Sebagai seorang wanita yang sudah menikah, terkadang banyak di antara kita dihadapkan dengan berbagai dilema tentang pilihan-pilihan hidup yang diambil.
Ingin bekerja dan merintis karier, namun khawatir keluarga akan terlantar. Ada pula yang ingin menjadi seorang ibu rumah tangga agar punya waktu yang banyak untuk bersama keluarga, namun rutinitas di rumah saja kadang membosankan dan membuat jenuh.
Terkait hal tersebut, buku berjudul 'Jadi Kaya dengan Berbisnis di Rumah' yang ditulis oleh Ir. Netti Tinaprilla, MMA mengupas tuntas keresahan wanita tersebut secara lebih mendalam.
Sebagaimana judulnya, buku ini membahas tentang kiat praktis bagi wanita untuk mencapai kebebasan finansial tanpa harus meninggalkan keluarga.
Di dalamnya, penulis membahas tentang hal-hal seputar pekerjaan dan berbagai kendalanya bagi wanita, alasan mengapa bisnis bisa menjadi pilihan terbaik bagi wanita, sikap mental yang perlu dimiliki untuk mulai berbisnis, tahap persiapan dan pengembangan bisnis, serta berbagai profil wanita pebisnis yang telah sukses.
Berbicara tentang wanita dan keluarga, salah satu kendala besar yang dihadapi oleh seorang wanita karier adalah terkait pengasuhan anak-anak.
Meski beban pengasuhan adalah tanggungjawab kedua orang tua, namun ibu memiliki peran sentral dalam membersamai tumbuh kembang anaknya.
Berdasarkan penelitian yang ada, Bu Netti menekankan bahwa seorang ibu mempunyai peran yang lebih besar untuk melindungi anak-anak dari perilaku kenakalan dengan menanamkan bekal berupa nilai-nilai yang baik dari rumah.
Hal tersebut tentu sulit untuk dicapai jika ayah maupun ibu memutuskan untuk meninggalkan anak untuk bekerja dan membebankan pengasuhan kepada orang lain.
"Hubungan yang baik antara orang tua dan anak akan meningkatkan keadaan psikologi anak dan berpengaruh pada penurunan perilaku agresif serta kenakalan anak." (Halaman 8)
Ketika seorang wanita memilih untuk fokus berkarier namun tidak diiringi dengan kesuksesan dalam keluarga, hal tersebut akan menimbulkan kehampaan karena akan ada pihak yang dikorbankan, entah itu anak atau suami.
Jadi, dalam melaksanakan pemberdayaan diri untuk mencapai keseimbangan, wanita harus mengerti dan memahami diri, apa kecenderungan dan kebutuhannya untuk dapat eksis terhadap perannya.
Dari sini, kita bisa mencari tahu tentang apa yang menjadi bakat dan potensi kita, lalu menyelaraskan dengan peran dan kewajiban dalam keluarga. Dan salah satu opsi untuk mencapai hal tersebut adalah lewat bisnis dari rumah.
Dengan berbisnis dari rumah, seorang wanita dapat terus mengembangkan diri, punya kesempatan untuk meraih kebebasan finansial, namun tetap punya waktu untuk keluarga.
Untuk memulai bisnis rumahan, ada beberapa hal yang dijelaskan oleh penulis. Pertama dan yang terpenting adalah tentu saja menemukan alasan mengapa bisnis rumahan adalah salah satu opsi terbaik yang bisa dipilih oleh wanita.
Setelah memiliki niat yang mantap, kita bisa mengaplikasikan tahapan untuk memulai dan mengembangkan bisnis sebagaimana yang dijelaskan oleh penulis di buku ini.
Adanya beberapa profil dan kisah sukses dari perjuangan beberapa wanita dalam buku ini juga bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk mulai merintis bisnis.
Sebagian besar di antara kisah tersebut mengawali perjalanannya dari kesadaran bahwa yang menjadi prioritas utama mereka adalah keluarga. Mereka kemudian memilih bisnis rumahan sebagai win-win solution untuk mengutamakan keluarga namun tidak mesti mematikan bakat dan potensi yang mereka miliki.
Secara umum, buku ini cukup lengkap membahas hal-hal apa saja yang penting untuk diperhatikan oleh seorang wanita sebelum memulai bisnis. Pembahasannya juga cukup runut dan mudah dipahami.
Jadi, jika kamu adalah seorang wanita yang butuh referensi untuk memulai bisnis dari rumah, buku ini bisa menjadi bacaan yang menambah wawasan. Selamat membaca!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Ulasan Buku The Sacks of Cloud, Kebahagiaan yang Timbul dari Berbagi
-
Edukasi Keuangan Perempuan di Buku 'Menjadi Cantik, Gaya, dan Tetap Kaya'
-
Ulasan Novel Critical Eleven, Pertemuan dalam Sebelas Menit yang Menentukan
-
Frugal Living Bukan Sekadar Hemat, Tapi Upaya Sederhana untuk Menjaga Bumi
-
Ulasan Buku Little Birdies, Empat Burung Kecil dan Kakek yang Penyayang
Artikel Terkait
-
Ulasan Novel Eternal Memories: Perang Sepi antara Nyata dan Terasa Nyata
-
Ulasan Novel Back to You: Menyelesaikan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Review Buku Indonesia Merdeka, Akhir Agustus 2025 Benarkah Sudah Merdeka?
-
5 Rekomendasi Mobil Matic untuk Wanita Pemula: Anti Panik di Jalan, Harga Mulai 100 Jutaan!
-
Danantara Dorong BUMN Terapkan Praktik Bisnis Berkelanjutan
Ulasan
-
Ulasan Novel Eternal Memories: Perang Sepi antara Nyata dan Terasa Nyata
-
Ulasan Novel Back to You: Menyelesaikan Masa Lalu yang Belum Usai
-
Review Buku Indonesia Merdeka, Akhir Agustus 2025 Benarkah Sudah Merdeka?
-
Ulasan Buku The Sacks of Cloud, Kebahagiaan yang Timbul dari Berbagi
-
Ulasan: Dunia Anak yang Tidak Pernah Sederhana, Membaca Kejujuran White Wedding
Terkini
-
Penuh Aksi, Film Play Dirty Tampilkan Mark Wahlberg sebagai Perampok Ulung
-
BRI Super League: Madura United Pakai Pemain Utama, Bali United Bisa Redam?
-
5 Rekomendasi Drama China yang Dibintangi Zhang Kaitai, Ada Genre Fantasi hingga Thriller
-
Han So Hee Dikabarkan Gabung Byeon Woo Seok di Live-Action Solo Leveling
-
Mauro Zijlstra Sah Jadi WNI, Pertahanan Timnas U-23 Bakal Makin Kokoh?