alexametrics

Mengenal Teknik Pomodoro: Pekerjaan Beres, Pikiran Tetap Fresh!

Novan Harya Salaka
Mengenal Teknik Pomodoro: Pekerjaan Beres, Pikiran Tetap Fresh!
Ilustrasi seseorang yang sedang menyelesaikan tugasnya / (Unsplash/GlennCarstens-Peters)

Mengutip Forbes, pomodoro adalah teknik manajemen waktu yang ditemukan pada 1980-an oleh Francesco Cirilo. Ia menyatakan telah menemukan bahwa kita sebenarnya bisa mempelajari bagaimana meningkatkan efektivitas dan memperkirakan berapa lama suatu pekerjaan dapat diselesaikan.

Inti dari teknik pomodoro adalah membagi waktu untuk belajar dan istirahat dengan tepat menggunakan interval tertentu agar kondisi fisik dan psikis dapat tetap terjaga. Sekali sesi Pomodoro ialah sepanjang 25 menit untuk menyelesaikan tugas-tugas kecil tanpa merasa kewalahan. Pekerjaan akan relatif lebih mudah bila dicicil sedikit demi sedikit ketimbang mengerjakan semuanya sekaligus tanpa istirahat.

Masih menurut Forbes, teknik pomodoro ini paling efektif dilakukan di pagi hari saat suasana masih fresh. Empat sesi Pomodoro sudah cukup untuk menghasilkan pagi yang produktif. Teknik ini sangat berguna bila kamu sering terganggu ketika mengerjakan suatu pekerjaan atau ingin mengetahui berapa lama suatu pekerjaan bisa diselesaikan.

Pomodoro sangat cocok untuk berbagai jenis pekerjaan seperti menulis, coding, desain, atau belajar. Bahkan, teknik satu ini juga bisa diaplikasikan untuk pekerjaan yang sifatnya repetitif. Lalu, bagaimana cara melakukan teknik pomodoro? Berikut adalah langkah-langkahnya.

  • Pilih satu pekerjaan yang ingin fokus kamu kerjakan.
  • Atur timer untuk 25 - 30 menit, dan mulai kerjakan.
  • Ketika waktu habis, istirahat selama 2-3 menit.
  • Ulangi.
  • Setelah 4 kali sesi, ambil waktu istirahat lebih panjang.

Kunci dari penerapan teknik pomodoro adalah tetap fokus pada hal-hal yang sedang dikerjakan. Jangan melakukan terlalu banyak hal di luar pekerjaan yang sudah kamu tentukan sebelum timer berbunyi. Bila waktu habis, hentikan pekerjaanmu dan istirahat, bagaimanapun kondisinya.

Istirahat bisa dilakukan selama 3-5 menit. Gunakan waktu ini untuk peregangan, ke kamar kecil, cuci muka, makan camilan, atau mengecek ponsel. Bila selesai, kembali ke pekerjaan dan atur kembali timer untuk 25 menit ke depan. Bila sudah mencapai 4 kali sesi, waktu istirahat bisa ditambah lebih lama menjadi 15-30 menit. Ulangi pola dari teknik pomodoro tersebut hingga pekerjaan selesai.

Manfaat yang diperoleh dari teknik Pomodoro telah dirangkum Quipper menjadi 5 poin. Pertama, melatih fokus pada hal yang sedang dikerjakan. Dengan fokus yang tepat, pekerjaan akan lebih berkualitas dan cepat selesai. Kedua, melatih manajemen waktu dengan baik. Dengan diberikan waktu pengerjaan yang cenderung terbatas, kita akan dibuat terbiasa menentukan skala prioritas.

Ketiga, mampu membuat perencanaan kerja yang efektif. Keempat, terbiasa bekerja di bawah tekanan waktu. Kelima, melatih berpikir dan memproses informasi dengan cepat.

Itulah sedikit ulasan mengenai teknik pomodoro yang cocok kamu terapkan pada pekerjaanmu sehari-hari. Dengan teknik pomodoro ini, semua pekerjaanmu dapat beres, tapi pikiran tetap fresh. Bagaimana, tertarik mencobanya? 

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak