Hobi
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu memastikan titel juara dunia edisi 2026 kembali ke tanah Eropa. Tanpa kita sadari, sebelum mengalahkan Argentina di partai puncak Piala Dunia, ternyata semesta sudah membocorkan kejayaan La Furia Roja di gelaran, bahkan mungkin sedari awal guliran dimainkan.
Hanya saja, banyak di antara kita yang mungkin belum menyadari sepenuhnya terkait hal itu. Karena bisa jadi, tanda-tanda yang telah diberikan oleh semensta, terdistraksi dengan tim-tim lain yang seperti "dipersiapkan" oleh orang dalam untuk menjadi juara.
Bagaimana? Penasaran dengan clue yang sudah diberikan oleh semesta yang memang seolah sudah mempersiapkan gelar Piala Dunia 2026 ini untuk Spanyol? Mari kita bahas bersama!
Dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia, Spanyol sendiri sudah tercatat dua kali keluar sebagai kampiun di pesta sepak bola paling gede sejagat raya itu. Selain edisi 2026 ini, tim Andalusia itu juga pernah menjadi kampiun di ajang yang sama pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Terus terang, saya mencoba untuk mencocokkan perjalanan Spanyol di dua edisi Piala Dunia ini. Di mana pada akhirnya saya menemukan, ternyata pola yang dilalui Ferran Torres dan kolega saat ini, memiliki banyak kesamaan dengan yang dilalui oleh seniornya 16 tahun yang lalu.
Kesamaan ini bahkan sudah dapat kita kenali sejak fase pembagian grup dan pertandingan pembuka. Pada Piala Dunia 2026 ini, Timnas Spanyol berada Grup H bersama Tanjung Verde, Uruguay dan Arab Saudi, sementara di Piala Dunia edisi tahun 2010 lalu, mereka juga berada di grup yang sama, yakni Grup H. Hanya bedanya, di edisi 16 tahun lalu mereka besaing dengan Chile, Swiss dan Honduras.
Pun demikian halnya dengan hasil yang mereka dapatkan di pertandingan pembuka. Meskipun pada akhirnya Spanyol lolos ke fase gugur dengan status sebagai jawara grup, baik di edisi 2010 maupun 2026 ini, namun di pertandingan pembuka yang mereka jalani, sama-sama tak bisa memetik kemenangan.
Jika pada pertandingan perdana melawan Tanjung Verde pada edisi 2026 ini, Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan, maka nasib yang lebih tragis terjadi pada Piala Dunia 2010. Menghadapi Swiss di pertarungan perdana, Spanyol kala itu justru harus menuai hasil buruk karena dikalahkan sang lawan dengan skor tipis satu gol tanpa balas. Uniknya lagi, di dua pertandingan pembuka tersebut, Spanyol sama-sama tak bisa menciptakan gol ke gawang lawannya!
Bukan hanya terjadi di fase grup saja, semesta ternyata juga seperti memberikan tanda bahwa Piala Dunia 2026 ini akan menjadi milik Spanyol ketika mereka menapaki babak gugur. Kali ini, kunci utamanya adalah Timnas Portugal. Di dua edisi Piala Dunia berujung juara bagi Spanyol tersebut, La Furia Roja ternyata sama-sama harus melewati kerasnya derby Iberia melawan negaranya Bang Dodo tersebut.
Seperti yang kita ketahui bersama, di Piala Dunia 2026 ini, Spanyol yang berstatus juara grup, harus berjibaku dengan Portugal yang lolos sebagai runner-up grupnya di fase gugur gelaran. Pun demikian halnya dengan Piala Dunia 2010 lalu. Spanyol yang lolos dengan status sebagai juara Grup H, berjumpa dengan Portugal yang finish sebagai runner-up Grup G.
Uniknya, pertarungan dua tim asal Iberia di dua edisi Piala Dunia ini juga memiliki banyak kesamaan. Baik pertarungan di Piala Dunia 2010 maupun 2026 ini, Spanyol dan Portugal sama-sama berjibaku di fase 16 besar turnamen, yang mana kedua pertarungan itu berujung dengan kemenangan Spanyol dengan skor yang identik, satu gol tanpa balas.
Sejatinya, selain tanda-tanda yang saya sebutkan di atas, ada banyak hal yang sudah dispill oleh semesta terkait dengan "jalan juara" Timnas Spanyol ini. Seperti misal pemanggilan delapan pemain Barcelona dalam skuat, musim tanpa trofi bagi Real Madrid di tahun yang sama dengan gelaran Piala Dunia, perkenalan Mourinho sebagai pelatih Real Madrid, menjadi juara Eropa sebelum berangkat ke Piala Dunia, hingga dominasi Barcelona di liga domestik.
Namun, saya memilih untuk mengangkat sekelumit perjalanan mereka sedari fase grup gelaran saja, karena menurut saya lebih relate dan tak terlalu menyimpang jauh dari pembahasan tentang Piala Dunia.
Kalau sudah begini, sepertinya sepanjang turnamen kita terkecoh dan tak menyadari bahwa ternyata semesta sudah menyiapkan sang juara sejati untuk mengalahkan segala skenario yang--mungkin--telah direncanakan oleh manusia ya!