alexametrics

Sulit Keluar dari Zona Nyaman? Coba Perhatikan 4 Fase Ini

hestika yustisia
Sulit Keluar dari Zona Nyaman? Coba Perhatikan 4 Fase Ini
Ilustrasi seseorang sedang berusaha keluar dari zona nyaman (Unsplash/Kelly Sikkema)

Terkadang kita ingin melakukan sesuatu namun, kita terlalu takut untuk keluar dari zona nyaman kita. Kita takut akan ketidakpastian dimasa depan. Kita takut gagal ketika kita melangkah keluar. Pada kenyataannya kita memang tidak akan langsung bisa untuk keluar dari zona nyaman. Butuh beberapa tahap untuk bisa benar-benar terlepas dari zona tersebut.

Step outside your comfort zone because that’s the only way you’re going to grow. – Madeline Brewer

Berikut merupakan gambaran empat tahapan untuk benar-benar bisa keluar dari zona nyaman:

1. Comfort Zone

Pada zona ini kita merasa semuanya aman, tidak ada resiko yang akan kita hadapi pada zona ini. Namun, walaupun kita berada pada fase teraman, tidak ada perubahan dalam diri kita. Tidak ada perkembangan dalam dirimu.

2. Fear Zone

Ketakutan mulai terasa ketika kita berada pada zona ini. Emosi kita bahkan berubah naik turun ketika kita berada pada zona ini. Ketakutan akan kegagalan mulai muncul. Kita mencoba menoleh ke belakang untuk menengok zona nyaman kita sebelumnya. Merasa ragu dan ingin kembali ke zona nyaman kita.

3. Learning Zone

Learning zone merupakan fase dimana kita mulai peduli dengan situasi disekitar kita dan tau bagaimana bereaksi terhadapnya. Kita mampu mengendalikan emosi pada diri sendiri. Mulai tidak memikirkan apa yang memang tidak bisa kita kontrol. Mulai memahami diri sendiri bahwa kita telah melakukan yang terbaik. Pada fase ini kita mulai belajar untuk menerima kenyataan.

4. Growth Zone

Growth zone merupakan fase terakhir, dimana kamu telah berhasil keluar dari zona nyamanmu. Kamu berhasil memaafkan masa lalumu serta belajar untuk fokus dengan apa yang terjadi saat ini dan masa depan. Kita lebih peduli terhadap diri sendiri. Rasa sayang terhadap diri sendiri lebih besar daripada rasa ingin menyakiti diri sendiri.

If you remain in your comfort zone you will not go any further.  – Catherine Pulsifer

Berikut merupakan beberapa tips yang dapat kalian lakukan jika ingin melewati fase-fase tersebut:

1. Definisikan tujuanmu

Tuliskan apa yang menjadi tujuanmu. Kemudian jabarkan langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Kamu bisa melakukan journaling untuk melihat setiap progressmu. Ketika kamu mulai merasa ragu dan takut coba lihat kembali tujuan dan progress yang telah kamu capai. Hal ini sedikit banyak akan membantumu untuk terus maju dan tidak menoleh kebelakang.

2. Lakukan the law of attraction

Bersikap seolah-olah kamu sudah berhasil mencapai tujuanmu. Bayangkan bagaimana reaksimu nantinya jika kamu berhasil mencapai tujuan tersebut. Selalu berpikiran positif jika kamu akan berhasil melewati fase ini.

3. Minta feedback dari orang disekitarmu

Tanyakan pada orang-orang disekitarmu, apakah ada perubahan yang positif pada dirimu. Terima feedback mereka dengan lapang dada. Minta bimbingan orang disekitarmu untuk mengawasi perubahanmu.

4. Sering melakukan hal yang mengharuskanmu keluar dari zona nyaman

Ketika kamu biasa dihadapkan dengan sesuatu yang membuatmu terbiasa untuk keluar dari zona nyaman, tentunya hal ini akan membantumu untuk tumbuh. Kamu bisa mencoba berwisata di tempat yang tidak biasa. Misalnya jika biasanya kamu nyaman di tempat yang tenang maka, sudah saatnya kamu mencoba untuk berlibur di tempat yang ramai, misalnya taman hiburan.

Bagaimana apakah kalian sudah berhasil untuk keluar dari zona nyaman kalian? Ingat! Memang tidak mudah untuk keluar dari zona nyaman dan butuh beberapa waktu untuk bisa keluar dari zona tersebut. Namun, ketika kamu sudah berhasil keluar dari zona nyaman tersebut kamu akan merasa lebih tenang dan bahagia.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak