Bagi banyak orang, luka bakar hanya dipahami sebagai cedera kulit. Padahal, dalam kasus tertentu, luka bakar—terutama yang luas dan berat—dapat memicu komplikasi serius hingga menyebabkan gagal ginjal akut (acute kidney injury/AKI). Kondisi ini bukan sekadar teori, melainkan sudah banyak dibuktikan dalam penelitian medis.
Luka Bakar dan Risiko Gagal Ginjal
Dokter dan peneliti menyebut gagal ginjal akut sebagai salah satu komplikasi paling berbahaya pada pasien luka bakar. Tinjauan ilmiah menunjukkan bahwa AKI pada pasien luka bakar berkaitan dengan tingginya angka kematian, terutama jika disertai syok atau infeksi berat (sepsis).
Gagal ginjal pada korban luka bakar bisa muncul dalam dua fase:
- Fase awal (dini): Terjadi beberapa jam hingga hari pertama setelah luka bakar, biasanya karena tubuh kehilangan banyak cairan (dehidrasi berat), tekanan darah turun, dan aliran darah ke ginjal terganggu.
- Fase lanjut (lambat): Muncul beberapa hari kemudian, sering dipicu oleh sepsis (infeksi berat), kerusakan organ lain, atau komplikasi metabolik.
Mengapa Luka Bakar Bisa Merusak Ginjal?
Secara medis, ada beberapa mekanisme yang menjelaskan hubungan luka bakar dengan gangguan ginjal:
- Kehilangan cairan besar-besaran: Volume darah turun sehingga ginjal kekurangan aliran darah.
- Pelepasan zat toksik: Kerusakan jaringan otot dan darah dapat melepaskan zat seperti mioglobin dan hemoglobin yang bersifat toksik bagi ginjal.
- Respons peradangan: Reaksi ekstrem tubuh terhadap luka bakar (inflamasi sistemik).
- Efek samping obat: Penggunaan obat tertentu yang bersifat nephrotoxic (meracuni ginjal).
- Sepsis: Infeksi yang memperberat kerusakan organ.
Akibatnya, ginjal yang seharusnya menyaring racun dari darah menjadi kewalahan dan bisa berhenti berfungsi sementara atau permanen.
Bukti Penelitian: Risikonya Nyata
Sebuah penelitian klasik di Amerika Serikat menemukan fakta mengejutkan: sebelum tahun 1983, 100 persen anak dengan gagal ginjal akibat luka bakar meninggal dunia. Setelah protokol perawatan diperbaiki (resusitasi cairan lebih cepat, kontrol infeksi lebih baik, dan tindakan medis lebih dini), angka kematian memang menurun, tetapi tetap tinggi, yakni di atas 50 persen.
Penelitian terbaru di Indonesia (pusat rujukan luka bakar di Jawa Barat, 2024) juga menunjukkan bahwa pasien dengan luas luka bakar lebih dari 20 persen permukaan tubuh memiliki risiko jauh lebih tinggi mengalami gagal ginjal akut. Artinya, semakin luas lukanya, semakin besar ancaman komplikasi pada organ dalam.
Tanda Awal Gangguan Ginjal pada Pasien Luka Bakar
Gagal ginjal tidak selalu langsung terasa. Beberapa tanda yang biasanya dipantau tenaga medis antara lain:
- Jumlah urine menurun drastis;
- Bengkak pada tubuh;
- Kadar kreatinin dan ureum meningkat dalam darah;
- Gangguan elektrolit; serta
- Lemas, mual, dan kesadaran menurun pada kondisi berat.
Karena itulah, pasien luka bakar berat hampir selalu memerlukan pemantauan ketat di rumah sakit, bahkan di unit perawatan intensif (ICU).
Kunci Pencegahan: Kecepatan Penanganan
Kabar baiknya, risiko gagal ginjal akibat luka bakar bisa ditekan bila penanganan dilakukan dengan tepat. Beberapa langkah penting yang terbukti menurunkan angka kematian meliputi:
- Resusitasi cairan secepat mungkin: Pemberian infus dalam jam-jam awal setelah luka bakar terjadi.
- Pemantauan produksi urine secara ketat.
- Pencegahan dan kontrol infeksi.
- Perawatan luka dan tindakan bedah lebih dini.
- Dialisis (cuci darah) jika fungsi ginjal sudah menurun berat.
- Nutrisi adekuat untuk mendukung pemulihan organ.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan cairan infus lebih cepat setelah mengalami luka bakar memiliki peluang hidup lebih tinggi dibandingkan dengan yang terlambat ditangani.
Bukan Hanya Luka Bakar Api
Menariknya, risiko ini juga ditemukan pada kasus luka bakar listrik, luka bakar kimia, serta luka bakar luas akibat kecelakaan kerja atau rumah tangga. Karena itu, para ahli menekankan pentingnya edukasi masyarakat: luka bakar berat bukan sekadar urusan kulit, melainkan bisa berdampak sistemik ke seluruh tubuh.
Kasus luka bakar yang berujung pada gagal ginjal menunjukkan bahwa cedera ini jauh lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Respons cepat, penanganan medis yang tepat, dan pemantauan organ dalam menjadi kunci keselamatan pasien. Luka bakar bukan hanya soal bekas luka di kulit, tetapi bisa menjadi ancaman serius bagi fungsi organ vital seperti ginjal.