Drama Jepang bertema makanan selalu punya daya tarik tersendiri. Bukan cuma karena tampilannya yang bikin penonton langsung lapar, tapi juga karena setiap hidangan yang muncul biasanya menyimpan cerita dan makna yang lebih dalam.
Ada yang menghadirkan suasana hangat lewat interaksi di kedai kecil, ada pula yang menggambarkan bagaimana makanan bisa jadi pelipur lara setelah hari yang melelahkan.
Tak jarang, makanan juga menjadi medium untuk menyampaikan nostalgia, mengenang kampung halaman, atau bahkan mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda.
Nah, buat kamu yang sedang mencari beberapa tontonan semacam itu, berikut lima serial Jepang bertema makanan yang bisa membuat perut keroncongan sekaligus memberi sensasi menenangkan.
1. The Way of the Hot and Spicy

Kalau kamu pencinta pedas, drama Jepang ini wajib masuk daftar tontonan. Ceritanya mengikuti Kenta Sarukawa, seorang sales promotion dari Osaka yang dipindahkan ke Tokyo.
Di kantor barunya, ia bukan cuma harus menghadapi klien-klien baru, tapi juga dunia makanan super pedas yang jadi bagian dari tradisi timnya.
Mulai dari rekan kerja yang sok jago, si cuek dingin, hingga junior yang suka bercanda, semuanya pernah ditempa lewat jalan pedas sang bos, Hirata.
Sarukawa pun ikut menjalani perjalanan penuh cabai, dari level 1 sampai 10, yang diam-diam juga membantunya belajar tentang kerja keras dan kehidupan.
2. The Road to Red Restaurants List

Berawal dari pertemuan tak sengaja dengan semangkuk nikusoba yang mengubah hidupnya, Tamio Suda mulai jatuh cinta pada hidangan-hidangan yang sudah jarang ada di kebanyakan tempat makan.
Bukan sembarang kuliner, hidangan ini hanya bisa ditemukan di kedai-kedai rumahan sederhana yang sudah puluhan tahun berdiri, biasanya dikelola oleh pemilik lanjut usia yang tak punya penerus.
Setiap akhir pekan, Suda melakukan perjalanan seorang diri untuk mencicipi sajian-sajian itu, sekaligus menemukan pelarian dari pekerjaan yang menyesakkan dan kehidupan rumah tangga yang terasa hampa.
Bagi Suda, tiap perjalanan singkat ini bukan sekadar wisata kuliner, tapi juga sebuah cara untuk mencari makna hidup lewat rasa nostalgia dan hangatnya masakan rumahan yang hampir hilang ditelan zaman.
3. Midnight Diner

Berlatar di sebuah kedai kecil yang hanya buka larut malam di distrik Shinjuku, Tokyo, serial ini menghadirkan suasana hangat dari interaksi para pelanggannya.
Sang pemilik sekaligus koki yang disebut Master menjadi sosok sentral cerita. Master selalu berusaha memasak apa pun yang diminta pelanggan, selama bahan tersedia dan tidak terlalu rumit baginya.
Tak jarang, para pelanggan sendiri membawa bahan khusus untuk memuaskan keinginan mereka.
Kedai kecil ini menjadi titik temu beragam orang, mulai dari pegawai kantoran, anggota yakuza, hingga pekerja malam.
Meski latar belakang mereka berbeda-beda, interaksi di kedai biasanya penuh kehangatan dan jarang terjadi konflik berkepanjangan.
4. Kantaro: The Sweet Tooth Salaryman

Ametani Kantaro punya obsesi besar pada makanan manis. Saking cintanya, ia rela meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai programmer demi menjadi salesman di sebuah perusahaan penerbitan demi bisa menikmati dessert favoritnya di sela jam kerja.
Dengan pengetahuan luas tentang toko kue dan manisan asli Tokyo, Kantaro menyusun rute kunjungan kerjanya dengan sangat detail. Hasilnya, ia bisa mencicipi berbagai hidangan manis, mulai dari anmitsu dan mitsumame khas Jepang, hingga parfait ala Barat.
Meski begitu, Kantaro bukan tipikal pegawai yang malas. Justru karena ingin menyisihkan waktu untuk mencicipi dessert, ia bekerja ekstra keras. Tak heran kalau performanya jadi yang terbaik di timnya.
5. The Makanai: Cooking for the Maiko House

Kiyo dan sahabatnya, Sumire, meninggalkan kampung halaman mereka di Aomori untuk merantau ke Kyoto, tepatnya di distrik Gion, demi menepati janji menjadi seorang maiko.
Sumire dengan cepat menunjukkan bakat luar biasa dalam mempelajari tradisi dan tata krama maiko, sementara Kiyo justru kesulitan mengikuti pelajaran dan sempat diminta mempertimbangkan untuk pulang.
Tapi nasib berkata lain. Ketika juru masak di rumah maiko jatuh sakit, dan salah satu maiko senior, Tsurukoma, secara tak sengaja menyebabkan kebakaran kecil saat mencoba memasak, Kiyo menemukan jalannya sendiri.
Bakatnya dalam memasak membuat sang ibu rumah akhirnya mempercayakan dapur kepadanya. Sejak saat itu, Kiyo resmi tinggal di rumah maiko sebagai juru masak andalan.
Hari-harinya pun diisi dengan berburu bahan segar di pasar Kyoto dan meracik masakan yang lezat untuk para maiko.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS