John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?

Sekar Anindyah Lamase | M. Fuad S.T.
John Herdman Nganggur Setahun di Timnas Usia Muda, Sebuah Keuntungan atau Kerugian?
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (themastermindsite)

Klausul kontrak yang disepakati oleh John Herdman dengan PSSI dipastikan tak akan berjalan seratus persen di tahun 2026 ini. Berdasarkan rilisan informasi dari laman Suara.com (25/12/2025) pelatih berkebangsaan Inggris tersebut ditugaskan untuk menangani dua level Timnas Indonesia.

Selain akan menjadi juru taktik bagi Pasukan Garuda Senior, eks pelatih Timnas Kanada tersebut juga diserahi tugas untuk membesut Timnas Indonesia U-23.

Namun sayangnya, karena pelatih Gerald Vanenburg gagal meloloskan Pasukan Garuda Muda ke Piala Asia U-23 di awal tahun ini dan Asian Games hanya diperuntukkan bagi negara-negara yang lolos ke putaran final Piala Asia, maka praktis John Herdman untuk tahun ini akan menepi dari ingar-bingar kursi kepelatihan di Timnas Indonesia U-23 dan menjadi pengangguran parsial.

Tentu saja, dengan menjadi pengangguran parsial seperti itu, muncul sebuah pertanyan sederhana, kira-kira hal ini menjadi sebuah keuntungan ataukah kerugian bagi Timnas Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya kita tak bisa mengasumsikannya hanya dari satu sudut pandang. Bagi saya pribadi, bakal menepinya John Herdman dari melatih Timnas Indonesia U-23 selama satu tahu ini akan mendatangkan keuntungan dan kerugian sekaligus.

Keuntungannya adalah, dengan vakumnya agenda Timnas Indonesia U-23 di sepanjang tahun 2026 ini, maka John Herdman akan memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan Pasukan Garuda Senior.

Dengan kata lain, mantan pelatih Timnas Selandia Baru tersebut bisa fokus dalam membentuk skuat di level senior termasuk di antaranya adalah dengan memasukkan pemain-pemain yang sejatinya masih bisa bermain di level U-23 ke Pasukan Kebangsaan Utama yang diraciknya.

Terlebih lagi, dalam satu tahun ini Timnas Indonesia Senior memiliki beragam agenda yang cukup prestisius, mulai dari guliran FIFA Matchday, FIFA Series hingga Piala AFF 2026 yang menjadi barometer kesuksesan seorang pelatih di Indonesia.

Namun demikian, meskipun mendapatkan keuntungan dengan bisa berfokus membangun Timnas Indonesia senior, nganggurnya John Herdman dari Timnas Indonesia U-23 juga membawa kerugian tersendiri.

Pasalnya, tanpa menyelami Timnas Indonesia usia muda, John Herdman tak bisa memiliki stok pemain muda yang bisa saja sesuai dengan gaya melatihnya.

Bagi seorang John Herdman, mengetahui kualitas dan karakteristik para pemain muda untuk kemudian dimasukkan dalam data base hasil scoutingnya terbilang sangat penting.

Karena sepanjang perjalanan karier melatihnya, Herdman dikenal sebagai pelatih yang suka membangun tim dari nol dengan mengedepankan bibit-bibit pemain muda. Sehingga ketika dirinya harus menepi selama setahun ini dari Timnas Indonesia U-23, maka bisa jadi pantauannya terhadap kualitas pemain muda tak akan seefektif jika membersamai mereka secara langsung.

Jadi, kalau menurut Sobat Bola Yoursay, ini menjadi sebuah keuntungan atau kerugian nih?

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak