facebook

Takut Pergi Merantau? Ketahui 4 Hal ini Sebelum Singgah!

Harrafi Mulki
Takut Pergi Merantau? Ketahui 4 Hal ini Sebelum Singgah!
Ilustrasi merantau (Pexels/Lisa Fotios/ harrafimulki)

Merantau sering kali ditempatkan sebagai perumpaan dua buah sisi mata koin. Dengan merantau, kalian bisa mencari pekerjaan baru didaerah yang ingin kalian singgahi. Merantau juga bisa membuka akses kesempatan kerja yang lebih baik jika dibarengi oleh skill (keterampilan) yang baik. 

Jika tujuan kalian saat ini bersekolah, maka kalian juga bisa bersekolah/berkuliah diinstitusi pendidikan yang sedang kalian tuju demi masa depan yang cerah. Bukankah itu adalah hal yang bagus? Tentu saja!

Namun, disebelah mata koin lainnya. Dengan merantau, kalian akan menemui 4 hal yang kalian belum pernah alami selama hidup. Kenapa bisa demikian ya? Karena merantau ini adalah aktivitas dengan ruang lingkup baru dan zona baru.

Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, kebanyakan orang merantau biasanya akan mengalami 4 hal ini, loh! Lalu apa saja ya? 

1. Homesick (Kangen Rumah)

Hal pertama yang akan kalian rasakan ketika pertama kali pergi merantau adalah kangen rumah. Yaps, kangen rumah beserta orang yang ada didalamnya. Adik kalian, kakak kalian, orang tua kalian, keponakan kalian dan semua yang ada di sekitar rumah seperti teman sejawat dan sahabat. Ketika kalian pergi merantau, kalian akan terbayang-bayang indahnya rumah kalian beserta isi-isinya.

Sabun yang patah, keset yang robek, gelas yang pecah, semua itu akan menjadi kenang-kenangan berharga saat kalian pergi merantau. Melalui pengalaman pribadi pergi merantau, 1 minggu setelah meninggalkan rumah saya bermimpi bersama keluarga dirumah. Ketika bangun, saya menangis karena menginginkan hal yang sebelumnya saya sering rasakan. Jadi, pastikan sebelum kamu merantau. Habiskan masa waktumu bersama keluarga, ya!

2. Culture Shock (budaya yang berbeda)

Ketika kamu berpergian jauh untuk merantau baik itu di kota ataupun di desa, kalian akan menemui bahwa apa yang selama ini kalian lihat dirumah dan lingkungan sekitar rumah, akan berbeda diperantauan.

Dengan adat budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda, kearifan lokal yang berbeda, nilai dan norma yang berbeda, serta hal lainnya yang berkaitan dengan dinamika sosial di kota atau desa yang saat ini ingin kalian tuju.

Perbedaan ini menyebabkan kalian merasa tidak enak hati karena tidak dibesarkan berdekatan dengan budaya setempat masyarakat. Oleh karena itu, kalian harus pintar-pintar beradaptasi dengan lingkungan yang baru, ya. 

3.  Mandiri (apa apa sendiri)

Kalian harus mengetahui bahwa kalian merantau tidak ditemani oleh kakak, oleh adik, oleh orang tua, oleh teman sebaya dari lingkungan rumah. Kalian datang ke perantauan membawa diri kalian sendiri. Sehingga, kalian hanya bisa mengandalkan apa yang ada di diri kalian.

Semua yang akan kalian dapatkan kelak diperantauan tentunya akan bergantung bagaimana do'a serta ikhtiar kalian. Jika uang habis diperantuan, malu rasanya meminta sepeser uang ke rumah.

Rasa malu ini yang harus kalian pertahankan. Karena itu wujud dari kemandirian kalian. Maka dari itu, belajar lah mandiri sebelum kalian melakukan perantauan, ya!

4. Pergaulan 

Di perantauan nanti, pintar-pintarlah memilih teman ya. Karena jika salah memilih teman, maka khawatir kalian akan terjerumus kedalam pergaulan bebas. Hidup diperantauan itu bebas, tidak terikat kecuali dengan aturan hukum baik sosial ataupun agama.

Jika kita memiliki teman yang baik, tentunya mereka akan selalu mengingatkan kita tentang norma dan nilai agama yang harus dijunjung tinggi dimanapun kalian berada. Jika kalian memilih teman yang buruk. Maka, kalian juga akan terbawa arusnya.

Ibaratnya "siapa yang berteman dengan penjual parfum, akan ikut wangi" dan "siapapun yang berteman dengan pencuri, maka akan ikut mencuri" begitulah perandaiannya.

Jadi lebih tahu bukan apa-apa saja yang akan kalian temui saat merantau nantinya. jaga diri kalian baik-baik ya diperantauan!

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak