Heboh! Pemain Diaspora ke Liga Indonesia Demi AFF Cup? PSSI Buka Suara

Bimo Aria Fundrika | zahir zahir
Heboh! Pemain Diaspora ke Liga Indonesia Demi AFF Cup? PSSI Buka Suara
Skuad Timnas Indonesia. (instagram.com/@pssi)

Dalam beberapa bulan terakhir, tengah ramai pemberitaan di media massa mengenai banyaknya eksodus pemain naturalisasi atau diaspora yang melanjutkan karirnya di liga Indonesia. Melansir dari laman berita suara.com (08/02/2026), beberapa nama seperti Mauro Zijlstra, Dion Markx, Ivar Jenner, Cyrus Margono hingga Shayne Pattynama membuat langkah mengejutkan dengan memutuskan melanjutkan karirnya di liga Indonesia.

Sontak, hal ini membuat banyak pihak menyebut adanya konspirasi antara PSSI dan klub-klub liga Indonesia mengenai direkrutnya para pemain diaspora tersebut dan melanjutkan karirnya di liga Indonesia. PSSI dianggap membantu proses perpindahan pemain tersebut demi misi meraih gelar juara ASEAN Cup 2026 atau yang dulunya bernama ajang AFF Cup.

Hal ini tentunya menimbulkan perdebatan di beberapa kalangan mengenai urgensi kepindahan para pemain naturalisasi tersebut ke liga Indonesia. Belum lagi status ajang AFF Cup yang memang tak masuk ke dalam kalender FIFA sehingga membuat pelatih timnas Indonesia, John Herdman tak akan bisa memanggil para pemain terbaiknya guna berlaga di ajang tersebut.

Menanggapi rumor panas tersebut, anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga menyebut pihak PSSI tak memiliki andil dalam perpindahan pemain tersebut. Melansir dari akun instagram @arsiptimnas, Arya Sinulingga menyebut jika PSSI tak pernah meminta atau menahan pemain mengenai karir profesionalnya di klub, termasuk proses kepindahan ke klub-klub tertentu.

“Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI gitu ya, untuk AFF. Memang pemain mau dibayar murah? Pemain pasti punya tawaran segini. Klub punya uang enggak? Kalau enggak cocok, ya enggak jadi. Kalau cocok bayarannya, ya jadi. Dan PSSI enggak ada ikutan chip in, gitu. Dari mana uang PSSI, gitu, untuk chip in-chip in pemain, dan itu di dunia enggak terjadi seperti itu. Enggak ada yang namanya federasi ikutan chip in di klub. Enggak ada-lah. Mana ada. Jadi mungkin ya, pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta,” ujar Arya Sinulingga.

Pernyataan yang diberikan oleh Arya Sinulingga tersebut seakan-akan membantah jika ada peran PSSI dibalik proses transfer para pemain diaspora tersebut ke liga Indonensia. Belum lagi adanya rumor semua proses transfer pemain tersebut dilakukan guna tercapainya misi PSSI menjuarai ajang AFF Cup untuk pertama kalinya.

Misi Juara Ajang AFF Cup: Penebusan PSSI Usai Gagal ke Piala Dunia 2026

Uniknya, ada beberapa pihak yang menyebut jika target PSSI menjuarai ajang AFF Cup 2026 nanti dalah demi penebusan dosa setelah gagal membawa timnas Indonesia lolos ke ajang Piala Dunia 2026 silam. Melansir dari laman pssi.org, kala itu, timnas Indonesia gagal lolos ke ajang Piala Dunia 2026 setelah tak mampu melewati babak ronde keempat dan harus kembali mengubur mimpi ke pesta sepakbola terbesar di dunia tersebut.

Banyak pihak yang kala itu menyalahkan PSSI terkait kebijakannya yang mengganti pelatih Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert di tengah-tengah proses kualifikasi. Imbasnya, performa timnas Indonesia dianggap menurun di sepanjang tahun 2025 silam dan membuat skuad garuda gagal lolos ke ajang Piala Dunia 2026.

Seakan-akan ingin membayar kesalahan tersebut, PSSI memberikan misi kepada pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman guna bisa menjuarai ajang ASEAN Cup 2026 atau AFF Cup nantinya. Bahkan, banyak pihak yang menyebut jika banyaknya pemain naturalisasi yang melanjutkan karir di liga Indonesia saat ini adalah guna memuluskan misi tersebut.

Jika benar hal ini merupakan langkah yang dilakukan oleh PSSI, tentunya kebijakan ini pastinya akan menimbulkan pro dan kontra di banyak kalangan. Belum lagi hampir seluruh pemain yang berkarir di liga Indonesia saat ini masih dalam rentang usia muda hingga masa primanya dan dikhawatirkan bisa mempengaruhi performa timnas Indonesia.

Namun, tentunya kita berharap dimanapun para pemain tersebut berkarir nantinya, hal ini tidak akan memberikan dampak buruk bagi timnas Indonesia.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak