotivasi. Keadaan yang terlalu santai dan tidak ada beban justru bisa bikin kita malas.
Itulah alasan kenapa pemberian ancaman dan hadiah dalam takaran yang seimbang adalah salah satu kiat agar kinerja otak kita mencapai tingkatan yang optimal dalam mempelajari sesuatu.
Buku ini juga menjelaskan tentang cara mencapai flow state. Yakni kecanduan belajar yang bisa bikin proses belajar kita ibaran main game yang membuat kita terus penasaran dan ingin terus melanjutkan.
Caranya adalah menyeimbangkan tantangan dan kesulitan belajar dengan tingkat pemahaman. Kalau saja kita bisa menakar hal tersebut dengan tepat, tentu proses belajar bisa menjadi begitu menyenangkan.
Selain 2 hal di atas, masih banyak informasi menarik terkait proses belajar yang dibahas dalam buku ini. Secara umum, buku ini sebenarnya terbilang ringkas karena hanya membahas poin-poin terpenting saja.
Hal tersebut membuat buku ini mungkin akan lebih mudah diterima oleh semua kalangan, bahkan bagi orang yang tidak terlalu nyaman membaca buku tebal. Ada banyak gambar ilustrasi dengan desain yang full color yang membuat buku ini juga lumayan eye-catching.
Jadi, bagi siapa saja yang ingin belajar cara belajar, buku ini adalah panduan yang bisa memberi banyak wawasan mengenai keahlian penting tersebut. Selamat membaca!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Buku Ternyata Tanpamu, Memaknai Perpisahan ala Natasha Rizky
-
Buku Sehat Setengah Hati, Cara Mudah Memperbaiki Pola Hidup
-
Ulasan Buku Zona Produktif Ibu Rumah Tangga: Berdaya Meski di Rumah Saja
-
Ulasan Buku I Do: Kiat Memutus Luka Batin Warisan Leluhur dalam Pernikahan
-
Ulasan Buku Nak, Belajar Soal Uang Adalah Bekal Kehidupan: 4 Tahap Bangun Kekayaan
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Daya Pikat Guru, Menjadi Guru yang Dicinta Sepanjang Masa
-
Review Buku I Love You, Mom: Kumpulan Kisah Kasih Seorang Ibu
-
Tiga Rekomendasi Buku Anak Islami Bertema Kesehatan dari Ziyad Books
-
Parenting Minim Tantrum dengan Neurosains dari Buku 'The Whole Brain Child'
-
Mengelola Cinta dan Nafsu dalam Buku Wasiat Rasul untuk Para Pecinta
Ulasan
-
Buku If All the World Were: Refleksi Lembut Soal Kepergian Orang Terkasih
-
Novel Sendiri: Perjalanan untuk Menerima Kehilangan
-
Teror Psikologis Tergila dan Bikin Traumatis, Sinopsis Film 'Send Help'
-
Buku No Hard Feelings: Cara Mengelola Emosi di Tempat Kerja
-
Menjadi Minoritas, Menjadi Dewasa: Membaca Sekosong Jiwa Kadaver