Salah satu faktor yang menunjang hubungan asmara tetap awet dan harmonis adalah sikap menerima apa adanya dari masing-masing pasangan. Siapa sangka bahwa hal ini sangatlah berpengaruh dalam kenyamanan menjalani sebuah hubungan agar tidak merasa kurang nyaman, direndahkan, bahkan minder yang tidak tertahankan.
Saling menerima pasangan sebagaimana dia ada adalah sebuah sikap yang bijaksana dan dewasa sehingga masing-masing pribadi tidak merasa terbebani untuk menjadi 'dia' yang lain maupun 'dia' yang ada dalam gambaran versimu.
Setiap manusia tentu memiliki sisi unik sendiri-sendiri yang tidak bisa diotak-atik. Banyak perbedaan yang menjadi ciri tersendiri bagi setiap orang. Hal tersebut tentu dipengaruhi oleh sebagaimana dia dibesarkan oleh keluarga, bagaimana lingkup pergaulannya, dan luas wawasan yang dimiliki. Jadi, sepatutnya kamu juga bisa menerima pasangan apa adanya. Apalagi jika kamu pun sudah diterima apa adanya oleh pasangan.
Lalu, apa saja sih tanda bahwa kamu sudah diterima apa adanya oleh pasangan? Hal tersebut bisa disimak melalui beberapa poin di bawah ini.
1. Tidak menuntut untuk menjadi seperti orang lain
Salah satu tanda jika pasanganmu sudah menerima kamu apa adanya adalah tidak menuntutmu menjadi seperti orang lain. Misalnya, menuntutmu untuk menjadi seperti idolanya sendiri. Hal tersebut tentu akan membuatmu tidak nyaman karena harus menjalani hidup entah dengan versi siapa.
Tidak jarang, ketika seseorang memiliki seorang idola, ia akan memaksamu untuk berperilaku dan berpenampilan semirip mungkin dengan idolanya. Tentunya hal tersebut sangatlah merepotkan. Kamu harus merubah kebiasaanmu sendiri, harus belajar tentang bagaimana cara idolamu berpakaian dan bersikap.
Seseorang yang menerima kamu apa adanya, akan tetap membiarkan kamu menjalani hidup sesuai jalanmu sendiri. Tidak mengapa jika ia memiliki seorang idola, tapi dia wajib tahu batas dan memahami perbedaan cara berperilaku kepada idolanya dan kepadamu, pasangannya.
2. Tidak membatasi kepribadian yang biasa dilakukan
Hal ini berkaitan dengan sikap mengekang dari pasangan. Jadi, setiap kamu menjalani sesuatu atau melakukan sesuatu, pasanganmu selalu memberi batasan hal yang boleh dan tidak boleh untuk dilakukan.
Sebenarnya masih menjadi hal wajar jika dilakukan secara tidak berlebihan, bahkan bisa menjadi sebuah bentuk perhatian kepada pasangan. Tapi jika dilakukan secara berlebihan, tentu hal tersebut akan membuat muak setiap orang yang menghadapinya.
Misalnya, jika pasanganmu meminta agar kamu memakai baju yang berwarna pastel. Hal tersebut tentu membuatmu percaya diri karena merasa diperhatikan oleh pasangan. Tapi jika hal tersebut merambah dengan memberimu batasan misalnya "Pakainya baju yang model begini, ya!", "Harusnya kamu pakai yang lengannya segini, jangan terlalu panjang", "Bajumu kurang pas sama celanamu, harusnya pakai warna yang begini", "Lain kali kamu belajar fashion tentang warna pastel dong, biar cocok dan enak dipandang mata. Gak kayak begini". Haduh, hal tersebut tentu membuat gedek dan enek, ya! Padahal biasanya, kamu menjadikan pakaian sebagai pelindung dan penutup diri. Asal sopan, kamupun nyaman.
Masalah pakaian saja rumitnya minta ampun, bagaimana dengan yang lainnya? Meskipun sebagian orang merasa aman saja karena buta dengan cinta, tapi sebagian orang mundur karena merasa tidak nyaman dengan perlakuan tersebut. Nyatanya, sesuatu yang dilakukan dengan berlebihan itu memang tidaklah membawa kebaikan.
3. Tidak membandingkan dengan orang lain
Sering dibandingkan dengan orang lain tidak mustahil membuat kita kehilangan rasa percaya diri. Apakah kamu pun begitu?
Sejak lahir dan bertumbuh, kamu tentu seolah mengenal dirimu sebagai mana kamu saat itu. Kamu merasa percaya diri dengan segala yang Tuhan beri. Namun, ketika kamu memiliki pasangan yang justru senang membandingkan kamu dengan orang lain, dimana orang lain terlihat lebih bagus dibandingkan pandangan pasanganmu terhadap dirimu sendiri, tentu itu menjadi hal yang menyakitkan.
Selalu diperbandingkan saja sudah merasa tidak nyaman, apalagi jika membandingkannya di depan umum, malunya minta ampun. Seringkali perbandingan tersebut bergelut perihal cara berpenampilan, cara berperilaku, cara memilih sesuatu, warna kesukaan, hobi, dan yang lainnya.
Jika pasanganmu masih sering membandingkan kamu dengan orang lain, berarti dia tidak bisa menerima kamu dengan apa adanya. Apalagi, jika pasanganmu membandingkan dengan mantan kekasihnya, bisa jadi dia belum sepenuhnya move on dari masa lalunya.
4. Suka ngatur-ngatur
Pasangan yang suka mengatur berlebihan juga salah satu tanda bahwa dia belum bisa menerimamu secara utuh. Misalnya, dia mengatur caramu makan, caramu berdandan, caramu menanggapi orang lain dan lain sebagainya. Padahal, kamu juga sudah dewasa dan punya ciri khas tersendiri, kamu juga memiliki sopan santun yang sudah ditanamkan oleh orangtuamu sendiri. Istilahnya, kamu bukan lagi anak kecil.
Pasangan yang menerima kamu apa adanya, tidak akan mengatur kamu untuk menjadi seperti apa yang dia mau. Kalau dia masih suka mengatur, berarti dia masih menginginkan lebih dari apa yang kamu miliki dan apa yang menjadi ciri khasmu sendiri.
Nah itu dia 4 tanda kamu diterima apa adanya oleh pasangan. Bagaimana denganmu?