Hobi
Portugal vs Kolombia: Laju Os Navegadores di Tangan Suasana Hati Bruno Fernandes
Salah satu unggulan utama di pentas Piala Dunia 2026, Portugal, bakal bersua lawan yang tangguh pada pertandingan terakhir fase penyisihan grup. Berdasarkan data match centre yang dirilis oleh FIFA, tim berjuluk Os Navegadores itu akan berhadapan dengan tim liat asal Amerika Latin, yakni Kolombia.
Menurut jadwal yang telah dirilis, pertandingan untuk memperebutkan puncak klasemen akhir Grup K tersebut bakal dimainkan di Stadion Miami, Miami, Amerika Serikat, pada 28 Juni 2026.
Skenario Lolos ke Fase Gugur
Jika merunut pada posisi di tabel klasemen saat ini, sejatinya kedua kesebelasan sudah berada di zona yang cukup nyaman. Jika takarannya adalah sekadar lolos ke babak 32 besar, baik Portugal maupun Kolombia hampir pasti sudah mendapatkan tiket tersebut.
Sekadar menginformasikan, pada guliran Piala Dunia 2026 kali ini, selain dua tim teratas dari masing-masing grup yang akan lolos ke fase gugur, sepuluh tim terbaik di peringkat ketiga juga akan melaju ke babak 32 besar.
Sebagai ilustrasi, dari sepuluh negara yang saat ini berada di peringkat ketiga terbaik, terdapat empat negara, yakni Senegal, Kroasia, Korea Selatan, dan Aljazair, yang memiliki koleksi 3 poin.
Dengan demikian, jikapun nantinya Cristiano Ronaldo dan kolega harus finis di peringkat ketiga klasemen akhir karena Kongo memenangi pertarungan melawan Uzbekistan dengan skor tujuh gol tanpa balas, posisi Portugal masih relatif aman untuk melaju ke partai 32 besar karena sudah memiliki 4 poin hingga saat ini.
Jadi, meskipun di tabel tim peringkat ketiga terbaik saat ini masih ada Tanjung Verde dan Belgia yang bisa merangsek ke peringkat atas karena baru memainkan dua laga, saya pribadi yakin laju CR7 dan kolega untuk menatap babak 32 besar tidak akan terjegal meskipun mereka nantinya menelan kekalahan dari Kolombia.
Titik Sentral di Kaki Bruno Fernandes
Berbicara mengenai menang dan kalah, tentunya kita tidak bisa melepaskan hasil akhir tersebut dengan permainan yang diperagakan oleh tim yang bertarung di lapangan. Pada gelaran Piala Dunia 2026 kali ini, Timnas Portugal memang berangkat dengan komposisi pemain yang terbilang sangat mewah.
Selain ada Cristiano Ronaldo yang selama lebih dari satu dekade terakhir menjadi ikon tim Seleção das Quinas, masih ada pemain lain yang tidak kalah mentereng namanya di persepakbolaan dunia. Sebut saja Nuno Mendes, Ruben Dias, Joao Neves, Vitinha, Joao Felix, Pedro Neto, dan sederet nama beken lainnya.
Bahkan, saking mewahnya skuad Portugal saat ini, pemain sekaliber Diogo Dalot, Bernardo Silva, hingga Goncalo Ramos dan Rafael Leao yang menggila bersama klub masing-masing, harus rela untuk tidak selalu menjadi penampil pertama dalam pertandingan.
Namun, uniknya di sini adalah meskipun Timnas Portugal berisikan para pemain yang mewah seperti itu, titik sentral permainan tim ini justru seperti berada pada seorang Bruno Fernandes. Memang, Cristiano Ronaldo adalah sosok dengan nama besar dan keterampilan yang lengkap di tubuh Timnas Portugal. Sekali lagi saya tekankan, membaik atau memburuknya performa Timnas Portugal sangat bergantung pada pemain Manchester United tersebut.
Apakah hal ini terlalu berlebihan? Tentu saja tidak. Berkaca dari pertandingan pertama dan kedua yang dijalani oleh Portugal kemarin, dua hasil yang bertolak belakang tersebut memang sangat bergantung pada permainan Bruno Fernandes sebagai navigator permainan.
Pada pertandingan pertama melawan Kongo, Bruno yang menjadi tumpuan utama dapur pacu lini tengah Portugal bermain cukup buruk. Sebagai pemain yang diserahi tugas untuk mengatur penyerangan tim, Bruno justru sangat kentara lebih memilih untuk bermain aman.
Selama berada di lapangan, pemain yang masuk dalam jajaran penampil terbaik di Liga Inggris musim lalu itu seperti kehilangan visi bermain. Alih-alih memberikan umpan progresif ke depan yang mengancam atau melakukan distribusi bola ke area sayap, Bruno justru lebih sering berputar-putar dalam mendistribusikan bola dan memainkannya dengan aman di areanya.
Imbasnya, Ronaldo yang berada di lini serang Portugal sangat minim suplai bola sampai harus mencari jalur bola yang beririsan dengan pemain lain. Padahal kita ketahui bersama, pemain sekaliber Ronaldo akan sangat berbahaya bagi gawang tim mana pun jika dirinya sering mendapatkan suplai bola, bahkan meskipun suplai itu tidak matang.
Hal yang berbeda terlihat pada pertandingan kedua antara Portugal melawan Uzbekistan. Terlepas dari kualitas lawan yang memang berada di level bawah, permainan Bruno Fernandes di laga tersebut tengah berada dalam mood yang baik. Alih-alih pelit dalam memberikan umpan, pada laga itu Bruno bahkan mencatatkan assist genius yang membuat Ronaldo sukses menciptakan gol keduanya.
Bukan hanya soal assist, secara keseluruhan Bruno Fernandes memang memainkan tampilan yang sangat berkelas di pertandingan kedua kemarin. Alih-alih kebingungan, pada laga itu Bruno justru terlihat enjoy, menikmati pertandingan, dan seperti memiliki beragam cara untuk membuka pertahanan Uzbekistan yang sejatinya juga tampil bertahan.
Hasilnya? Tentu saja sudah kita lihat bersama. Ketika Bruno bermain dalam kondisi mood yang bagus, permainan Timnas Portugal pun berkembang dengan sangat baik. Permainan Bruno yang sedemikian berkembang itu membuat lini-lini lainnya juga tampil lepas. Dampaknya, permainan rekan-rekan setimnya secara keseluruhan menjadi meningkat dan berujung pada suplai bola ke sektor penyerangan yang membuat Ronaldo memiliki lebih banyak kesempatan untuk memberikan ancaman ke jala gawang lawan.
Jadi, berkaca dari dua pertandingan sebelumnya, dalam pandangan saya pribadi, kunci permainan Portugal di laga melawan Kolombia nanti akan kembali bergantung pada mood Bruno Fernandes.
Bagaimana tidak? Jika Fernandes berada dalam mood yang baik, Ronaldo sudah pasti bakal mendapatkan sokongan penuh yang bisa membuatnya tampil trengginas. Namun, jika tidak, bisa jadi Ronaldo dan juga Timnas Portugal nanti hanya akan mengakhiri persaingan dengan wajah memelas.