facebook

Patut Dicoba, 5 Cara Meringankan Beban Pikiran

Mutami Matul Istiqomah
Patut Dicoba, 5 Cara Meringankan Beban Pikiran
Ilustrasi pusing (pixabay).

Dalam hidup, kita akan selalu ditantang dan dikejar banyak hal. Tidak jarang, tantangan-tantangan tersebut datang beriringan. Tantangan sebelumnya masih sepertengah jalan, datang lagi tantangan-tangangan yang lainnya. Rasanya, jauh sekali mimpi yang terbang. Dikejar-kejar, kok tidak sampai-sampai.

Jiwa kita dipaksa bekerja. Apalah arti makan dan minum, tidur saja seolah lupa. Yang terlihat di depan mata hanyalah banyaknya hambatan, sedikit solusi, seolah tidak ada jeda.

Hal tersebut seringkali membuat kepala kita terasa penat, seolah di bebani batu yang berat. Demi sebuah harapan, membahagiakan keluarga. Demi sebuah harapan, tergapainya mimpi-mimpi diri sendiri.

Banyaknya pikiran entah karena bekerja atau mengejar impian sering membuat kepalamu seolah akan meledak, bukan? Cobalah melakukan 5 hal di bawah ini agar kamu merasa lebih tenang, lebih ringan, dan bertahan. Coba prakttikan cara meringankan beban pikiran berikut ini.

1. Tidur atau Istirahat yang Cukup

Banyak orang yang sedang kalut karena pikiran. Hal itu membuat mereka sulit untuk tidur atau beristirahat. Padahal tidur adalah hal terpenting untuk membuat diri kita lebih fokus dalam menghadapi tantangan atau kendala.

Sekuat-kuatnya manusia, pasti ada masanya lelah juga. Jangan memaksa diri untuk terus terjaga. Biarkan dirimu beristirahat dan mengisi seluruh tenaga. 

Seringkali dalam tidur maupun setelahnya, orang-orang akan mendapatkan inspirasi baru. Kalaupun tidak, setelah tidur pikiranmu akan lebih ringan. Sehingga, kamu bisa memikirkan apa yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan baik dan buruknya.

2. Jalan-jalan

Jalan-jalan juga patut dicoba ketika kamu sedang banyak pikiran. Menghirup udara segar sembari mengelilingi kota dengan santai, bisa menenangkanmu dan merubah moodmu, lho.

Ketika jalan-jalan seringnya tanpa sadar kita akan tertarik dengan banyak perhatian di sekeliling, membuat perasaan kita jauh lebih baik.

Tapi, tetap harus mengutamakan keselamatan berkendara, ya! Jangan sampai niatnya menenangkan pikiran justru menambah masalah dan memperburuk suasana hatimu.

3. Bertemu dengan Teman

Meski kalut, cobalah menghubungi temanmu dan mengajaknya bertemu. Jangan pernah ragu membagikan ceritamu dengan orang lain.

Meskipun mereka mungkin tidak bisa membantumu, tapi berbagi cerita dengan oranglain akan melegakan perasaanmu. Selain itu, seringkali teman-teman akan memberimu nasihat, menguatkanmu, menghiburmu. Dengan itu, kamu akan merasa bahwa kamu tidak sendirian.

4. Mendengarkan Musik atau Menonton Film

Musik dan film bisa dijadikan referensi untuk memberi jeda bagi mimpimu dan kemampuanmu. Mendengarkan musik atau menonton film akan membuat kamu lebih tenang, seolah lupa pada beban-bebanmu meskipun hanya sementara.

Setidaknya dengan mendengarkan musik ataupun menonton film, bisa menjadi pengalih perhatian agar dalam pikiranmu tidak melulu bekerja, bekerja dan bekerja.

5. Luapkan Perasaan

Meski sederhana, meluapkan perasaan termasuk hal terampuh untuk menenangkan pikiranmu. Cobalah mencari ruang sendiri, lalu menangislah jika kamu ingin menangis. Berteriaklah sekencang-kencangnya. Apapun itu, luapkan perasaanmu. Hanya dirimu yang tahu persoalan dan hambatanmu, solusi terbaik adalah dirimu sendiri.

Untuk mengejar mimpi tidak akan bisa dengan tergesa-gesa. Prosesnya panjang, tidak sebentar. Jadi, kamu harus kuat dan tegar. Ingat, istirahat dan jeda adalah nomor satu agar kamu bisa melangkah selangkah demi selangkah.

Sebanyak apapun tantangan, hadapilah dengan tenang. Perlahan, satu per satu, pasti akan selesai. Jangan terlalu berambisi harus selesai semuanya sekarang.

Meskipun memang banyak yang harus dikejar, selalu ingat bahwa kita adalah manusia biasa. Selain bekerja, kita juga harus beristirahat. Selain beraktivitas, kita juga harus tidur. Selain mengejar mimpi, kita juga wajib mencintai diri sendiri. Kamu harus selalu bersyukur dan berterimakasih kepada dirimu yang sudah mampu bertahan sejauh ini dan sekuat ini.

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak