5 Penyebab Perempuan Takut Menikah, Apakah Kamu Merasakannya?

Hernawan | Mutami Matul Istiqomah
5 Penyebab Perempuan Takut Menikah, Apakah Kamu Merasakannya?
ilustrasi perempuan sendirian (pexels/Marta Dzedyshko)

Menikah adalah sebuah perkara kesiapan, sehingga hal tersebut tidak bisa dipaksakan. Apalagi seorang perempuan, banyak hal yang biasanya menjadi pertimbangan. Meskipun banyak di antara perempuan yang ingin segera menikah, ingin segera dinikahi, ingin segera bertemu dengan jodohnya, tetapi sebagian yang lain bisa saja merasa takut untuk menjalin hubungan rumah tangga.

Takut untuk menikah merupakan hal yang wajar, apalagi jika ditambah oleh faktor-faktor yang mendasarinya. Bahkan karena meras takut menikah, beberapa perempuan sampai berkomitmen untuk tidak menikah selama hidupnya. 

Sebenarnya, apa sih yang menjadi faktor penyebab perempuan takut menikah? Beberapa di antaranya bisa disimak melalui beberapa poin di bawah ini.

1. Trauma

Takut menikah bisa didasari oleh rasa trauma ketika menjalani hubungan asmara dengan lawan jenis sebelumnya. Misalnya, jika kamu dan pasangan memiliki riwayat hubungan asmara yang buruk. Seperti, suka main tangan, sering dibentak, sering dipermalukan di depan khalayak umum, atau hal lain yang mempengaruhi mental, akan tetap membekas dan menjadi sebuah rasa trauma, bukan?

Meskipun hubungan sudah berakhir, bahkan bertahun-tahun, tidak menjamin perasaan takut tersebut sudah hilang sepenuhnya. Bahkan bisa jadi kamu berhasil melupakan pacarmu, tapi tidak dengan perlakuannya. Hal tersebut biasanya menjadi alasan merasa takut untuk menjalin hubungan baru, apalagi pernikahan. 

Biasanya, seorang perempuan akan mengambil kesimpulan bahwa 'ketika masih pacaran saja sudah bisa memperlakukan dengan sedemikian rupa, bagaimana nanti kalau sudah menikah?'. Tidak jarang pula seorang yang telah mencoba menjalin hubungan asmara berkali-kali, tetapi tetap memiliki kasus yang serupa. Sehingga ia akan mengambil kesimpulan bahwa 'semua laki-laki sama'. 

2. Faktor lingkungan

Lingkungan juga turut serta memberi pengaruh terhadap keberlangsungan seseorang mengambil keputusan. Seorang perempuan yang sering mengamati lingkungannya yang sudah menikah, tetapi memiliki masalah yang bertubi-tubi, keadaan finansial yang mengorbankan anak istri, masalah dengan ibu mertua yang tiada henti, serta perempuanlah yang ketika ada masalah lebih sering dituntut untuk menemukan solusi, atau hal lainnya membuat seorang perempuan merasa takut untuk menikah karena khawatir akan bernasib serupa. 

Bahkan dalam lingkungan terdekat, yakni orangtua, seorang perempuan mudah menarik benang dari permasalahan yang dihadapi oleh ayah dan ibunya. Ditambah lagi, lingkungan yang sering memberikan komentar yang menjatuhkan. Misalnya ketika tetangga merasa tidak cocok dengan pasangan yang kamu pilih, maka pasanganmu akan terus direndahkan. Itu pasti akan membuat kamu merasa terus kepikiran karena harus menanggung malu atas komentar keluarga maupun tetanggamu.

3. Mempertimbangkan karir

Seseorang bisa merasa takut untuk menikah karena khawatir bahwa kariernya tidak bisa berjalan seperti biasa. Bagaimanapun, menikah tentu memiliki konsekuensi sehingga kebanyakan orang merasa tidak leluasa seperti saat masih sendiri. 

Karier yang sedang bagus, tentu sayang untuk diduakan apalagi ditinggalkan. Ketika seorang perempuan memilih untuk menikah, tidak menutup kemungkinan iapun akan memiliki seorang anak. Bekerja tentu masih bisa dilakukan, tapi memang ada hal lain yang harus diprioritaskan. 

Sebagian orang merasa khawatir apabila ketika mereka memilih untuk menikah, maka pekerjaannya tidak bisa ditangani dengan optimal. Mereka seolah belum siap untuk melepaskan posisi dan jabatan yang sudah susah payah didapatkan.

4. Tidak kunjung mendapatkan restu

Untuk bisa menikah, setiap orang harus mendapatkan restu orangtua. Pengalaman seorang perempuan yang mengenalkan kekasihnya kepada orangtua, tetapi selalu mendapatkan penolakan, tentu bisa menyebabkan rasa takut dan malas untuk mengenalkan orang yang lainnya lagi. 

Satu kali dua kali, mungkin masih bisa menerima. Namun, kalau sudah berkali-kali tetap tidak mendapatkan restu orangtua, tentu rasanya seolah menyerah. Tidak ada yang bisa disalahkan, tentu semua orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya. Lalu seorang anak juga ingin orang tuanya memahami untuk mempercayai pilihannya. Hal tersebut tentu bisa diatasi dengan bicara baik-baik dan pembuktian dari kamu dan pasangan kepada orang tua agar mereka bisa percaya. 

Sayangnya, sebagian perempuan lebih memilih untuk sendiri saja karena merasa lelah harus bolak-balik menjalani hubungan yang ujungnya sia-sia. 

5. Terlanjur nyaman dengan kesendirian

Merasa nyaman dengan menjalani hidup sendirian memang bukan perasaan yang bisa diotak-atik oleh orang lain. Seseorang yang sudah terlanjur nyaman dengan kesendiriannya, biasanya karena telah menjomblo bertahun-tahun. 

Bayangan jika nanti harus berbagi kehidupan dengan orang lain bisa jadi justru membuatnya merasa asing, tidak nyaman. Tidak bisa melakukan segala hal sesuka hati, merasa terbatas dan terkekang, seolah menjadi momok menakutkan yang membuatnya memilih untuk tidak menikah. 

Nah, itu dia 5 faktor yang menyebabkan seorang perempuan merasa takut dan malas menikah. Apakah kamu merasakan hal yang sama?

Tulisan ini merupakan kiriman dari member Yoursay. Isi dan foto artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Tampilkan lebih banyak