Mahasiswa Gondrong di Kampus, Apakah Masih Relevan di Era Modern?

Hayuning Ratri Hapsari | Dony Marsudi
Mahasiswa Gondrong di Kampus, Apakah Masih Relevan di Era Modern?
Ilustrasi pria dengan rambut gondrong (Freepik/stockking)

Siapa sih yang tak tahu dengan stereotip mahasiswa gondrong? Dari dulu sampai sekarang, gondrong sering dianggap jadi salah satu ciri khas mahasiswa yang ingin tampil beda.

Mulai dari rambut panjang yang berkibar-kibar di angin kampus, sampai kesan bad boy yang kadang bikin dosen geleng-geleng kepala.

Semua orang punya hak untuk menunjukkan gaya mereka sendiri, termasuk dalam hal berpenampilan. Tapi, di era modern yang serba digital dan praktis ini, masih relevan nggak sih fenomena mahasiswa gondrong?

Gondrong, Bukan Sekadar Gaya Rambut

Rambut panjang sering kali dikaitkan dengan mahasiswa yang sedang menjalani kuliah, dan ada juga mahasiswa semester akhir yang memutuskan untuk membiarkan rambutnya tumbuh panjang.

Di lingkungan kampus, mahasiswa gondrong sering kali identik dengan jiwa bebas atau bahkan kritis terhadap norma. Ya, pokoknya anti-mainstream deh! Tapi, jangan salah! Gondrong tidak melulu soal gaya rambut. Buat sebagian orang, memiliki rambut panjang adalah bentuk mencintai diri sendiri.

Memiliki rambut panjang juga bukan sekadar kebiasaan atau iseng, melainkan sebuah bentuk ekspresi diri bagi pria yang ingin menunjukkan kebebasan dalam berekspresi.

Tapi sekarang? Kebanyakan sih gondrong karena... ya, suka aja! Nggak ada beban ideologi, nggak mikirin filosofi. Intinya, gondrong karena simpel dan keren.

Namun, stigma soal gondrong masih ada, lho. Beberapa orang menganggap mahasiswa gondrong itu nggak rapi, kurang serius, atau bahkan seniman gagal. Padahal, siapa bilang kreativitas tak bisa berbarengan dengan prestasi akademik?

Gondrong, Relevan atau Tidak di Era Modern?

Kalau ditanya relevan atau tidak, jawabannya adalah tergantung! Di era modern ini, gaya rambut adalah urusan pribadi. Mahasiswa gondrong punya kebebasan buat memilih penampilannya selama tetap tahu tempat dan situasi.

Di kampus yang makin terbuka dan inklusif, mahasiswa gondrong tetap punya tempat. Sekarang, gondrong lebih soal gaya pribadi dan kebebasan berekspresi.

Jadi, buat kamu yang gondrong atau pengen gondrong, jangan ragu! Selama kamu nyaman dan bisa tetap profesional, kenapa nggak?

Hal yang penting, jangan lupa kalau jadi mahasiswa itu lebih dari sekadar penampilan. Nilai, kontribusi, dan kepribadian jauh lebih penting buat diingat orang lain. Rambut boleh panjang, tapi jangan sampai cita-cita ikut panjang alias nggak selesai-selesai!

Jadi, apapun gaya rambutmu, jangan lupa untuk tetap menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Siapa tahu, rambut gondrongmu justru jadi inspirasi buat yang lain!

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak