Buku "Al-Farabi" karya A.R. Shohibul Ulum merupakan sebuah biografi komprehensif yang menyajikan gambaran lengkap tentang kehidupan dan pemikiran salah satu filsuf muslim terkemuka, Al-Farabi. Penulis berhasil menghadirkan sosok Al-Farabi yang kompleks, mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, perjalanannya, hingga kontribusi besarnya dalam dunia filsafat.
Salah satu poin penting yang dibahas dalam buku ini adalah pengaruh besar Aristoteles terhadap pemikiran Al-Farabi. Al-Farabi sering disebut sebagai "Guru Kedua" setelah Aristoteles karena ia dianggap sebagai komentator terbaik karya-karya Aristoteles. Shohibul Ulum memaparkan bagaimana Al-Farabi menyelaraskan filsafat Aristoteles dengan ajaran Islam, menciptakan sintesis yang unik dan berpengaruh.
Selain itu, buku ini juga membahas secara mendalam tentang klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Al-Farabi. Dalam karyanya yang terkenal, "Ihsa al-Ulum" (Klasifikasi Ilmu), Al-Farabi menyajikan sebuah sistematika ilmu pengetahuan yang sangat maju untuk zamannya. Sistematika ini menjadi rujukan penting bagi para ilmuwan dan filsuf setelahnya.
Shohibul Ulum juga menyoroti pemikiran Al-Farabi tentang negara ideal. Al-Farabi menggambarkan negara ideal sebagai sebuah komunitas yang dipimpin oleh seorang filsuf raja yang memiliki pengetahuan mendalam tentang filsafat dan ilmu-ilmu lainnya. Negara ideal ini bertujuan untuk mencapai kebahagiaan bersama bagi seluruh warganya.
Buku ini juga membahas tentang pandangan Al-Farabi tentang hubungan antara agama dan filsafat. Al-Farabi berpendapat bahwa agama dan filsafat pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Namun, agama menggunakan bahasa simbolik dan mitos, sedangkan filsafat menggunakan bahasa rasional.
Selain itu, Shohibul Ulum juga membahas tentang kontribusi Al-Farabi dalam bidang logika, metafisika, etika, dan politik. Al-Farabi mengembangkan logika Aristoteles dan menerapkannya dalam berbagai bidang. Dalam metafisika, ia membahas tentang keberadaan Tuhan, jiwa, dan alam semesta. Dalam etika, ia membahas tentang kebajikan dan kebahagiaan. Dalam politik, ia membahas tentang bentuk-bentuk pemerintahan dan negara ideal.
Salah satu keunggulan buku ini adalah penulisannya yang sangat jelas dan sistematis. Shohibul Ulum berhasil menyajikan pemikiran-pemikiran kompleks Al-Farabi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca umum.
Melalui buku ini, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya pemikiran para ulama dan filsuf Islam di masa lalu. Al-Farabi adalah salah satu contoh cemerlang dari para pemikir Islam yang berhasil mengintegrasikan berbagai tradisi intelektual dan menghasilkan pemikiran yang original dan mendunia.
Dengan membaca buku ini, kita dapat lebih memahami akar-akar pemikiran Islam dan bagaimana pemikiran ini terus berkembang dan memengaruhi dunia hingga saat ini.
Secara keseluruhan, buku ini dapat menjadi referensi yang sangat berharga bagi para akademisi, mahasiswa, dan semua orang yang tertarik dengan pemikiran Islam. Buku ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkaya khazanah intelektual bangsa.
Identitas Buku
Judul: Al-Farabi
Penulis: A.R. Shohibul Ulum
Penerbit: Anak Hebat Indonesia
Tanggal Terbit: 3 Januari 2023
Tebal: 228 Halaman
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Paya Nie, Perlawanan Perempuan Aceh terhadap Penindasan Patriarki
-
Novel The Lost Apothecary, Misteri Toko Obat Tersembunyi di London
-
Novel Saman: Pendobrakan Tabu Sosial di Tengah Politik Indonesia
-
Membedah Sisi Gelap Keadilan Manusia di Ulasan Novel The Hellbound
Artikel Terkait
-
The Power of Words, Desain Intrinsik dari Sebuah Mantra
-
Belajar Menjadi Versi Terbaik Diri Sendiri dari Buku Esok Lebih Baik
-
Review Buku 'Gapapa Kok, Gak Semua Harus Terwujud Hari Ini': Reminder saat Gagal
-
Atasi Keresahan dengan Cara yang Efektif Lewat Buku Lepas dari Kecemasan
-
Ulasan Buku Untukmu yang Paling Berharga, Sebuah Apresiasi untuk Kehidupan
Ulasan
-
Review Novel The Great Gatsby: Sisi Gelap American Dream
-
Novel Babel: Menggugat Akar Kolonialisme Lewat Menara Terjemahan
-
Refleksi Imlek: Membedah Pemikiran Soe Hok Gie dalam Catatan Seorang Demonstran
-
Novel Kamar Nomor 7, Teror yang Mengintai di Maitra Boarding School
-
Novel Tuhan Maha Romantis: Saat Cinta Pertama Menguji Keteguhan Komitmen
Terkini
-
Waspada Spyware! Ciri HP Kamu Sedang Disadap dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Min Hee Jin Menang Gugatan Rp292 Miliar, Apa Respons HYBE Selanjutnya?
-
Sajian Khas Imlek Tionghoa Pesisir di Bintan dan Kepulauan Riau, Mana Favoritmu?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London
-
Pemburu Waktu dan Takdir yang Dihapus