Memilih untuk ikhlas saat patah hati tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Terlebih apabila kita patah hati karena disakiti ataupun ditinggalkan oleh orang yang dicintai.
Untuk menemukan kelapangan setelah badai dalam perasaan itu berkecamuk, terkadang kita memang perlu meresapi perasaan patah hati tersebut menjadi bagian dari proses penyembuhan.
Patah, pelan-pelan pulih, lalu ikhlas. Semuanya butuh waktu untuk mencapai kesadaran. Kalau proses untuk ikhlas itu rasanya getir dan pahit, anggap saja itu adalah obat yang akan menyembuhkan.
Perihal masalah patah hati tersebut, salah satu buku yang memberi penghiburan untuk orang-orang yang sedang patah hati adalah buku berjudul 'Patah Paling Ikhlas' karya David Ramadhan dengan nama pena @crita.perempuan.
Dalam buku kumpulan quotes ini, penulis mengurai kalimat-kalimat menenangkan bagi perempuan yang sedang dilanda kegalauan akibat patah hati.
Dalam halaman sampul, penulis berharap bahwa buku ini tidak sekedar menjadi bacaan, tapi mampu menjadi bukti bagi pembacanya untuk berproses menjadi versi terbaik dari diri mereka.
Saat membaca buku ini, kesan yang ditinggalkan adalah memiliki seseorang yang memahami perasaan kita. Terkadang, patah hati itu tidak hanya menyoal perasaan ditinggalkan oleh seseorang, tapi juga tentang harapan yang seringkali tidak kesampaian.
"Girls, tidak semua harus tentang pencapaian, kok.
Lihat kamu bisa bertahan sampai sejauh ini, itu udah hebat banget" (hal. 37)
Selain tentang harapan yang tidak kesampaian, patah hati juga bisa datang karena kita terlalu memaksakan diri untuk memiliki sesuatu. Padahal, bisa jadi persoalan tersebut hanyalah bentuk ujian dari Tuhan.
"Ada hal yang tak bisa kupaksakan untuk kumiliki seutuh dan selamanya.
Hanya untuk sekedar mengujiku, seberapa bersyukur aku memilikinya, dan seberapa luas hatiku untuk menerima dan merelakan kepergiannya." (hal. 108)
Secara umum, buku ini lumayan bisa memvalidasi emosi saat sedang patah hati. Hanya saja, saya secara pribadi merasa bahwa quotes-nya kurang menohok.
Apa yang dipaparkan penulis barangkali belum menyentuh sisi sentimentil yang bisa dieksplorasi dari perasaan patah hati seorang perempuan.
Tapi terlepas dari hal tersebut, buku ini lumayan bisa menghibur. Bagi pembaca yang sedang mengalami patah hati, tidak ada salahnya untuk membaca buku yang satu ini!
BACA BERITA ATAU ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE
Baca Juga
-
Buku Ya Tuhan, Desain Grafis, Deadline, Doa: Curhat Absurd Pekerja Kreatif
-
Refleksi Idul Adha dalam Pendidikan Anak di Buku Kiat Menjadi Guru Keluarga
-
Dear You: Antara Cinta, Patah hati, dan Kisah yang Tak Pernah Usai
-
Keyakinan yang Mengubah Realitas dalam Buku Spontaneus Healing of Belief
-
Productivity Hack: 80 Inspirasi untuk Mendongkrak Produktivitas Pribadi
Artikel Terkait
Ulasan
-
Single Mom Melawan Stigma Janda Lemah: Bagaimana Irene Mengubah Luka Menjadi Kekuatan?
-
Review Avatar: The Last Airbender Season 2: Berani Beda, tapi Apakah Lebih Baik dari Animasinya?
-
Peristiwa Kemerdekaan di Aceh: Menyibak Sejarah Kemerdekaan di Ujung RI
-
Ulasan CEO-dol Mart: Aksi Kocak Lima Mantan Idol Mengelola Supermarket
-
Sang Maha Sentana: Beban Tanggung Jawab Bangsawan yang Melampaui Janji Suci
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Lolos ke 16 Besar, Norwegia Ulang Sejarah 28 Tahun Silam
-
Cuaca Makin Tak Menentu, Terlambatkah Kita Menghadapi Krisis Iklim?
-
Uji Taktik di Babak Gugur, Siapa yang Lebih Kuat Belgia atau Senegal?
-
Jangan Sampai Gajian Cuma Numpang Lewat, Hentikan 5 'Kebocoran' Dompet Ini Sekarang!
-
5 Drama Korea Paling Populer Bulan Juni 2026, Ada Agent Kim Reactivated!