Pemain Timnas Indonesia U-22, Kadek Arel Priyatna menilai keputusan menunjuk Ivar Jenner sebagai kapten sudah sangat tepat.
Menurutnya, sosok Ivar memiliki pengalaman yang luas dan mampu memimpin rekan-rekannya dengan baik, sehingga ia sebagai eks kapten pun tak ragu memberikan dukungan penuh.
Kadek mengatakan bahwa performa Ivar saat memimpin skuad Garuda Muda dalam laga uji coba kontra Mali U-22 di Stadion Pakansari menjadi bukti nyata kualitasnya.
Ia menilai bahwa pemain berdarah Indonesia-Belanda itu memperlihatkan ketenangan serta komunikasi lapangan yang efektif.
“Sangat baik ya, karena kita tahu juga pengalaman dari Ivar sangat banyak juga," ujar Kadek saat ditemui di Stadion Madya Gelora Bung Karno sebagaimana diungkap Antara News, Senin (17/11/2025). Ia menyebut, kepemimpinan Ivar memberikan rasa percaya diri dan stabilitas pada rekan-rekannya.
Kadek sendiri sebelumnya menjabat sebagai kapten Timnas U-22, terutama saat tim masih berada di bawah arahan pelatih Gerald Vanenburg pada Piala AFF U-23 2025 hingga Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Pengalaman itu membuat Kadek memahami betul tanggung jawab besar seorang kapten.
Ketika kursi pelatih berpindah ke tangan Indra Sjafri, Kadek masih dipercaya sebagai kapten untuk laga uji coba melawan India bulan lalu. Namun, baginya, posisi kapten bukan soal perebutan peran, melainkan tentang siapa yang paling siap mengemban amanah.
Ia mengaku banyak belajar dari Ivar, terutama mengenai cara berkomunikasi dan memimpin rekan setim di tengah tekanan laga internasional.
“Saya sangat banyak belajar lah dari Ivar di mana kita bisa selalu mendengarkan Ivar bagaimana cara dia memimpin rekan-rekan,” tambahnya.
Walaupun hanya terpaut satu tahun, Ivar yang kini berusia 21 tahun sudah memiliki jumlah caps lebih banyak, yakni 18 penampilan sejak debut pada Juni 2023 melawan Palestina. Hal itu menunjukkan konsistensi dan kualitas gelandang milik FC Utrecht tersebut.
Sementara itu, perjalanan Kadek lebih banyak terbangun dari kelompok umur, mulai dari U-19, U-20, U-22, hingga U-23. Di level senior, ia baru mencatat empat caps dan semuanya terjadi pada Piala AFF tahun lalu.
Kadek pun menekankan bahwa siapa pun yang mendapat kepercayaan pelatih akan selalu ia dukung penuh. Menurutnya, keberadaan Ivar sebagai pemain first team membuatnya layak dihormati oleh seluruh anggota skuad.
“Kalau dari saya, siapa saja yang diberikan kepercayaan oleh pelatih kita bakal mendukung 100 persen dan siapa pun, mau Ivar, mau yang lain. Dan kita tahu juga Ivar adalah pemain dari first team juga, dan kita harus menghormati juga Ivar dan saya sangat mendukung,” tegasnya.
Dampak Positif Kepemimpinan Ivar Jenner
Kehadiran Ivar sebagai kapten membawa perubahan positif bagi stabilitas dan kualitas permainan Timnas U-22. Karakter kepemimpinannya yang tenang menciptakan suasana kondusif di lapangan, sehingga para pemain muda lebih mudah menjaga disiplin dan fokus.
Selain itu, Ivar berperan penting dalam menjaga keseimbangan permainan. Perannya sebagai penghubung antara lini belakang dan serangan membuat alur permainan lebih hidup dan terstruktur. Kemampuan membaca permainan secara cepat membantu meminimalkan kesalahan.
Dorongan motivasi yang diberikan Ivar juga menjadi faktor penting. Ia mampu membangun mentalitas kuat di dalam tim, sehingga para pemain muda merasa lebih percaya diri ketika menghadapi lawan berat seperti Mali.
Tidak hanya itu, peningkatan kualitas permainan tim secara menyeluruh juga terlihat saat Ivar memimpin. Serangan lebih efektif, penguasaan bola lebih stabil, dan koordinasi antar lini lebih baik.
Dengan berbagai faktor tersebut, tak mengherankan bila keputusan menunjuk Ivar sebagai kapten mendapat apresiasi dari banyak pemain, termasuk Kadek yang sebelumnya pernah mengisi peran serupa.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS