Hobi

Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan

Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
Pertandingan antara Timnas Indonesia melawan Irak di ronde keempat babak kualifikasi Piala Dunia 2026 (dok. AFC)

Turnamen Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada pertengahan tahun ini dipastikan bakal kehilangan salah satu kontestan yang berkualitas.

Dikabarkan oleh laman Suara.com (8/3/2026), setelah beberapa waktu menimbang-nimbang keputusan dan melakukan tarik-ulur kepesertaan, Timnas Iran dipastikan menarik diri dari pagelaran sepak bola paling akbar sejagat raya tersebut.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat-Israel yang hingga saat ini masih gelap penyelesaiannya, menjadi sebab utama mundurnya tim asal Negeri Para Mullah tersebut memilih absen dan melepaskan tiket putaran final yang mereka genggam melalui babak kualifikasi lalu.

Kepastian mundurnya Iran dari kontestasi persepakbolaan dunia nanti, tentunya menimbulkan efek berantai.

Meskipun belum bisa dipastikan, namun di berbagai media sosial maupun media berita mainstream mulai berembus wacana penggantian Timnas Iran dengan tim lainnya yang berasal dari satu konfederasi.

Meskipun peluangnya tak besar, berdasarkan kalkulasi dari akun Instagram @nusaliga (12/3/2026) yang notabene salah satu akun resmi dari gelaran kompetisi Liga 2 Indonesia, Pasukan Garuda memiliki kans untuk menjadi pengganti Iran di Piala Dunia mendatang.

Dalam hitungan Nusaliga, Indonesia memiliki peluang sebesar 1 persen untuk menjadi pengganti Iran. Peluang itu sendiri terbilang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Irak yang memiliki kans 70 persen, kemudian Uni Emirat Arab 25 persen, dan Oman 4 persen.

Akan tetapi, meskipun memiliki peluang untuk bisa menjadi pengganti Iran di Piala Dunia, dalam pandangan saya pribadi, sebaiknya Timnas Indonesia tak mengambil kesempatan itu.

Bukan apa-apa, namun lebih ke etika dan sportivitas dalam dunia olah raga saja. Memang, tampil di kompetisi sekelas Piala Dunia adalah sebuah hal yang sangat membanggakan dan menjadi impian bagi seluruh pencinta sepak bola di tanah air.

Namun jika lolos melalui jalur penggantian kontestan lain, apalagi karena yang digantikan tengah mendapatkan derita karena perang, tentunya hal itu tak akan memberikan arti apa-apa bukan?

Dalam pikiran siapapun, terlebih para pencinta sepak bola yang memiliki pemikiran waras, lolos ke Piala Dunia melalui jalur kualifikasi akan terasa jauh lebih membanggakan dan lebih elegan ketimbang menggantikan peserta lain yang memilih mundur karena mendapatkan serangan negara lain.

Dengan kata lain, jika Indonesia dengan kesadaran penuh mengambil peluang untuk menggantikan Iran, bukankah itu tak lebih dari penjabaran pepatah "berbagia di atas penderitaan orang lain"? Bukankah demikian?

Terlebih lagi, jika Indonesia menjadi pengganti Iran, tentunya hal itu sedikit-banyak akan mencoreng hubungan diplomatik kedua negara yang selama ini telah terjalin berdekade lamanya bukan?

Apalagi di era pemerintahan yang sekarang, Indonesia cenderung memihak kepada Blok Barat yang menjadi musuh utama Iran dan sama sekali tak mengucapkan ucapan belasungkawa ketika Ali Khamenei, supreme leader Iran yang gugur karena serangan AS-Israel beberapa waktu lalu.

Jadi, jikapun nantinya dengan peluang sekecil itu Indonesia bisa menjadi pengganti Iran di Piala Dunia, menurut saya pribadi akan lebih baik jika Indonesia melewatkan saja peluang itu. Karena bagaimanapun, selain alasan-alasan di atas, itu bukanlah hak dari Timnas Indonesia.

    Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

    Komentar

    Rekomendasi

    Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda