Untuk kamu yang suka membaca buku tentang psikologi atau pengembangan diri, maka buku ini cocok menjadi referensi. Buku "Duduk Dulu" karya Syahid Muhammad banyak mengandung makna kehidupan didalamnya. Buku ini diterbitkan pada tahun 2021 dan masih eksis sampai sekarang.
Buku ini akan membuatmu merenungkan tentang arti kehidupan dan eksistensi manusia. Kita seringkali lupa untuk memberikan jeda pada diri kita sendiri dari kesibukan yang ada sehingga tidak memiliki waktu untuk memahami diri sendiri. Berikut 3 pesan moral yang bisa kita dapatkan dari novel "Duduk Dulu" karya Syahid Hasyim.
1. Mengakui dan Menerima Segala Emosi
Salah satu pesan utama yang bisa kita dapat dalam novel ini adalah pentingnya untuk mengakui dan menerima segala emosi yang ada dalam diri kita. Syahid Muhammad menekankan bahwa setiap perasaan, baik positif maupun negatif, adalah bagian dari pengalaman manusia yang harus dihargai. Dengan memahami dan menerima emosi kita, kita dapat lebih baik dalam menghadapi tantangan hidup.
Syahid Muhammad juga menekankan pentingnya untuk tidak hanya mengejar tujuan, tetapi juga untuk menjaga hubungan dengan diri sendiri dan orang lain. Ini mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan hidup ini, dansangat penting untuk saling mendukung satu sama lain.
2. Refleksi Diri
Berhenti sejenak dan merenungkan perjalanan hidup yang sudah kita lalui. Pernahkah kamu merenungkan hal-hal apa saja yang sudah kamu lalui selama ini?. Dalam kesibukan mengejar berbagai hal, sering kali kita lupa untuk melihat ke dalam diri sendiri.
Ini mengingatkan kita bahwa refleksi diri adalah langkah penting untuk memahami siapa kita sebenarnya dan apa yang kita butuhkan dalam hidup ini. Kita bisa melakukan refleksi diri dengan cara bermeditasi, berjalan-jalan, berlari, atau menulis.
3. Bersyukur Atas Setiap Perjuangan
Dalam bukunya Syahid Muhammad juga menyampaikan pesan tentang pentingnya bersyukur atas setiap perjuangan yang telah kita lalui. Dalam novel ini, terdapat ungkapan terima kasih kepada diri sendiri yang mencerminkan penghargaan terhadap usaha dan ketahanan yang telah ditunjukkan. Ini mengajak kita untuk menghargai setiap langkah dalam hidup, meskipun terkadang terasa sulit.
Novel ini juga mengingatkan kita untuk tidak melupakan kemanusiaan kita di tengah kesibukan dan tuntutan hidup. Syahid Muhammad menekankan bahwa kita harus tetap menjadi manusia yang utuh, dengan semua emosi dan pengalaman yang kita punya. Ini berarti menerima diri kita apa adanya dan tidak terjebak dalam ekspektasi yang tidak realistis.
Dari pesan-pesan moral di atas kita tahu pentingnya untuk bersyukur atas perjuangan dan ketahanan yang telah kita lalui dan mengingatkan kita untuk menghargai setiap langkah yang telah kita ambil.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Paya Nie, Perlawanan Perempuan Aceh terhadap Penindasan Patriarki
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Leader for Life, Setiap Orang Bisa Menjadi Pemimpin
-
Ulasan Buku My Bossy Boss, Kelakuan Para Bos yang Bikin Keki
-
Novel 'Waru': Kesuksesan yang Dibayar dengan Hancurnya Keluarga dan Teror
-
Proses Penyembuhan Luka Batin dalam Novel "Di Seberang Rumah"
-
Tukar Tambah Nasib: Hal Berharga yang Harus Dibayar untuk Menukar Takdir
Ulasan
-
Romansa Enemies to Lovers di Novel Act of Money Karya Dinda Delvira
-
Keteguhan Perempuan dalam Sunyi: Membaca Realisme Sosial dalam Novel Mirah
-
Sianida di Balik Topeng Kesopanan Bangsawan Inggris dalam An English Murder
-
Jeng Yah dan Perlawanan Sunyi Merebut Ruang Sejarah dalam 'Gadis Kretek'
-
Terluka Bertubi-tubi di Novel Asavella Karya Alfida Nurhayati Adiana